<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885</id><updated>2012-01-26T15:14:03.758+07:00</updated><title type='text'>kebun belakang</title><subtitle type='html'>jika anda tidak bisa jadi jalan raya, jadilah pematang
jika anda tidak bisa jadi matahari,jadilah bintang
karena bukan besarnya yang mengukur anda kalah atau menang, tetapi yang terpenting jadilah wajar dan matang.....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-6253772397466937170</id><published>2010-10-05T19:11:00.003+07:00</published><updated>2010-10-08T13:03:45.238+07:00</updated><title type='text'>BUDIDAYA TERNAK JANGKRIK ( Gryllus mitratus Burm )</title><content type='html'>SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini pada masa krisis ekonomi di Indonesia, budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) sangat gencar, begitu juga dengan seminar-seminar yang diadakan dibanyak kota. Kegiatan ini banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2-3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran jangkrik di Indonesia adalah merata, namun untuk kota-kota besar yang banyak penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung untuk mengkonsumsi jangkrik yang berasal dari alam, lama kelamaan dengan berkurangnya jangkrik yang ditangkap dari alam maka mulailah dicoba untuk membudidayakan jangkrik alam dengan diternakkan secara intensif dan usaha ini banyak dilakukan dikota-kota dipulau jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SENTRA PERIKANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diutarakan didepan bahwa untuk sementara ini, sentra peternakan jangkrik adalah dikota-kota besar dipulau jawa karena kebutuhan dari jangkrik sangat banyak. Sedangkan diluar pulau jawa sementara ini masih banyak didapatkan dari alam, sehingga belum banyak peternakan-peternakan jangkrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. JENIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lebih dari 100 jenis jangkrik yang terdapat di Indonesia. Jenis yang banyak dibudidayakan pada saat ini adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus, untuk pakan ikan dan burung. Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MANFAAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangkrik segar yang sudah diketahui baik untuk pakan burung berkicau seperti poksay, kacer dan hwambie serta untuk pakan ikan, baik juga untuk pertumbuhan udang dan lele dalam bentuk tepung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.&lt;br /&gt;   2. Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;   3. Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Farry, 1999, ternak jangkrik merupakan jenis usaha yang jika tidak direncanakan dengan matang, akan sangat merugikan usaha. Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam merencanakan usaha ternak jangkrik, yaitu penyusunan jadwal kegiatan, menentukan struktur organisasi, menentukan spesifikasi pekerjaan, menetapkan fasilitas fisik, merencanakan metoda pendekatan pasar, menyiapkan anggaran, mencari sumber dana dan melaksanakan usaha ternak jangkrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Sebaiknya dihindarkan dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi untuk kandang peneluran. Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman. peternak, bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.&lt;br /&gt;   2. Pembibitan&lt;br /&gt;         1. 1) Pemilihan Bibit dan Calon Induk&lt;br /&gt;            Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.&lt;br /&gt;            Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;               1. Indukan:&lt;br /&gt;                      * sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.&lt;br /&gt;                      * kedua kaki belakangnya masih lengkap.&lt;br /&gt;                      * bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.&lt;br /&gt;                      * badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.&lt;br /&gt;                      * pilihlah induk yang besar.&lt;br /&gt;                      * dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.&lt;br /&gt;               2. Induk jantan:&lt;br /&gt;                      * selalu mengeluarkan suara mengerik.&lt;br /&gt;                      * permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.&lt;br /&gt;                      * tidak mempunyai ovipositor di ekor.&lt;br /&gt;                      * Induk betina:&lt;br /&gt;                      * tidak mengerik.&lt;br /&gt;                      * permukaan punggung atau sayap halus.&lt;br /&gt;                      * ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur. &lt;br /&gt;         2. Perawatan Bibit dan Calon Induk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         3. Sistem Pemuliabiakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         4. Reproduksi dan Perkawinan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         5. Proses kelahiran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum penetasan telur sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Pemeliharaan&lt;br /&gt;         1. Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         2. Pengontrolan Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembesaran jangkrikn dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         3. Perawatan Ternak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         4. Pemberian Pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda dan gambas. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         5. Pemeliharaan Kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Penyakit, Hama dan Penyebabnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Pemberian Vaksinasi dan Obat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PANEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Hasil Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Penangkapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PASCAPANEN …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Analisis Usaha Budidaya&lt;br /&gt;      Perkiraan analisis budidaya telur jangkrik sebanyak 10 kotak untuk 1 periode pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;         1. Biaya Produksi&lt;br /&gt;               1. Biaya Tidak Tetap&lt;br /&gt;                      * Indukan&lt;br /&gt;                            o Induk Jantan 1.000 ekor @ Rp.700,- -------Rp . 700.000,-&lt;br /&gt;                            o Induk Betina 5.000 ekor @ Rp. 500,- ------Rp. 2.500.000,-&lt;br /&gt;                      * Makanan dan Vitamin&lt;br /&gt;                            o Sayuran -------------------------------------Rp. 100.000,-&lt;br /&gt;                            o Konsentrat 10 kg @ Rp.5.000,- ------------Rp. 50.000,-&lt;br /&gt;                            o Vitamin 10 btl @ Rp. 5.000,- ---------------Rp. 50.000,-&lt;br /&gt;                            o Tenaga Kerja 60 HOK @ Rp. 10.000,- ----Rp. 600.000,-&lt;br /&gt;               2. Biaya Tetap&lt;br /&gt;                      * Bunga modal Investasi 20 %/ th ------------------Rp. 118.916,67&lt;br /&gt;                      * Bunga biaya tidak tetap 20 %/ th -----------------Rp. 133.333,33&lt;br /&gt;                      * Penyusutan kotak --------------------------------Rp. 38.583,33&lt;br /&gt;                      * Penyusutan alat ----------------------------------Rp. 7.875,-&lt;br /&gt;                      * Pemeliharaan kotak + alat 5 %/ th ----------------Rp. 2.322,92&lt;br /&gt;                      * Sewa Lokasi -------------------------------------Rp. 250.000,-&lt;br /&gt;                      * Listrik --------------------------------------------Rp. 50.000,-&lt;br /&gt;                        Jumlah biaya produksi ----------------------------Rp. 4.601.031,25,-&lt;br /&gt;         2. Pendapatan 830 sdm @ Rp. 10.000,- ----------------------Rp. 8.300.000,-&lt;br /&gt;         3. Keuntungan -------------------------------------------------Rp. 3.698.968,75&lt;br /&gt;         4. Parameter kelayakan usaha : B/C ratio = 1,8&lt;br /&gt;            Berikut ini adalah analisis usaha pembesaran jangkrik sebanyak 100 kotak untuk 1 periode pada tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               1. Biaya Produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      * Biaya Tidak Tetap&lt;br /&gt;                            o Telur 100 sdk @ Rp.10.000,- Rp. 1.000.000,-&lt;br /&gt;                            o Makanan dan Vitamin&lt;br /&gt;                                  + Sayuran Rp. 300.000,-&lt;br /&gt;                                  + Konsentrat50 kg @ Rp. 5.000,- Rp. 250.000,-&lt;br /&gt;                                  + Vitamin50 btl @ Rp. 5.000,- Rp. 250.000,-&lt;br /&gt;                                  + Tenaga Kerja300 HOK @ Rp.10.000,- Rp. 3.000.000,-&lt;br /&gt;                      * Biaya Tetap&lt;br /&gt;                            o Bunga modal Investasi 20 %/ th Rp. 360.800,-&lt;br /&gt;                            o Bunga biaya tidak tetap 20 %/ th Rp. 240.000,-&lt;br /&gt;                            o Penyusutan kotak Rp. 455.625,-&lt;br /&gt;                            o Penyusutan alat + bahan Rp. 71.375,-&lt;br /&gt;                            o Pemeliharaan kotak 5 %/ th Rp. 52.700,-&lt;br /&gt;                            o Sewa Lokasi Rp. 375.000,-&lt;br /&gt;                            o Listrik Rp. 50.000,-&lt;br /&gt;                              Jumlah biaya produksi Rp. 6.404.700,-&lt;br /&gt;               1. Penghasilan 830 sdm @ Rp. 10.000,- Rp.12.000.000,-&lt;br /&gt;               2. Keuntungan Rp. 5.595.300,-&lt;br /&gt;               3. Parameter kelayakan usaha : B/C ratio = 1,87&lt;br /&gt;   1. Gambaran Peluang Agribisnis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pestisida yang selama ini didapati pada lahan-lahan pertanian merupakan salah satu penyebab berkurangnya populasi jangkrik, demikian juga penangkapan jangkrik dialam yang dilakukan selama ini membuat penurunan drastis jumlah populasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan-alasan tersebut dan naiknya permintaan jangkrik, maka peternak tidak membiarkan begitu saja kesempatan untuk memperoleh keuntungan dengan membudidayakan jangkrik dengan intensif karena dengan waktu yang relatif singkat untuk memelihara jangkrik sudah mendapat keuntungan yang berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin banyaknya peternak-peternak jangkrik ini, permintaan untuk telur jangkrik semakin besar juga, jadi banyak peternak yang hanya memproduksi telur jangkrik karena resikonya lebih kecil dan lebih cepat lagi mendapatkan laba untuk sekitar 25-30 hari, dibandingkan proses pembesaran sampai dengan 3 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-6253772397466937170?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/6253772397466937170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2010/10/budidaya-ternak-jangkrik-gryllus.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6253772397466937170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6253772397466937170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2010/10/budidaya-ternak-jangkrik-gryllus.html' title='BUDIDAYA TERNAK JANGKRIK ( Gryllus mitratus Burm )'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-386644302128180319</id><published>2010-08-22T17:06:00.004+07:00</published><updated>2010-08-22T17:34:50.627+07:00</updated><title type='text'>Siasati Pakan Mahal Jadikan ikan Vegetarian</title><content type='html'>Beberapa hari ini setelah bolak-balik dikolam belakang rumah, saya melihat kolam gurame yang sedang diberi pakan daun talas. Hal ini bukan merupakan pemandangan baru buat saya karena umum juga sudah tahu kalau daun  talas atau beberapa jenis dedaunan lain sering diberikan pada ikan sebagai pakan selingan terutama ikan gurame. Tetapi yang membuat hati saya sedikit terusik adalah ketika saya mulai berpikir untuk menjadikan beberapa jenis tanaman sebagai pakan utama ikan dan mengganti jenis pakan lama yang berunsur hewani . itu berarti semua pakan yang diberikan pada ikan adalah 100% berasal dari unsur nabati alias tanaman. Singkatnya kita akan membuat ikan-ikan dikolam jadi vegetarian….ck…ck.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca beberapa literatur atau buku-buku yang membahas mengenai unsur dan zat-zat serta vitamin ataupun mineral yang terkandung dalam tmbuhan atau sayuran, saya mulai membuat angka-angka perbandingan. Misal untuk mengganti kandungan tepung ikan atau unsur hewani lain dan menggantinya dengan unsur tumbuhan dengan kandungan nutrisi yang sama atau mirip. Sebagai contoh jika penggunaan tepung ikan dapat mencapai 40-45 % bagian dari seluruh bahan dasar pakan Selain itu dalam formulasi biasanya ditambahkan minyak ikan sebesar 10- 15%. Ini mengindikasikan penggunaan tepung ikan sangat penting dalam industri pakan, lalu jenis tanaman apa saja yang bisa menggantikan unsur penting ini ?&lt;br /&gt;Belajar dari beberapa pengalaman dengan beberapa peternakan, saya sering menjumpai pemberian bungkil kedelai, ampas tahu ataupun bungkil kelapa untuk memenuhi kebutuhan protein lemak hewan ternak. Dari jenis yang tadi disebutkan maka yang paling sering digunakan adalah ampas tahu atau bungkil kedelai, keduanya memiliki kandungan sama saja. Ada juga yang mengenalnya dengan istilah soybean meal (SBM). Tidak seperti tepung dan minyak ikan, bungkil kacang kedelai/soybean meal (SBM) merupakan sumber global protein dan lemak yang sangat berlimpah. Penggantian tepung dan minyak ikan dengan SBM memberikan kemungkinan kestabilan harga pakan ternak di masa depan. Dari sini saya mulai berpikir kenapa tidak kita buat bungkil jadi tepung atau digiling dan mencampurnya dengan dedak, jagung dan atau bahan lain lalu menjadikannya pelet. &lt;br /&gt;Dari beberapa bacaan saya coba memberikan informasi salah satunya tulisan yang dimuat pada http://sciencebiotech.net memuat laporan hasil dari ujicoba yang sedang kita bicarakan ini dan berikut ini coba saya sampaikan lebih jauh dengan lebih detail sbb&lt;br /&gt;Eksperimen &lt;br /&gt;Eksperimen ini dilakukan pada sistem resirkulasi akuakultur indoor dengan menggunakan tank fiber silinder 18600 liter pada suhu 22 celsius dan salinitas 37 ppt.&lt;br /&gt;Ikan dengan berat awal 29 gram sebanyak 40 ekor/tank, dan diberi makan selama 10 minggu. Tank dihubungkan dengan alat biofiltrasi. Cahaya diberikan selama 12 jam. Ammonia total dan kadar nitrogen dianalisa setiap 3 kali seminggu. Suhu dan oksigen terlarut di monitor setiap hari.&lt;br /&gt;Hasil &lt;br /&gt;Tiga pakan yang berbeda memperlihatkan hasil yang serupa tanpa perbedaan yang signifikan. Laju pertumbuhan spesifik (Spesific growth rate) dan FCR juga hampir sama. Juga tidak ada perbedaan mencolok pada indeks hepatosomatic dan viscerosomatic, atau pada hasil analisis proksimat pada komposisi liver dan fillet.&lt;br /&gt; FM65 FM50 FM35&lt;br /&gt;South american fish meal (%) 45.3 34.8 24.4&lt;br /&gt;Fish oil (%) 15 11.5 9.8&lt;br /&gt;Defatted soybean meal (%) 18.3 22.5 35&lt;br /&gt;Soya protein concentrate (%) - 7.2 4.6&lt;br /&gt;Corn gluten (%) 4 4 4.3&lt;br /&gt;Wheat gluten (%) 3.8 1.1 1&lt;br /&gt;Pea protein concentrate (%) - - 4.7&lt;br /&gt;Rapeseed meal (%) - 5.9 -&lt;br /&gt;Soybean oil (%) - 4 6&lt;br /&gt;Wheat flour (%) 13.1 7 7&lt;br /&gt;Vitamin/mineral premix (%) 0.5 0.5 0.5&lt;br /&gt;Lysin (%) - 0.1 0.15&lt;br /&gt;Methionin (%) - 0.1 0.1&lt;br /&gt;Monocalcium phosphate (%) - 0.2 0.4&lt;br /&gt;Palatability/digestability enhancer (%) - 1 2&lt;br /&gt;Protein from marine origin (%) 65 50 35&lt;br /&gt;Fat from marine origin (%) 95 73 60&lt;br /&gt;Formulation cost (%) 100 93 85&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Uraian diatas harusnya membuat kita semakin kreatif dan nggak kehabisan akan untuk melakukan setiap upaya yang bertujuan menekan biaya produksi tetapi tetap menghasilkan produk berkualitas.&lt;br /&gt;Dari gambaran riset tersebut akhirnya dapat disimpulkan bahwa produk SBM dapat digunakan sebagai pengganti tepung dan minyak ikan sebagai sumber protein dan lemak.&lt;br /&gt;Gambaran diatas merupakan salah satu unsur pakan penting yang dapat kita ganti dengan bahan lain dan tentu saja kita juga dapat mengganti bahan hewani lain dengan tanaman asal kita cukup memahami kandungan masing-masing jenis. Tentu saja harus lebih murah, sebab selain kita akan membuat ikan-ikan kita jadi vegetarian maka kita juga akan menekan biaya pakan yang kian hari terus melambung……bung!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-386644302128180319?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/386644302128180319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2010/08/siasati-pakan-mahal-jadikan-ikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/386644302128180319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/386644302128180319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2010/08/siasati-pakan-mahal-jadikan-ikan.html' title='Siasati Pakan Mahal Jadikan ikan Vegetarian'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-8558169040446183279</id><published>2009-07-04T17:50:00.003+07:00</published><updated>2009-07-04T17:54:41.812+07:00</updated><title type='text'>bawal spesies baru jadi primadona</title><content type='html'>Ikan bawal hasil budidaya Balai Budidaya Laut Batam, menjadi primadona saat Pameran Indonesian Aquaculture 2009, di Gedung Manado Convention Center, Manado, Selasa (12/5).&lt;br /&gt;Pameran ini digelar bersamaan dengan dibukanya Internasional Symposium on Ocean Science Technology and Policy oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pameran tersebut menampilkan produk budidaya perikanan andalan dari 59 kota, kabupaten, dan provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi  dan menyita perhatian para tamu undangan yang menghadiri Simposium Ocean Science di MCC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua stand yang ada, stand milik Pemerintah Kota Batam paling banyak dikunjungi masyarakat maupun peserta dari pelbagai negara. Anggota DPR RI Siswono Yudhohusodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi juga tertarik singgah di stan milik Pemko Batam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stand Pemko Batam menampilkan produk budidaya andalannya, yakni Bawal Bintang. Ini merupakan spesies baru Bawal hasil perkawinan silang dengan indukan bawal Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Kadliory, staf Balai Budidaya Laut Batam mengatakan, pihaknya berhasil membudidayakan spesies bawal jenis ikan laut ini di tahun 2007 silam. "Proyek ini sudah kami lakukan sejak 2002 yang lalu, dari sejumlah uji coba, baru di tahun 2007 kami berhasil membudidayakan varian baru ikan bawal," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan Bawal Bintang merupakan varietas unggulan, karena mudah dipelihara, tidak kanibal, mudah menyesuaikan diri terhadap lingkungan, harga jual yang menjanjikan, dan memiliki masa produksi yang relatif cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bawal Bintang yang sudah berukuran tiga cm sudah dapat dipindahkan ke keramba, setelah menunggu tujuh hingga delapan bulan, atau seberat setengah kg sudah dapat dituai," ujarnya.&lt;br /&gt;Selain itu, kelebihan lainnya dalam masa pembuahan, ikan ini dapat menghasilkan sebanyak delapan hingga 12 juta telur, dengan tingkat keberhasilan sebanyak 300 hingga 500 ribu ekor Bawal Bintang Muda, dari satu induk pembiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini proyek pembiakan Bawal Bintang, sudah di adopsi oleh provinsi- provinsi lainnya di Indonesia, termasuk Jakarta, tepatnya di tempat pembiakan Bawal Bintang di Kepulauan Seribu.(tribun manado/samuel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : MANADO, TRIBUN&lt;br /&gt;http://www.tribunbatam.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-8558169040446183279?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/8558169040446183279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/07/bawal-spesies-baru-jadi-primadona.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/8558169040446183279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/8558169040446183279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/07/bawal-spesies-baru-jadi-primadona.html' title='bawal spesies baru jadi primadona'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-5595086878441410194</id><published>2009-07-04T17:47:00.001+07:00</published><updated>2009-07-04T17:48:23.526+07:00</updated><title type='text'>Lele Paiton, Dua Bulan Panen</title><content type='html'>BERMODAL Rp170 juta, Lin, panggilannya, membentengi lahan seluas 1.300 m2 di Desa Larangan, Cilegon, Provinsi Banten, dengan tembok semen setinggi 2 m. Di lahan itu, alumnus sekolah perawat di Cikini, Jakarta Pusat itu membangun 7 kolam tanah berukuran sama: 5 x 7 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua kolam itu berisi lele. Lin hanya membenamkan 4.000 bibit paiton sepanjang 8--10 cm masing-masing di tiga petak kolam. Maklum ini budi daya pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lin membeli bibit paiton Rp250 per ekor itu dari Pusat Pembibitan Lele Paiton di Pandeglang Provinsi Banten. Paiton dipilih karena laju pertumbuhannya jauh lebih cepat daripada dumbo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paiton merupakan silangan betina lele eks thailand dan jantan dumbo. Untuk mencapai ukuran konsumsi 7--10 ekor/kg Clarias gariepinius itu cukup dipelihara 2 bulan; dumbo 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tingkat kematian di tahap pembesaran 5%, dari total 12 ribu bibit ditebar, 11.400 ekor bertahan hidup sampai akhir Februari 2009. Selepas sortir, Lin memanen 6.000 ekor ukuran konsumsi, total berbobot 4,5 kuintal. Pengepul ikan di Pasar Cilegon membelinya Rp10 ribu per kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada panen perdana itu Lin mengantongi pendapatan Rp4,5 juta. Dipotong ongkos produksi Rp8.500/kg, ibu satu putra itu mengantongi laba bersih Rp675 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 20 hari berikutnya 5.400 paiton tidak lolos sortir tahap awal siap dipanen. Artinya Lin mendulang 4,5 kuintal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkuriang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di Sleman, Yogyakarta, Erli membenamkan 14 ribu bibit lele di kolam seluas 48 m®MDSU¯2 pada akhir Desember 2008. Dua bulan berikutnya peternak di Desa Sindumartani itu menjala 1 ton clarias. Dengan harga jual ukuran konsumsi Rp10.500/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erli menangguk pendapatan Rp10,5 juta. Setelah dikurangi biaya produksi Rp8.000/kg, ia meraup laba bersih Rp2,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya Erli meraup laba bersih sebesar itu setelah tiga bulan memelihara lele. Namun, hal itu terjadi saat masih beternak dumbo. Kini yang dipeliharanya jenis sangkuriang. Inilah lele unggul hasil perbaikan genetik dumbo, silangan crossback antara induk dumbo betina F2 dan jantan F6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT) di Sukabumi merilisnya lima tahun silam setelah terbukti sangkuriang dapat dipanen cepat, 60 hari. Keunggulan lain, nilai konversi pakan rendah, FCR 0,9; dumbo FCR 1,0-1,1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FCR penting karena memengaruhi pendapatan peternak. Begini gambarannya. FCR sangkuriang 0,9, artinya untuk menghasilkan 100 kg sangkuriang dibutuhkan 90 kg pakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan volume pakan serupa, cuma diperoleh 90 kg dumbo. Di sini terdapat selisih bobot panen 10 kg atau setara Rp105 ribu/kg. Jika Erli memanen 1 ton, sesungguhnya ia mengantongi penghasilan plus Rp1,05 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lele paiton dan sangkuriang memang membuat peternak jatuh hati. Marliana dan Erli terpincut karena kedua jenis lele itu mempunyai waktu budi daya singkat, 60 hari. "Dengan singkatnya masa produksi, perputaran uang juga cepat sehingga bisa menambah modal atau nafkah," kata Wagiran, Ketua Kelompok Perikanan Trunojoyo di Kulonprogo, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ade Sunarma MSi, periset sangkuriang dari BBPBAT, sangkuriang lahir sebagai jawaban keluhan peternak atas lamanya waktu budi daya dumbo. Saat pertama kali masuk di Tanah Air pada pertengahan 1990-an, masa budi daya lele asal Thailand itu cukup singkat, ukuran konsumsi dicapai 60--70 hari dari bibit ukuran 3--5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seiring terjadinya inbreeding alias perkawinan sedarah sesama induk, ukuran konsumsi dicapai 100 hari. "Makanya dilakukan perbaikan mutu sehingga muncul sangkuriang yang cepat panen," kata Ade. Alasan sama juga berlaku untuk paiton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tren&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi daya lele memang tengah marak. Penelusuran Trubus ke sentra lele seperti Bogor dan Indramayu (Jawa Barat), Kulonprogo dan Slemen (Yogyakarta), hingga Boyolali (Jawa Tengah) menunjukkan terjadinya kenaikan jumlah peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wagiran, di Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, kini terdapat 208 kelompok perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan. "Dari jumlah itu 70% di antaranya pembesar sangkuriang dan paiton."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tati, S.P. dari Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya, Departemen Kelautan dan Perikanan, peternak pemula lele pada 2008 mencapai 637 kelompok dengan anggota 6.200 peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya tidak terbatas di Pulau Jawa, tetapi ke daerah lain: Nusa Tenggara Barat (49 kelompok, 575 peternak), Nusa Tenggara Timur (14 kelompok 96 peternak), Jambi (15 kelompok, 183 peternak), hingga Riau (18 kelompok, 125 peternak), dan Kepulauan Riau (76 kelompok, 764 peternak). Jenis yang dikembangkan dumbo, sangkuriang, dan paiton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Saptono, Ketua Kelompok Tani Mino Ngremboko di Sleman, Yogyakarta, lele selalu dibutuhkan konsumen untuk memenuhi kecukupan gizi. Apalagi kini harga sumber protein hewani seperti daging sapi dan ayam sulit dijangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerap terbesar rumah makan kakilima atau warung tenda yang menjamur di sepanjang jalan kota-kota besar. "Kebutuhan mereka cenderung bertambah," kata Saptono yang mencontohkan kebutuhan Kota Gudeg 30 ton lele/hari, tetapi baru terpenuhi setengahnya. Hal sama terjadi di Jakarta (75 ton/hari) dan Malang (4 ton/hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tarik itu pula yang menggiring Sambas beternak sangkuriang. Peternak di Desa Kracak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor itu mengelola 10 kolam bervariasi ukuran: 6 m x 10 m dan 8 m x 10 m di lahan 1 hektare. Rata-rata setiap bulan ia memanen 4,2 ton lele. Sambas dengan mudah memasarkan hasil panenannya. "Berapapun produksi saya bisa menjualnya," kata dia. Mitra pedagang pengepul bahkan meminta Sambas menyuplai 1--3 ton per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Lampung Post (2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-5595086878441410194?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/5595086878441410194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/07/lele-paiton-dua-bulan-panen.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/5595086878441410194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/5595086878441410194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/07/lele-paiton-dua-bulan-panen.html' title='Lele Paiton, Dua Bulan Panen'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-2772296686981558055</id><published>2009-06-14T00:30:00.001+07:00</published><updated>2009-06-14T00:32:56.385+07:00</updated><title type='text'>BUDIDAYA KELINCI</title><content type='html'>SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt;Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di&lt;br /&gt;hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENTRA PERIKANAN&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS&lt;br /&gt;Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Ordo : Lagomorpha&lt;br /&gt;Famili : Leporidae&lt;br /&gt;Sub famili : Leporine&lt;br /&gt;Genus : Lepus, Orictolagus&lt;br /&gt;Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.&lt;br /&gt;Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian,&lt;br /&gt;Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New&lt;br /&gt;Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada&lt;br /&gt;sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain&lt;br /&gt;hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik&lt;br /&gt;untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANFAAT&lt;br /&gt;Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di asaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;br /&gt;Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, baubauan,suara bising dan terlindung dari predator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiapan Sarana dan Perlengkapan&lt;br /&gt;Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21 derajat C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungiternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya,kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup&lt;br /&gt;untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:&lt;br /&gt;1) Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.&lt;br /&gt;2) Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.&lt;br /&gt;3) Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembibitan&lt;br /&gt;Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut.Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan&lt;br /&gt;ternak yang cocok dipelihara. &lt;br /&gt;1) Pemilihan bibit dan calon induk Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.&lt;br /&gt;2) Perawatan Bibit dan calon induk&lt;br /&gt;Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.&lt;br /&gt;3) Sistem Pemuliabiakan&lt;br /&gt;Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:&lt;br /&gt;a. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.&lt;br /&gt;b. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.&lt;br /&gt;c. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.&lt;br /&gt;4) Reproduksi dan Perkawinan&lt;br /&gt;Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore&lt;br /&gt;hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.&lt;br /&gt;5) Proses Kelahiran&lt;br /&gt;Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang&lt;br /&gt;beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan&lt;br /&gt;1) Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;br /&gt;Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.&lt;br /&gt;2) Pengontrolan Penyakit&lt;br /&gt;Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.&lt;br /&gt;3) Perawatan Ternak&lt;br /&gt;Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat&lt;br /&gt;menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.&lt;br /&gt;4) Pemberian Pakan&lt;br /&gt;Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya. &lt;br /&gt;5) Pemeliharaan Kandang&lt;br /&gt;Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit&lt;br /&gt;dibersihkan dengan kreolin/lysol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt;1) Bisul&lt;br /&gt;Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.&lt;br /&gt;Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.&lt;br /&gt;2) Kudis&lt;br /&gt;Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh. &lt;br /&gt;Pengendalian: dengan antibiotik salep.&lt;br /&gt;3) Eksim&lt;br /&gt;Penyebab: kotoran yang menempel di kulit. Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.&lt;br /&gt;4) Penyakit telinga&lt;br /&gt;Penyebab: kutu. Pengendalian: meneteskan minyak nabati.&lt;br /&gt;5) Penyakit kulit kepala&lt;br /&gt;Penyebab: jamur. Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.&lt;br /&gt;Pengendalian: dengan bubuk belerang.&lt;br /&gt;6) Penyakit mata&lt;br /&gt;Penyebab: bakteri dan debu. Gejala: mata basah dan berair terus.&lt;br /&gt;Pengendalian: dengan salep mata.&lt;br /&gt;7) Mastitis&lt;br /&gt;Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar. Gejala: puting&lt;br /&gt;mengeras dan panas bila dipegang. Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.&lt;br /&gt;8) Pilek&lt;br /&gt;Penyebab: virus. Gejala: hidung berair terus. Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.&lt;br /&gt;9) Radang paru-paru&lt;br /&gt;Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: napas sesak, mata dan&lt;br /&gt;telinga kebiruan. Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.&lt;br /&gt;10) Berak darah&lt;br /&gt;Penyebab: protozoa Eimeira. Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah. Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.&lt;br /&gt;11) Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing.Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Utama&lt;br /&gt;Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Tambahan&lt;br /&gt;Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan&lt;br /&gt;Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASCAPANEN&lt;br /&gt;Stoving&lt;br /&gt;Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap .&lt;br /&gt;Pemotongan dapat dengan 3 cara:&lt;br /&gt;1) Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala dan saat koma  disembelih.&lt;br /&gt;2) Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini kurang baik.&lt;br /&gt;3) Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengulitan&lt;br /&gt;Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran Jeroan&lt;br /&gt;Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemotongan Karkas&lt;br /&gt;Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA&lt;br /&gt;1.Analisis Usaha Budidaya&lt;br /&gt;Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 20 ekor&lt;br /&gt;induk:&lt;br /&gt;1) Biaya Produksi&lt;br /&gt;a. Kandang dan perlengkapan Rp. 1.000.000,-&lt;br /&gt;b. Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000, Rp. 600.000,-&lt;br /&gt;c. Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,- Rp. 60.000,-&lt;br /&gt;d. Pakan&lt;br /&gt;- Sayur + rumput Rp. 1.000.000,-&lt;br /&gt;- Konsetrat (pakan tambahan) Rp. 2.000.000,-&lt;br /&gt;e. Obat Rp. 1.000.000,-&lt;br /&gt;f. Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,- Rp. 3.600.000,-&lt;br /&gt;Jumlah biaya produksi Rp. 9.260.000,-&lt;br /&gt;2) Pendapatan&lt;br /&gt;Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor&lt;br /&gt;Penjualan:&lt;br /&gt;a. Bibit: 20 x 15 x Rp. 20.000,- Rp. 6.000.000,-&lt;br /&gt;b. Kelinci potong 20 x 15 x Rp. 50.000,- Rp. 15.000.000,-&lt;br /&gt;c. Feses/kotoran Rp. 60.000,-&lt;br /&gt;d. Bulu Rp. 750.000,-&lt;br /&gt;Jumlah pendapatan Rp. 21.810.000,-&lt;br /&gt;3) Keuntungan Rp. 12.550.000,-&lt;br /&gt;4) Parameter kelayakan usaha - B/C ratio = 2,36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;br /&gt;Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;1) Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung Puyuh, Yasaguna,Jakarta.&lt;br /&gt;2) Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius, Yogyakarta.&lt;br /&gt;3) Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya, Jakarta.&lt;br /&gt;4) Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya,Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;br /&gt;1) Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS&lt;br /&gt;Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829&lt;br /&gt;2) Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan&lt;br /&gt;dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8,&lt;br /&gt;Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952,&lt;br /&gt;Situs Web: http://www.ristek.go.id&lt;br /&gt;Jakarta, Maret 2000&lt;br /&gt;Sumber : www.warintek.ristek.go.id/peternakan/budidaya/kelinci.pdf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-2772296686981558055?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/2772296686981558055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/06/budidaya-kelinci.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/2772296686981558055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/2772296686981558055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/06/budidaya-kelinci.html' title='BUDIDAYA KELINCI'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-5830788559013734163</id><published>2009-06-13T22:44:00.007+07:00</published><updated>2009-11-15T00:04:33.427+07:00</updated><title type='text'>Budidaya burung Puyuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BURUNG PUYUH&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;( Coturnix-coturnix Japonica )&lt;br /&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt;Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENTRA&lt;br /&gt;Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS&lt;br /&gt;Kelas : Aves (Bangsa Burung)&lt;br /&gt;Ordo : Galiformes&lt;br /&gt;Sub Ordo : Phasianoidae&lt;br /&gt;Famili : Phasianidae&lt;br /&gt;Sub Famili : Phasianinae&lt;br /&gt;Genus : Coturnix&lt;br /&gt;Species : Coturnix-coturnix Japonica&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANFAAT&lt;br /&gt;1. Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat&lt;br /&gt;2. Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya&lt;br /&gt;3. Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;br /&gt;1. Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk&lt;br /&gt;2. Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalurjalur pemasaran&lt;br /&gt;3. Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit&lt;br /&gt;4. Bukan merupakan daerah sering banjir&lt;br /&gt;5. Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;1. Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;2. Perkandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kandang untuk induk pembibitan&lt;br /&gt;Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan&lt;br /&gt;kemampuan mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan &lt;br /&gt;digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh&lt;br /&gt;dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kandang untuk induk petelur&lt;br /&gt;Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk   pembibit. Kandang ini mempunyai&lt;br /&gt;bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi&lt;br /&gt;bisa juga sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)&lt;br /&gt; Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu&lt;br /&gt; hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak&lt;br /&gt; puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang&lt;br /&gt; sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang&lt;br /&gt; sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm.&lt;br /&gt;(cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)&lt;br /&gt;Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas&lt;br /&gt;kandang biasanya berupa kawat ram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan&lt;br /&gt;Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat&lt;br /&gt;obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyiapan Bibit&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:&lt;br /&gt;      1. a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau&lt;br /&gt;               bebas dari kerier penyakit.&lt;br /&gt;       2. b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.&lt;br /&gt;       3. c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik&lt;br /&gt;               produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina&lt;br /&gt;               agar dapat menjamin telur tetas yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan&lt;br /&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;br /&gt;Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengontrolan Penyakit&lt;br /&gt;Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau&lt;br /&gt;dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian Pakan&lt;br /&gt;Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian Vaksinasi dan Obat&lt;br /&gt;Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt;1. Radang usus (Quail enteritis)&lt;br /&gt;Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)&lt;br /&gt;Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian:&lt;br /&gt;1. menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang;&lt;br /&gt;2. pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.&lt;br /&gt;3. Berak putih (Pullorum)&lt;br /&gt;Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.&lt;br /&gt;Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulubulu mengerut dan sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.&lt;br /&gt;4. Berak darah (Coccidiosis)&lt;br /&gt;Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.&lt;br /&gt;Pengendalian:&lt;br /&gt;1. menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;&lt;br /&gt;2. dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal,&lt;br /&gt;Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox&lt;br /&gt;5. Cacar Unggas (Fowl Pox)&lt;br /&gt;Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.&lt;br /&gt;Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.&lt;br /&gt;6. Quail Bronchitis&lt;br /&gt;Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.&lt;br /&gt;Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.&lt;br /&gt;Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.&lt;br /&gt;7. Aspergillosis&lt;br /&gt;Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.&lt;br /&gt;Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;8. Cacingan&lt;br /&gt;Penyebab: sanitasi yang buruk.&lt;br /&gt;Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANEN&lt;br /&gt;1. Hasil Utama&lt;br /&gt;Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.&lt;br /&gt;2. Hasil Tambahan&lt;br /&gt;Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASCAPANEN …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA&lt;br /&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;br /&gt;Investasi&lt;br /&gt;1. kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalur + tempat makan dan minum) Rp. 2.320.000,-&lt;br /&gt;2. kandang besar Rp. 1.450.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)&lt;br /&gt;1. ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-&lt;br /&gt;2. Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-&lt;br /&gt;3. Pakan (selama 60 hari) Rp. 2.981.200,-&lt;br /&gt;Jumlah biaya produksi Rp. 4.722.200,-&lt;br /&gt;Keadaan puyuh:&lt;br /&gt;�� Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina)&lt;br /&gt;�� Resiko mati 5%, sisa 1900&lt;br /&gt;�� Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)&lt;br /&gt;�� Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina dan Rp 725 jantan&lt;br /&gt;�� Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,- Minus Rp. -314.200,-&lt;br /&gt;3. Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)&lt;br /&gt;�� 200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-&lt;br /&gt;�� Obat (vitamin dan Vaksinasi) Rp. 290.000,-&lt;br /&gt;�� Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) Rp. 2.459.925,-&lt;br /&gt;Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan layak bibit) Rp. 5.264.051,-&lt;br /&gt;Jumlah biaya produksi Rp. 8.173.576,-&lt;br /&gt;Keadaan puyuh:&lt;br /&gt;�� Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari ratarata 85%, jumlah telur 1373 butir&lt;br /&gt;�� Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-&lt;br /&gt;�� Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-&lt;br /&gt;�� Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-&lt;br /&gt;�� Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-&lt;br /&gt;4. Keuntungan dari hasil penjualan Rp. 5.618.924,-&lt;br /&gt;5. Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan)&lt;br /&gt;0. Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-&lt;br /&gt;6. Pendapatan&lt;br /&gt;0. Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-&lt;br /&gt;1. Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-&lt;br /&gt;2. Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-&lt;br /&gt;3. Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-&lt;br /&gt;7. Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-&lt;br /&gt;Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur, baru kemudian puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. Analisa usaha dihitung berdasarkan hargaharga yang berlaku pada tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.ristek.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-5830788559013734163?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/5830788559013734163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/06/puyuh.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/5830788559013734163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/5830788559013734163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/06/puyuh.html' title='Budidaya burung Puyuh'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-7964526072826472881</id><published>2009-02-24T18:19:00.011+07:00</published><updated>2010-10-05T19:02:13.019+07:00</updated><title type='text'>Menebar Berkah Lewat Bisnis Ala Villa Domba</title><content type='html'>Diatas areal yang berbukit terhampar kandang-kandang domba diantara kebun kopi dan vanilli serta tanaman-tanaman lain disekitarnya. Dikelilingi kebun sayur para petani, suasana sepi dan kesejukan udara serta cuaca khas pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPalXhdp4I/AAAAAAAAARQ/8-kaFCsOwNc/s1600-h/DSCN2749.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPalXhdp4I/AAAAAAAAARQ/8-kaFCsOwNc/s200/DSCN2749.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306325121476962178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPbSpG63qI/AAAAAAAAARY/NIPp_YA_aCA/s1600-h/DSCN2750.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 129px; height: 96px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPbSpG63qI/AAAAAAAAARY/NIPp_YA_aCA/s200/DSCN2750.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306325899291582114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPbvGKOaAI/AAAAAAAAARg/NbliS3u-iHo/s1600-h/DSCN2751.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 129px; height: 96px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPbvGKOaAI/AAAAAAAAARg/NbliS3u-iHo/s200/DSCN2751.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306326388126410754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPcEvqJUYI/AAAAAAAAARo/wnXCdxAzyb0/s1600-h/DSCN2761.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPcEvqJUYI/AAAAAAAAARo/wnXCdxAzyb0/s200/DSCN2761.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306326760043401602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disana suatu kegiatan berjalan mengikuti hukum alam, kegiatan usaha sederhana dengan misi yang tidak sederhana sama sekali. Sebuah bisnis yang dijalankan menurut nurani dan cara-cara paling manusiawi yang pernah saya ketahui. Bagaimana bisnis ini dijalankan ?, adalah suatu hal yang k&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;emudi&lt;/span&gt;&lt;img src="file:///D:/domba/pic%20artikel/DSCN2750.JPG" alt="" /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;an &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;akan membuat kita tertarik  untuk mengetahuinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPdGWPD9MI/AAAAAAAAASA/iiNvm1dv14Q/s1600-h/menantang+domba.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 164px; height: 123px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPdGWPD9MI/AAAAAAAAASA/iiNvm1dv14Q/s200/menantang+domba.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306327887090283714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPdZU0i4jI/AAAAAAAAASQ/RZbOSd521pw/s1600-h/DSCN2888.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 164px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPdZU0i4jI/AAAAAAAAASQ/RZbOSd521pw/s200/DSCN2888.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306328213128143410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPdpTFSXcI/AAAAAAAAASY/rfbCTM5QNE8/s1600-h/DSCN2859.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 160px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPdpTFSXcI/AAAAAAAAASY/rfbCTM5QNE8/s200/DSCN2859.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306328487539400130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPd1uTq0WI/AAAAAAAAASg/xhJbrCvOSls/s1600-h/DSCN2870.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 167px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPd1uTq0WI/AAAAAAAAASg/xhJbrCvOSls/s200/DSCN2870.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306328701005910370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbicara masalah bisnis atau kegiatan usaha, maka yang mudah diingat orang adalah untung, balik modal dan resiko kerugian. Sama sekali luput dari perhatian kita, bahwa ternyata selain faktor-faktor tersebut masih ada faktor lain yang pada akhirnya akan menentukan nilai bisnis itu secara lebih bermakna. Salah satunya adalah kegiatan usaha yang dijalankan pada peternakan &lt;a href="http://dombagarut.blogspot.com/"&gt;Villa Domba&lt;/a&gt;, Bandung, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Faktor lain yang amat penting dalam bisnis adalah proses yang terjadi didalamnya dan proses itulah yang membuat Villa Domba berbeda dan bagaimana proses itu berjalan di &lt;a href="http://dombagarut.blogspot.com/"&gt;Villa Domba&lt;/a&gt;, kemitraan dilaksanakan, proses-proses perberdayaan serta beberapa hal lain yang pada &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;akhirnya memberi nuansa lain akan hakekat bisnis. Kegiatan usaha seolah menemukan ruh bisnisnya disini dan jika sudah demikian, maka faktor untung-rugi lebih dirasakan bagai hukum alam, seperti musim hujan dan kemarau. Sulit untuk sebagian orang memahami bagaimana mungkin menjalankan bisnis dengan ide-ide yang boleh dikatakan sedikit gila ini. Tetapai kembali lagi harus juga kita belajar dari banyak pengalaman orang-oran&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;g besar dengan pernyataan bahwa, hanya orang gila yang dapat merubah dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ditengah riuhnya tawaran bisnis menggiurkan dengan iming-iming cepat kaya, maka kita akan mendapatkan suatu penjabaran berbeda di &lt;a href="http://dombagarut.blogspot.com/"&gt;Villa Domba&lt;/a&gt; yang seolah memberi kesan bagaimana kita siap untuk tidak lekas kaya pada kegiatan bisnis yang mereka tawarkan. Suatu paradigma yang amat bertentangan dengan faham bisnis yang berkembang saat ini, karena menepis jurus yang dianggap paling jitu . Tetapi persoalannya ini sangat realistis sehingga tawaran ini terasa justru jadi lebih menarik!. Lalu dimanakah nilai lebihnya?.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam menjalankan bisnis atau memilih kegiatan usaha, orang sering berpatokan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pada untung-rugi dan hal lain menyangkut nilai uang. Padahal didalam kenyataannya seringkali kita temukan hal yang tidak terduga meskipun beberapa cara terbaik telah dilakukan. Toh gagal atau rugi bahkan bangkrut tetap saja terjadi. Kita mungkin masih ingat kejadian pada tahun 1997-1998 yang telah mementahkan semua ramalan pengamat ekonomi dan trik-trik para konsultan bisnis. Itu suatu pelajaran berharga yang dapat kita ambil hikmahnya. Dari kejadian itu kesimpulannya adalah tidak ada resep yang paling ampuh agar bisnis tidak rugi. Maka jika ada tawaran bisnis pasti untung, pernyataan tersebut seben&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;arnya amat bertentangan dengan makna bisnis itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPja110n5I/AAAAAAAAASw/FEPaBA_7c_k/s1600-h/DSCN2887.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPja110n5I/AAAAAAAAASw/FEPaBA_7c_k/s200/DSCN2887.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306334836241506194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;bersama sang pendiri villa domba semoga Allah senantiasa merahmatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=VJfYeziunDI&amp;amp;feature=channel_page"&gt;Villa Domba ke&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=VJfYeziunDI&amp;amp;feature=channel_page"&gt;san&lt;/a&gt; yang amat&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;men&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dala&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;m adalah bagaimana proses dilakukan didalam bisnis yang dijalankan. Karena sebenarnya bukan soal untung-rugi yang menjadi masalah dalam bisnis  tetapi bagaimana itu terjadi sehingga kemudian akan didapatkan cara untuk mengatasinya, karenanya proses didalam menjalankan bisnis sebenarnya jadi lebih punya arti ketimbang untung-rugi semata.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, jika anda memiliki kemauan, mereka akan mendidik anda didalam pelatihan yang akan membekali anda ilmu untuk mengelola usaha. Artinya selepas dari sana anda telah memiliki dua modal utama untuk memulai suatu usaha, yaitu; (1) kemauan  (2) pengetahuan(SDM). Itu lebih penting dari modal uang berapapun yang anda miliki. Jika anda ingin bermitra dengan mereka maka 2 hal yang anda miliki tadi sudah cukup untuk  jadikan anda seorang pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hebatnya bisnis yang dijalankan disana, maka menjadi sulit untuk dapat penulis gambarkan secara detail, bagaimana semua proses tersebut dilakukan dengan bijaksana dan keputusan dihasilkan dalam membuat kebijakan di Villa Domba, yang pasti anda akan temukan nuansa berbeda yang menjadikan bisnis ini khas dan terbuka untuk anda.&lt;br /&gt;Akhirnya sayapun harus berterima kasih kepada Tuhan karena sempat mampir dan mengenal mereka yang menjalankan kegiatan usaha di Villa Domba, Bandung, Jawa Barat. Dan saya sarankan anda mampir juga dan mengetahui apa saja yang telah membuat banyak orang ingin ikut dalam bisnis mereka, karena saya yakin jika anda datang kesana, maka akan anda temukan semua jawaban dan hal-hal yang telah membuatnya menarik dan akan membuat anda tertarik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-7964526072826472881?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/7964526072826472881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/02/menebar-berkah-lewat-bisnis-ala-villa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/7964526072826472881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/7964526072826472881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2009/02/menebar-berkah-lewat-bisnis-ala-villa.html' title='Menebar Berkah Lewat Bisnis Ala Villa Domba'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SaPalXhdp4I/AAAAAAAAARQ/8-kaFCsOwNc/s72-c/DSCN2749.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-1659657730660493712</id><published>2008-12-15T15:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T15:34:28.847+07:00</updated><title type='text'>Kreatif dan Inovatif dalam Bisnis</title><content type='html'>Mempunyai ide-ide baru yang terus mengalir adalah sangat penting. Ide-ide baru adalah darah kehidupan bisnis kita. Oleh karena itu, penting untuk mendorong kreativitas dan menjadi benar-benar inovatif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu diketahui bahwa kreativitas dan inovasi adalah dua hal yang berbeda. Kreativitas adalah segala hal yang berkaitan dengan memunculkan ide-ide baru, sedangkan inovasi berkaitan dengan penerapan ide-ide baru dalam suatu tindakan (action). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide-ide baru bisa sangat sulit untuk ditemukan. Ketika Anda menemukannya dan menerapkannya ke dalam tindakan, ide-ide baru tersebut dapat menjadi alat-alat pemasaran yang sangat powerful dan menjadi lisensi yang akan mendatangkan uang kepada kita. &lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu melahirkan ide-ide baru: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meminta Opini &lt;br /&gt;Anda dapat menyewa konsultan atau dengan cara sederhana mencari opini / pendapat dari seseorang yang tidak mengetahui sama sekali tentang bisnis Anda. Kita mungkin sangat sibuk mengurusi bisnis yang kita jalankan, sehingga seringkali menyebabkan kita tidak dapat melihat cara lain untuk melakukan sesuatu. Ada saat-saat ketika kita perlu untuk melangkah keluar dari lingkungan kita karena seringkali ide-ide yang digunakan dalam suatu bisnis tertentu dapat diterapkan dalam bisnis yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendorong Kreativitas Pegawai (Staff) &lt;br /&gt;Doronglah anggota tim Anda untuk menciptakan ide-ide baru dan mempersilakan mereka memberikan saran mengenai cara yang lebih baik atau lebih cerdas agar inovatif. Anda harus berpikiran terbuka (open-minded) dan menyemangati masukan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bertukar Pikiran (Brain Storm) &lt;br /&gt;Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan ide-ide baru adalah melalui brainstorming / diskusi. Ini bisa melibatkan keluarga, teman dan anggota tim. Tujuan kegiatan brainstorming adalah untuk mendapatkan banyak ide. Ingat, jumlahnya bukan kualitasnya. Pemilihan/penyaringan (refining) ide-ide bisa dilakukan belakangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mendidik kembali Pikiran Kita (Re-educate The Mind) &lt;br /&gt;Ada pepatah lama yang mengatakan, Janganlah Anda pernah berhenti belajar dan ini benar. Jika Anda akan membuat komitmen pribadi untuk terus belajar, Anda akan memperoleh hasilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membaca dan Berlangganan &lt;br /&gt;Ada banyak informasi bermanfaat di internet dan sebagian besar informasi tersebut gratis. Carilah informasi bidang-bidang bisnis lainnya jangan hanya informasi yang terkait dengan bisnis Anda karena Anda mungkin dapat menerapkan suatu ide yang benar-benar tidak berkaitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda seringkali dapat menemukan ide-ide di tempat-tempat yang tidak biasa. Koran atau majalah tentang bisnis ataupun fashion contohnya adalah sumber yang bernilai. Saat ini mudah untuk berlangganan sejumlah koran dalam negeri atau luar negeri, majalah atau newsletters. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melakukan Perjalanan (travel) akan Membuka Mata Anda &lt;br /&gt;Kunjungilah tempat-tempat yang berbeda atau bahkan tidak berhubungan dengan bidang bisnis Anda. Anda akan mendapatkan banyak pengetahuan secara gratis dari kegiatan ini yang nantinya dapat diterapkan dalam bisnis Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama berbisnis tentunya adalah untuk mendapatkan konsumen, dan sesungguhnya hanya ada dua cara untuk melakukannya …yaitu melalui Kreativitas dan Inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: wirausaha.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-1659657730660493712?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/1659657730660493712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/kreatif-dan-inovatif-dalam-bisnis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1659657730660493712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1659657730660493712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/kreatif-dan-inovatif-dalam-bisnis.html' title='Kreatif dan Inovatif dalam Bisnis'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-2082038413885804215</id><published>2008-12-15T15:24:00.001+07:00</published><updated>2008-12-15T15:33:08.902+07:00</updated><title type='text'>Memahami 9 Aspek Penting Sebelum Memulai Usaha</title><content type='html'>Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat visi dan misi bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalamkrisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalamtopik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pemasaran, pelayanan dan product brand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: wirausaha.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-2082038413885804215?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/2082038413885804215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/memahami-9-aspek-penting-sebelum.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/2082038413885804215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/2082038413885804215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/memahami-9-aspek-penting-sebelum.html' title='Memahami 9 Aspek Penting Sebelum Memulai Usaha'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-4228888702785732082</id><published>2008-12-15T15:11:00.001+07:00</published><updated>2008-12-21T13:50:27.338+07:00</updated><title type='text'>9 Bekal Memulai Usaha</title><content type='html'>saya ingin berbagi bekal kepada anda yang ingin membangun sebuah usaha baru. Sebagai seorang calon pengusaha, maka anda harus benar-benar memiliki bekal-bekal yang akan coba saya paparkan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan memiliki bekal yang cukup, maka anda akan siap mengarungi samudera dunia usaha yang penuh tantangan dan persaingan.&lt;br /&gt;1. Mulailah dengan sebuah mimpi.&lt;br /&gt;Banyak orang takut bahkan berusaha keras untuk tidak bermimpi, apalagi ditengah situasi perekonomian yang makin ga jelas seperti sekarang. Namun, apa yang terjadi? Karena enggan bermimpi untuk besar, maka selamanya kita akan menjadi orang kecil. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinlah produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started : Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.&lt;br /&gt;2. Cintailah Produk Anda.&lt;br /&gt;Dengan mencintai suatu produk, anda akan mudah memberikan seluruh kekuatan tenaga dan pikiran untuk mensukseskan produk anda. Produk yang anda cintai akan selalu tampak luar biasa di mata anda. Dan akibatnya, saat anda berpromosi kecintaan anda mampu mempengaruhi orang lain calon pembeli potensial anda.&lt;br /&gt;3. Belajar dan Belajar&lt;br /&gt;Banyak pengusaha yang mendapatkan sedikit kesuksesan kemudian enggan belajar dan berkembang. Padahal belajar itu tak mengenal batas. Saat anda sukses di suatu bidang, maka pelajari lebih dalam bidang tersebut. Jika anda makin mengenal bidang pekerjaan anda, maka anda akan menemukan banyak sekali peluang-peluang usaha baru yang menanti tangan emas anda.&lt;br /&gt;4. Berani Ambil Resiko&lt;br /&gt;Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan “entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.&lt;br /&gt;5. Mintalah Nasehat&lt;br /&gt;Dapatkan pandangan lain dari orang lain. Tanyakan pada sang ahli. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.&lt;br /&gt;6. Kerja Keras dan Etos Kerja&lt;br /&gt;Anda mungkin sering mendengar Smart Work, tapi seorang entreprenuer tak hanya menggunakan cara cepat dan gampang. Dia harus bekerja keras. Pengusaha pemula harus mengerahkan segenap kemampuannya dalam memulai usaha. Bahkan saat tidur sekalipun pikirannya tetap bekerja mengumpulkan mimpi dan rencana-rencana kerja&lt;br /&gt;7. Silaturahmi&lt;br /&gt;Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.&lt;br /&gt;8. Bertemanlah dengan kegagalan&lt;br /&gt;Hadapi kegagalan dengan tangan terbuka. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah ! Kegagalan kecil dapat menjadi imunisasi bagi usaha anda. Anda takkan pernah melakukan persiapan penting jika tak pernah gagal sebelumnya. Saat anda gagal, itu berarti anda telah sukses menemukan sebuah solusi penanggulangannya.&lt;br /&gt;9. Lakukan Sekarang !!&lt;br /&gt;Tunggu apa lagi?? Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok belum tentu milik kita. Kesempatan itu datangnya hanya sekali. Sekali anda melewatkan sedetik kesempatan, jangan harap dia akan terulang lagi di waktu sama.&lt;br /&gt;Sumber: info.anekamesin.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-4228888702785732082?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/4228888702785732082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/9-bekal-memulai-usaha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4228888702785732082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4228888702785732082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/9-bekal-memulai-usaha.html' title='9 Bekal Memulai Usaha'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-6254430284612354282</id><published>2008-12-15T15:07:00.002+07:00</published><updated>2008-12-21T13:51:46.558+07:00</updated><title type='text'>memulai dan mengelola bisnis</title><content type='html'>Penulis buku Rahasia Sukses Toko Tionghoa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Istijanto Oei&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; mengajak belajar dari orang Tionghoa yang terkenal lihai dalam memulai dan mengelola bisnis. Berikut adalah tipsnya:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Mulailah dengan jenis usaha berdasarkan keahlian atau hobi keluarga Anda. Dengan demikian Anda cukup menguasainya dan bersemangat untuk mengembangkannya.&lt;br /&gt;2. Carilah lokasi usaha yang paling potensial. Anda bisa sesuaikan dengan segmentasi dan jenis usaha Anda.&lt;br /&gt;3. Perhatikan tempat dan buat semenarik mungkin. Jika perlu renovasi, tekan biayanya. Soal modal, sesuai dengan prinsip orang Tionghoa, jangan ragu memulai dari 'nol'.&lt;br /&gt;4. Membuka toko berarti harus cerdik menentukan barang yang paling cepat laku dari jenis usaha Anda, karena nanti modal akan banyak tersedot untuk pengadaan barang yang paling cepat laku tersebut.&lt;br /&gt;5. Jika dana terbatas untuk modal pengadaan barang, bisa juga meminjam barang saudara atau rekanan yang mau dititipkan. "Atau konsinyasi dari pemasok 'beli kalau laku", atau dengan membuat gudang bersama," ujar Istijanto.&lt;br /&gt;6. Saat pembukaan toko, jangan lupa mengundang sanak saudara atau relasi.&lt;br /&gt;7. Hati-hati dalam mencari relasi bisnis. Carilah relasi yang dapat dipercaya. Orang Tionghoa lebih sering memakai hubungan keluarga. "Jangan mudah percaya pada orang," tandas Istijanto.&lt;br /&gt;8. Perhatikan kualitas barang-barang yang diperoleh dari relasi, jangan langsung senang memperoleh barang murah dan selalu ingat bernegosiasilah dengan pemasok soal harga. Akan lebih baik Anda membangun jejaring dengan toko-toko lain, sehingga mengetahui informasi-informasi penting bagi usaha Anda atau memiliki cukup pasokan barang dengan gudang bersama.&lt;br /&gt;Komitmen Pemilik&lt;br /&gt;9. Sejak awal, pemilik harusnya mulai berkomitmen untuk memperhatikan penuh usahanya ini. Dalam kebiasaan Tionghoa, pemilik harus ada di toko itu. Pemilik harus disiplin berada di tokonya setiap hari.&lt;br /&gt;10. Dalam bergaul dengan karyawan dan pembeli jangan menempatkan diri sebagai bos. "Justru pemilik harus terjun langsung melayani pembeli. Karena pembeli paling suka bertemu langsung dengan pemilik," ujar Istijanto. Dengan berada di toko, pemilik berarti mengusahakan secara eksternal membangun kepercayaan pembeli dan secara internal mengontrol langsung karyawannya.&lt;br /&gt;Sumber: kompas.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-6254430284612354282?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/6254430284612354282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/memulai-dan-mengelola-bisnis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6254430284612354282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6254430284612354282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/memulai-dan-mengelola-bisnis.html' title='memulai dan mengelola bisnis'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-6653138672308770766</id><published>2008-12-15T15:06:00.001+07:00</published><updated>2008-12-15T15:06:37.886+07:00</updated><title type='text'>Usaha Keripik Buah dan Keripik Sayur</title><content type='html'>Ingin memulai usaha keripik buah dan kripik sayur ? Tentu ada beberapa hal yang harus Anda siapkan agar usaha Anda cepat berjalan dan sukses.&lt;br /&gt;Saat Anda ingin memulai usaha keripik buah dan kripik sayur, hal-hal yang perlu Anda siapkan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Modal Usaha&lt;br /&gt;Modal awal untuk memulai usaha ini dialokasikan untuk membeli peralatan / mesin vacuum frying. Kapasitas mesin ideal untuk usaha minimal 5 kg/proses. Memang kami juga membuat mesin dengan kapasitas lebih kecil, namun kalau tujuan untuk usaha sebaiknya yang 5 kg ke atas. Pertimbangannya, biaya operasional mesin 1,5 kg - 5 kg nyaris sama. Anda bayangkan saja, lama menggoreng hampir sama 45 menit, pemakain LPG hampir sama juga, tenaga kerja tentu juga sama.&lt;br /&gt;Sehingga berdasarkan pertimbangan efisiensi, maka pilih kapasitas mesin yang 5 kg. Tapi jika Anda punya dana berlebih, silahkan memilih mesin yang kapasitas lebih besar, agar lebih efisien lagi&lt;br /&gt;2. Lokasi Produksi&lt;br /&gt;Lokasi produksi digunakan sebagai tempat Anda nanti memproduksi keripik buah dan sayur. Luas ruangan minimal 2×2 m, jika bisa lebih besar tentu lebih baik lagi.&lt;br /&gt;3. Listrik&lt;br /&gt;Mesin vacuum fryer yang kami produksi menggunakan listrik rata-rata 750 watt/ 220 V untuk kapasitas 5 kg PV1 (instalasi listrik minimum berarti 900 watt). Kalau kapasitas 10 kg PV1 2200 watt / 220 V (instalasi listrik minimum rumah Anda berarti harus di atasnya).&lt;br /&gt;4. Bahan Baku&lt;br /&gt;Anda ingin produksi keripik apa ? Semua terserah Anda. Masing-masing daerah biasanya punya produk buah tertentu yang berlimpah. Seperti di Malang misalnya yang berlimpah akan buah apel, sehingga keripik apel bisa menjadi produk andalan keripik buah di sini. Demikian juga kalau di Lumajang, yang berlimpah buah nangka. Di Daerah Anda buah apa yang berlimpah ?&lt;br /&gt;Saya yakin, hampir semua buah dan sayur ada di daerah Anda. Anda bisa memproduksi aneka keripik buah dan sayur dengan mudah&lt;br /&gt;Bahan lain yang perlu Anda siapkan adalah minyak goreng dan LPG. Anda bisa memilih minyak goreng yang bermerek jika memungkinkan. Menggunakan minyak goreng tanpa merek yang dijual di pasar bisa saja, hanya kadang kalau minyak gorengnya tidak jernih maka hasil keripik biasanya warna tidak bisa sempurna.&lt;br /&gt;5. Siap Berwirausaha&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, saat Anda memutuskan menjadi pengusaha keripik buah dan kripik sayur, Anda harus siap untuk berwirausaha. Ini tentu sama dengan memulai usaha-usaha lainnya. Fisik, mental dan spiritual harus siap meniti jalur entrepreneur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: keripikbuah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-6653138672308770766?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/6653138672308770766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/usaha-keripik-buah-dan-keripik-sayur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6653138672308770766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6653138672308770766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/usaha-keripik-buah-dan-keripik-sayur.html' title='Usaha Keripik Buah dan Keripik Sayur'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-6735676838266267404</id><published>2008-12-15T15:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T15:05:38.826+07:00</updated><title type='text'>Usaha dgn Modal kecil</title><content type='html'>Jika ingin memiliki usaha, baik kecil maupun besar, kita harus memiliki suatu gagasan mengenai bisnis apa yang akan digarap. Dari mana gagasan usaha itu muncul? Gagasan bisnis akan lebih mudah kita dapat apabila kita peka dan peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat sekitar (mulai setingkat RT hingga nasional, bahkan internasional). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peduli kepada diri sendiri adalah bagaimana kita mengenali kemampuan, minat, bakat, dan lain sebagainya. Banyak wiraswastawan yang berhasil karena dia dapat memanfaatkan kemampuan/minat/bakat yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan kejelian melihat peluang pasar. &lt;br /&gt;Bagaimana seorang Purdi E. Chandra (pemilik Lembaga Pendidikan Primagama) memulai usaha? Beliau beranjak dari kemampuan diri sendiri, yakni mengajar dan dikombinasikan dengan kejelian melihat pasar atau peluang dengan banyaknya siswa SMA yang ingin lulus tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Ia pun mendirikan bimbingan belajar. Apakah dengan kemampuan dan adanya potensi pasar, Purdi E. Chandra dapat menjaring banyak siswa pada awalnya? Ternyata tidak. Mengapa? Karena masyarakat atau pasar belum yakin dan belum melihat apakah ia benar dapat membimbing siswa sehingga dapat lolos tes ke perguruan tinggi negeri? Apa yang dilakukannya? Pada awalnya ia melakukan promosi dengan menggratiskan biaya kursus bagi siswa pada saat bisnis tersebut mulai dijalankan. Setelah terbukti dan masyarakat yakin, mulailah bimbingan belajar tersebut berkembang dengan pesat, bahkan ia sekarang memiliki banyak jenis usaha dari hasil bisnis bimbingan belajar tersebut. &lt;br /&gt;Ada lagi contoh seorang pengusaha sampah di Bandung yang sukses dan berhasil mengembangkan usaha daur ulang sampah. Bahkan, kini beliau memiliki beberapa jenis usaha di antaranya menjadi pengembang perumahan. Dari mana ide bisnisnya berasal? Banyak sampah berserakan, dan ia melihat banyak jenis sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik menjadi bijih plastik, dsb. Bayangkan, sampah dapat dikelola menjadi sebuah bisnis besar! Dari mana ide bisnisnya? Dari melihat lingkungan sekitar! Bila saat ini kita tidak memiliki gagasan, kurang mampu mengamati lingkungan sekitar, cobalah untuk mencari teman atau kenalan baru sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya, bacalah iklan peluang usaha di koran/surat khabar. Amati iklan-iklannya, terutama iklan mininya setiap hari. Banyak yang menawarkan peluang usaha atau produk-produk yang dijual yang sesungguhnya kita memiliki peluang untuk ikut memasarkan produk tersebut. Bila kita jeli, mungkin dapat membuat produk serupa dengan kemampuan yang kita miliki dengan harga dan kualitas lebih baik. Hubungi orang tersebut, mintalah penjelasan selengkap-lengkapnya agar kita dapat memasarkan produk tersebut. Namun hati-hati! Karena banyak praktik money game atau bahkan penipuan. Kunci untuk menghindari penipuan adalah jangan ikut ke dalam bisnis yang mengharuskan kita menyetorkan uang terlebih dahulu, sebelum kita mencoba atau mendapatkan manfaatnya. Cobalah untuk meminta ikut memasarkan produk tersebut terlebih dahulu secara freelance, kemudian setelah yakin kita mampu menjual, bolehlah membeli produk tersebut untuk persediaan. &lt;br /&gt;Jadi kunci memulai usaha adalah gagasan bisnis! Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah&lt;br /&gt;sebagai berikut: &lt;br /&gt;LAKUKAN PENGAMATAN DAN PENDALAMAN MENGENAI SELUK-BELUK BISNIS TERSEBUT. &lt;br /&gt;Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha. &lt;br /&gt;LAKUKAN UJI COBA DENGAN CARA TES PASAR &lt;br /&gt;Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar. &lt;br /&gt;SUSUNLAH RENCANA USAHA. &lt;br /&gt;Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan. &lt;br /&gt;MULAILAH SAAT INI. &lt;br /&gt;Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada. &lt;br /&gt;HADAPI DAN ATASI HAMBATAN ATAU KEGAGALAN. &lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin. &lt;br /&gt;JENIS USAHA &lt;br /&gt;Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah: &lt;br /&gt;Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas. &lt;br /&gt;Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba. &lt;br /&gt;Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain &lt;br /&gt;Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat. &lt;br /&gt;Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;REFRINAL, SKH., MM &lt;br /&gt;Akademisi, Marketing Inspirator &lt;br /&gt;Senior Trainer &amp; Researcher pada QuickStart Institute Jakarta&lt;br /&gt;Sumber: dc parfum.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-6735676838266267404?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/6735676838266267404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/usaha-dgn-modal-kecil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6735676838266267404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6735676838266267404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/usaha-dgn-modal-kecil.html' title='Usaha dgn Modal kecil'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-6159854572142408484</id><published>2008-12-15T15:03:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T15:04:41.667+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Harus Menunggu jika Bisa Mulai Sekarang!</title><content type='html'>Nanti sajalah kalau saya sudah punya banyak uang.&lt;br /&gt;Saya ingin punya usaha sendiri, tapi, jangan sekarang.&lt;br /&gt;Perjalanan saya masih jauh untuk meraih &lt;br /&gt;cita-cita saya.&lt;br /&gt;Perlengkapan usaha saya belum komplit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara meraih sukses. Salah satu cara adalah memulai usaha sendiri. Jika memang ”jalan” ini yang Anda pilih (memulai usaha sendiri), artikel ini memang untuk Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKUATAN 4 S &lt;br /&gt;Sebelum kita mengambil langkah pertama memulai usaha sendiri, ada empat hal yang bisa kita gunakan sebagai kekuatan untuk mendorong kita mewujudkan mimpi kita: memiliki usaha sendiri yang sukses. &lt;br /&gt;Sekarang. Meraih cita-cita, apa pun itu bentuknya memang tidaklah semudah membalik telapak tangan. Semua upaya untuk mewujudkan cita-cita, termasuk juga memulai usaha sendiri, mengandung berbagai risiko: kegagalan, kesulitan dana, berbagai masalah dan hambatan lainnya. Tetapi, upaya ini juga tidak sesulit memindahkan gunung. Untuk sukses dalam menekuni sebuah usaha, memang memerlukan waktu dan kesiapan. Tapi, jika semua itu tidak kita mulai sekarang, lalu kapan lagi? Jika kita tidak memulai sekarang, mungkin sekali kita tidak akan pernah punya keberanian untuk memulai. Jadi jangan sampai kita menyesal kemudian. &lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa kita lakukan sekarang: mempersiapkan diri, mempelajari ataupun memantapkan keterampilan yang diperlukan, memupuk pengalaman berharga, melakukan riset kecil untuk menentukan kebutuhan pasar ataupun perubahan kebutuhan yang bisa kita akomodasi melalui usaha yang akan kita bentuk, mencari informasi mengenai segala persyaratan dan aturan hukum yang terkait dengan usaha yang akan kita mulai (dokumen yang perlu dilengkapi, aturan main yang perlu dipatuhi), dan mencari dukungan dana, sumber daya manusia, dan nasihat yang diperlukan. ”You don’t have to be great to get started, but you have to get started to be great,” (Anda tidak perlu menjadi besar dulu untuk memulai, tapi Anda harus memulai dulu untuk menjadi ”besar”, begitulah yang dikatakan Les Brown. Kata-kata bijak Les Brown ini mungkin bisa membantu kita untuk memulai mengambil langkah pertama menuju cita-cita kita. &lt;br /&gt;Sedikit. ”Saya belum punya cukup uang. Saya belum punya banyak pengalaman. Saya belum punya ruang usaha.” Selain waktu, kelengkapan sarana dan prasarana sering menjadi alasan bagi kita untuk menunda memulai usaha sendiri. Sebenarnya, dalam memulai usaha, kita tidak perlu menunggu sampai semua yang kita perlukan ada. Mulai dengan memanfaatkan yang ada, untuk kemudian bisa kita lengkapi sedikit demi sedikit sejalan dengan berkembangnya usaha kita. Sebagai ilustrasi, kita bisa meneladani apa yang dilakukan oleh Daisy Braxton. Wanita pengusaha jasa kebersihan gedung ini, tidak menunggu sampai ia memiliki banyak pegawai, dan banyak peralatan untuk memulai usahanya. Ia memasarkan jasanya ke berbagai pemilik gedung. Begitu pesanan diterima dari satu pemilik gedung kecil, ia langsung merekrut dua karyawan untuk membantunya, dan membeli perlengkapan yang diperlukan dari uang muka yang didapatkan. Dari satu gedung dan dua karyawan, dalam kurang dari lima tahun, Daisy berhasil mengembangkan usahanya menjadi besar dengan omzet yang 500% lebih tinggi dari saat ia pertama kali memulai.&lt;br /&gt;Sendiri. Memulai sebuah usaha memang sering kali memerlukan dukungan orang lain: keluarga, teman, karyawan, bank, pelanggan. Tapi, sebelum kita mendapatkan dukungan orang lain, kita perlu mulai dari diri sendiri. Kita perlu meyakinkan diri sendiri bahwa kita bisa sukses. Jika kita sendiri sudah memiliki keyakinan ini, akan lebih mudah bagi kita untuk meyakinkan orang lain untuk mendukung kita. Walt Disney, sebelum memulai usahanya di bidang pembuatan film-film kartun yang menghibur banyak orang, memiliki keyakinan yang kuat akan ide bisnis yang dimilikinya. Dengan keyakinan yang kuat ini, ia berhasil meyakinkan saudara laki-lakinya untuk bersama-sama merintis usaha pembuatan film kartun. Karena mereka belum memiliki tempat usaha, Disney dan saudaranya kemudian mengunjungi paman mereka yang memiliki sebuah ruangan yang belum dimanfaatkan. Mereka pun berhasil meyakinkan paman mereka untuk meminjamkan ruangan tersebut untuk diubah menjadi sebuah studio mini. &lt;br /&gt;Senang. Modal utama dari sebuah usaha adalah ”rasa senang”. Kita perlu menyenangi bisnis yang kita terjuni. Tanpa rasa cinta pada apa yang akan kita kerjakan, akan mudah bagi kita untuk menyerah ketika harus menghadapi berbagai masalah dan kendala yang menghadang. Seperti ibaratnya orang yang sedang jatuh cinta, ke gunung pun kita ikut, ke lembah kita turut, menyebrangi lautan bukan masalah, ke bulan (jika perlu) kita jalani juga. Ini menunjukkan bahwa jika kita sudah jatuh cinta pada sebuah usaha, maka masalah, halangan dan hambatan tidak akan mematahkan semangat kita untuk terus berjuang meraih sukses. Misalnya saja Steve Case, pemilik American On Line (AOL), sebuah perusahaan jasa komunikasi di industri Internet yang membuka akses bagi orang-orang untuk memasuki dunia maya. Dari sejak kecil, Steve senang sekali berkomunikasi dengan banyak orang, terutama melalui surat. Tapi, sarana pos memakan waktu lama, dan biaya yang makin tinggi jika jarak semakin jauh. &lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah biaya dan jarak, Steve akhirnya membangun usaha yang memungkinkan masyarakat untuk mengirim surat dengan lebih cepat dan lebih murah melalui sarana surat elektronik (email). Dalam membangun usahanya ini, banyak kendala dan tantangan yang dihadapi, antara lain: Ketika AOL sedang mengalami kesulitan, Bill Gates pernah membujuk Case untuk menjual usahanya ini kepada sang Kaisar Microsoft, tapi Steve Case menolak dan tetap mempertahankan usahanya. Semua hambatan tersebut tidak mematahkan semangat Steve Case, yang telah jatuh cinta pada dunia komunikasi elektronik, untuk tetap menekuni dan mengembangkan usahanya. Ternyata keputusan ini berhasil membawa Steve Case dan AOL perusahaannya ke jenjang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER IDE&lt;br /&gt;Setelah kita yakin untuk memulai usaha sendiri, lalu usaha apa yang menguntungkan untuk kita mulai? Mungkin sumber-sumber ide berikut bisa kita gali untuk menetapkan jenis usaha yang paling tepat bagi kita dan pasar yang paling pas untuk kita bidik.&lt;br /&gt;Pekerjaan dan Keterampilan. Menurut William E Heinecke, seorang pengusaha sukses di bidang makanan dan pariwisata di Thailand, dalam bukunya The Entrepreneur, pekerjaan yang kita tekuni, dan keterampilan yang sudah kita miliki merupakan sumber yang kaya akan ide bisnis yang tepat untuk kita. Alasannya? Dari sinilah (pekerjaan yang telah sekian lama kita jalankan, dan keterampilan yang sudah kita kembangkan) insting bisnis kita dibentuk dan dipupuk. Mary Kay Ash, sang Ratu Kosmetik, Norman Monath, pengusaha di bidang penerbitan, dan William Colgate si Raja Sabun memilih ide usaha dari pekerjaan yang pernah mereka tekuni dan keterampilan yang sudah mereka miliki. Mary pernah bekerja di perusahaan kosmetik dan menjadi tenaga penjual di perusahaan tersebut sebelum akhirnya terjun untuk membangun perusahaan kosmetiknya sendiri. &lt;br /&gt;William Colgate, sebelum membangun usahanya sendiri, pernah bekerja di perusahaan sabun milik orang lain. Dari pekerjaannya ini, ia mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen, serta mengembangkan jaringan perkenalan dengan orang-orang yang tepat yang harus dihubungi di bisnis yang ia tekuni tersebut. Norman Monath, memulai karier di perusahaan penerbitan milik orang lain. Ia bahkan sempat belasan tahun menimba ilmu di perusahaan ini dan menajamkan keterampilan editing dan pengelolaan bisnis sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun usaha penerbitannya sandiri.&lt;br /&gt;Minat dan Hobi. Sumber kedua yang juga tidak kalah pentingnya adalah minat dan hobi yang kita miliki. Kedua hal ini merupakan sumber yang memiliki kekuatan yang ampuh dalam membangun keyakinan serta motivasi bagi kita untuk memulai usaha. Umumnya orang tidak merasa terbeban untuk melakukan yang ia senangi (misalnya: minat dan hobi). Ini merupakan modal kuat bagi seorang wiraswastawan yang menekuni dunia yang memang ia cintai. Bill Gates mengandalkan hobi dan minatnya di bidang komputer sebagai sumber ide memulai kerajaan bisnisnya yang sekarang telah menggurita di seluruh dunia. &lt;br /&gt;Anita Roddick, nakhoda perusahaan kosmetik yang mengandalkan bahan-bahan alami, Body Shop, terpacu memulai usahanya, karena minatnya yang besar di bidang perlindungan alam, terutama satwa. Sehingga ia akhirnya memiliki ide untuk membuat perusahaan kosmetik yang bahan bakunya adalah dari bahan nabati, bukan hewani (jadi tidak perlu membunuh hewan). Anita yakin, ada banyak orang yang memiliki pendapat yang sama untuk melindungi hewan dari kepunahan. Inilah peluang yang dibidiknya, dan yang ternyata memang telah terbukti merupakan bidikan yang tepat. Beberapa mantan olahragawan nasional (Susi Susanti, Elfira Nasution), mengembangkan usaha mereka di jalur yang sesuai dengan minat, hobi, dan pengalaman kerja: menjadi pelatih, membuka sekolah olah raga, dan toko peralatan olah raga.&lt;br /&gt;Pengalaman. Pengalaman diri sendiri dan juga orang lain (apa yang kita alami, ataupun yang dialami oleh orang lain), selain merupakan guru yang baik, juga merupakan sumber ide bisnis yang kaya. Pengalaman, terutama yang buruk, memberikan kesan yang mendalam bagi kita, yang tidak mudah untuk dilupakan. Jika pengalaman tersebut adalah pengalaman buruk, maka tentunya kita tidak ingin pengalaman tersebut terulang lagi. Kita akan berusaha mencari jalan ”baru” untuk menghindari kesulitan dan masalah yang pernah kita alami. Jalan baru inilah yang memacu munculnya ide-ide bisnis yang brilian seperti yang dialami oleh Ralph Schneider dan King C. Gillette. Ralph Schneider mendapatkan ide untuk meluncurkan Diners Club (yang menjadi cikal bakal kartu kredit), dari pengalaman buruknya di sebuah restoran. Saat itu, ketika akan membayar makanan yang dipesan, Ralph baru sadar bahwa ia tidak punya uang tunai karena ia tidak membawa dompetnya. King C Gillette, merasa kesal karena sering terluka ketika ia bercukur di pagi hari dengan alat cukur yang berat dan tidak praktis. Dari pengalaman buruk inilah, ia mendapatkan ide untuk membuat pisau cukur yang ringan, relatif aman dan praktis (bisa dibuang setelah sekali dipakai). &lt;br /&gt;Pengamatan. Selain pengalaman, pengamatan ternyata juga adalah sumber ide bisnis yang tak habis-habisnya. Dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita bisa menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, yang bisa kita jadikan peluang bisnis. Bahkan, pengamatan ini merupakan keterampilan yang harus dimiliki seorang wiraswastawan. Pada prinsipnya, identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi merupakan konsep dari dari upaya membangun usaha. Dari pengamatan ini, banyak ide bisnis dan peluang bisnis yang bisa terus digali untuk dikembangkan. Dari hasil pengamatannya terhadap masyarakat sekitar pada waktu itu, Isaac Merritt Singer berhasil mengidentifikasi kebutuhan masyarakat akan mesin jahit untuk rumah tangga. Ide ini dituangkan menjadi peluang bisnis yang kemudian diwujudkannya dengan membuat mesin jahit yang praktis untuk digunakan di rumah (bukan di pabrik). George Eastman, juga mendapatkan ide bisnis dari hasil pengamatannya. Dulu, kamera bentuknya sangat besar, berat, harganya mahal, dan sulit dibawa ke sana-sini. Padahal banyak orang yang senang untuk difoto, dan banyak peristiwa yang perlu diabadikan. Untuk itulah, ia akhirnya memproduksi kamera yang kecil dan portable (ringan dan praktis untuk di bawa ke mana-mana.&lt;br /&gt;Ingin memulai usaha sendiri? Jika ada yang bisa dimulai sekarang, mengapa harus menunggu lagi? Lebih cepat dimulai, lebih cepat pula dituai. Mulailah sekarang, mulailah dari sarana yang ada, mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari apa yang disenangi. Dari mana sumber ide didapat? Dari pekerjaan dan keterampilan, dari minat dan hobi, dari pengalaman, dan dari pengamatan. Ide-ide ini kemudian bisa dituangkan menjadi sebuah rencana bisnis. Selamat memulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Roy Sembel, Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina Nusantara (www.roy-sembel.com), Sandra Sembel, Direktur Utama Edpro (Education for Professionals), edpro@cbn.net.id&lt;br /&gt;Sumber: Sinar Harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-6159854572142408484?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/6159854572142408484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/mengapa-harus-menunggu-jika-bisa-mulai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6159854572142408484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6159854572142408484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/mengapa-harus-menunggu-jika-bisa-mulai.html' title='Mengapa Harus Menunggu jika Bisa Mulai Sekarang!'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-4557555892667948515</id><published>2008-12-15T15:01:00.001+07:00</published><updated>2010-10-05T19:01:59.525+07:00</updated><title type='text'>Bisnis Modal Dengkul</title><content type='html'>Logikanya, bisnis pasti memerlukan modal uang, bukan modal dengkul. Jadi, mana mungkin memulai bisnis dengan modal dengkul? Mungkin saja. Ingin tahu rahasianya? Baca terus yang berikut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MODAL DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata memulai suatu bisnis tidak harus selalu diawali dengan uang. Uang memang penting, tetapi ternyata bukan yang terpenting. Ada tiga modal dasar yang harus kita miliki jika ingin memulai suatu usaha.&lt;br /&gt;Keberanian. Jika ingin memulai usaha baru, modal pertama dan terutama bukanlah uang, tetapi keberanian: keberanian berubah, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk bertindak, keberanian untuk gagal, dan keberanian untuk sukses. Segunung ide dan segudang uang tak ada artinya tanpa keberanian. Henry Nestle, raja bisnis dalam industri makanan bayi dan makanan kering, memulai bisnisnya dari keberanian untuk berubah. Pada masa krisis ekonomi berkepanjangan, sulit bagi rakyat di negaranya untuk mencari makanan untuk bayi. Nestle yang pada saat itu adalah seorang ahli kimia, menggunakan keahliannya untuk menemukan solusi terbaik bagi makanan bayi yang mudah dibuat dan bergizi. Setelah berjuang untuk berusaha, akhirnya Henry berhasil menemukan ramuan yang paling tepat untuk makanan bayi. Temuannya ini kemudian dikembangkan menjadi bisnis yang berhasil dan mendunia. &lt;br /&gt;Keyakinan. Selain keberanian, kita juga perlu memiliki keyakinan sukses. Keyakinan ini hanya bisa kita dapatkan jika kita memiliki mimpi sukses yang jelas. Semakin jelas gambaran kita mengenai mimpi kita, semakin tinggi derajat keyakinan kita untuk sukses. Dengan gambaran yang jelas, akan lebih mudah bagi kita untuk mempersiapkan semua yang diperlukan ataupun dipersyaratkan bagi terwujudnya mimpi tersebut. Kenichi Ohmae, ”Management Guru” dari Jepang, melihat perlunya semua orang, terutama pelaku bisnis untuk memiliki gambaran kesuksesan mereka di masa depan dengan jelas, karena gambaran yang jelas ini dapat menumbuhkan keyakinan untuk mewujudkannya secara proaktif. Keyakinan juga bisa ditumbuhkan dari persiapan yang cukup. Charles Schwab seorang investor yang merupakan pionir dalam mendirikan perusahaan pialang, dengan menuliskan semua yang ingin diraihnya secara rinci. Rincian mimpi sukses ini disusun kembali berdasarkan prioritas yang ingin dicapainya, dan rencana aksi untuk mencapainya. Strategi penyusunan prioritas dan rencana aksi ini, ternyata berhasil menumbuhkan keyakinan Schwab untuk sukses. Dengan strategi ini, Schwab berhasil membangun kerajaan bisnisnya di bidang investasi, sehingga menjadi perusahaan pialang terkemuka di dunia. &lt;br /&gt;Ketekunan. Membangun sebuah bisnis memang tidak mudah. Upaya ini memerlukan perjuangan yang tekun sebelum sukses dapat diwujudkan. Orang yang sukses adalah orang yang tidak menyerah sebelum sukses itu dapat diraih. Mungkin saja ia harus mengalami banyak kegagalan, tetapi ia bangkit kembali dan memiliki keuletan untuk mencoba lagi. Thomas Alva Edison, penemu bola lampu, dan pendiri perusahaan barang-barang elektronik terkemuka di dunia, General Electrics, juga berhasil berkat ketekunannya yang luar biasa. Dalam upaya menemukan bola lampu tersebut, Edison harus mengalami banyak kegagalan. Jika orang lain berhenti berusaha ketika terantuk pada kegagalan yang pertama, kedua, ketiga ataupun keempat, tidak demikian dengan Edison. Ia puluhan kali harus mengalami kegagalan, sebelum akhirnya bola lampu berhasil ditemukannya. Ketekunannya ini membuahkan hasil yang tidak hanya bisa dinikmati oleh Thomas Alva Edison sendiri, melainkan juga oleh seluruh dunia. Ray ”McDonald” Kroc juga memiliki ketekunan yang luar biasa dalam membangun bisnis makanan cepat sajinya ini. Sebelum meraih keberhasilan, berbagai profesi pernah ditekuninya, dari supir truk sampai salesman, dari posisi terendah sampai tertinggi. Semua dijalaninya dengan tekun tanpa putus asa, walaupun berbagai penolakan, kegagalan harus dijalaninya. Hasilnya? Luar biasa. Ketekunan Ray Kroc telah mempersembahkan kerajaan bisnis makanan cepat saji yang telah menggurita di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODAL DENGKUL&lt;br /&gt;”Saya tidak punya uang untuk memulai usaha. Saya belum memiliki cukup modal untuk berbisnis.” Ini yang sering dijadikan alasan oleh banyak orang yang menunda memulai usaha sendiri. Ternyata kita tidak perlu menunggu sampai modal besar datang. Usaha bisa dimulai dengan modal ”dengkul”. Caranya?&lt;br /&gt;Ide. Semua usaha berawal dari sebuah ide yang kemudian dijual. Jadi, asal kita sudah punya ide bisnis yang baik, walaupun belum punya modal, kita bisa menjual ide bisnis kita tersebut untuk kemudian dijadikan uang. Bill Gates, kaisar kerajaan Microsoft, juga memulai usahanya dengan modal ide. Setelah drop out dari Harvard, Bill Gates berani bermimpi untuk memiliki bisnis yang dapat menjadi saingan IBM. Mimpi ini ia pupuk terus sehingga membuahkan keberanian untuk bertindak. Dengan keberanian ini, Bill Gates menjual ide briliannya yang menawarkan solusi bisnis di bidang teknologi informasi ke berbagai investor, sampai akhirnya ia mampu menggalang dana yang cukup untuk memulai usahanya. &lt;br /&gt;Kemitraan ala Restoran Padang. Jika kita punya keterampilan tapi tidak punya uang, mengapa kita tidak bermitra dengan orang yang punya uang, tetapi tidak mempunyai keberanian dan keterampilan yang kita miliki. Strategi bisnis dengan prinsip kerja sama win-win ini ternyata sudah lama diterapkan oleh para pelaku bisnis yang menekuni usaha restoran Padang. Tim manajemen dan pemilik modal bermitra untuk menjalankan bisnis ini. Tim manajemen tidak digaji melainkan diberikan bagian keuntungan (sesuai dengan prosentasi yang disepakati bersama) yang diperoleh dari menjalankan bisnis restoran tersebut. Strategi kemitraan seperti ini tentunya bisa juga diterapkan di industri yang berbeda. &lt;br /&gt;Bayar di Muka. Dasar dari sebuah bisnis adalah kepercayaan. Jika orang lain telah menaruh kepercayaan kepada kita, tentunya akan lebih mudah bagi kita untuk melakukan bisnis dengan modal dengkul. Misalnya saja, jika kita mendapat pesanan untuk mengekspor barang ke luar negeri, tetapi kita tidak punya cukup uang untuk memproduksi barang yang akan diekspor tersebut, kita bisa mencoba untuk meminta pembeli untuk membayar di muka sebagian. Uang yang kita dapatkan ini bisa kita gunakan untuk memproduksi barang yang telah dipesan. Untuk mendapatkan uang muka tersebut, kita juga bisa mencoba mengajukan aplikasi kredit ekspor ke bagian Trade Services di Bank, dengan menunjukkan sales contract yang sudah ditandatangani untuk mengekspor sejumlah barang serta dokumen lain yang diperlukan. Dengan menunjukkan kepastian pembelian barang dari mitra di luar negeri, akan lebih mudah bagi kita untuk memperoleh fasilitas kredit dari bank. Cara ini banyak dilakukan oleh pelaku bisnis yang mengekspor barang ke luar negeri ataupun yang mengimpor barang dari luar negeri. &lt;br /&gt;Perantara. Tidak ada modal bukan merupakan alasan bagi kita untuk tidak memulai usaha. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memulai bisnis dengan modal dengkul. Salah satunya adalah dengan bertindak sebagai perantara. Di sini kita bertindak seperti perantara antara produsen (pemilik barang) dan konsumen (pembeli barang). Kita bisa membantu orang yang memiliki barang untuk menjualkan barangnya kepada konsumen. Lalu kita bisa menjualkan barang tersebut di tempat usaha kita (dengan cara konsinyasi). Setelah barang terjual, kita bisa mendapatkan komisi dari hasil yang terjual. Uang yang berhasil kita kumpulkan, bisa kita gunakan untuk mengembangkan bisnis kita lebih lanjut. Cara ini digunakan oleh Charles Scwab dengan bisnis pialangnya yang menjadi perantara dalam penjualan saham dan surat-surat berharga lainnya. &lt;br /&gt;Jual Keahlian. Jika kita memiliki keahlian ataupun pengalaman berharga di suatu bidang yang jarang dimiliki orang lain, kita bisa mencoba menjual keahlian dan pengalaman kita tersebut untuk membantu orang lain dalam melakukan bisnis mereka. Jika kita memiliki pengalaman dan keahlian di bidang IT, kita bisa menawarkan pengalaman dan keahlian kita sebagai solusi bagi bisnis orang lain. Jika kita memiliki keahlian dalam bidang bahasa Inggris, kita bisa menawarkan jasa terjemahan dokumen, interpreting dalam seminar ataupun pertemuan bisnis, maupun pelatihan bahasa Inggris bagi pelaku bisnis. Jika kita memiliki keahlian dalam musik, kita bisa menawarkan keahlian kita untuk menghibur orang lain di berbagai acara, ataupun melatih orang lain untuk memainkan alat musik yang bisa kita mainkan. Para konsultan bisnis, konsultan pendidikan, artis, dan olahragawan profesional menggunakan strategi ini untuk meraih sukses.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, jika kita sudah bertekad untuk memulai sebuah bisnis, uang bukanlah modal utama. Yang perlu dimiliki adalah keberanian, keyakinan, dan ketekunan. Setelah itu, untuk memulai usaha, kita tidak perlu menunggu sampai modal besar terkumpul. Kita bisa mendapatkan modal dari berbagai sumber, antara lain dengan menjual ide, menerapkan manajemen ala restoran padang, memenangkan kepercayaan mitra bisnis sehingga mereka bersedia bayar di muka untuk jasa yang kita tawarkan, menjadi perantara ataupun menjual keahlian kita sebagai solusi bagi orang lain. Jadi, siapa bilang kita tidak bisa memulai usaha dengan ”modal dengkul”?n&lt;br /&gt;Sumber: Sinar Harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-4557555892667948515?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/4557555892667948515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/bisnis-modal-dengkul_15.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4557555892667948515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4557555892667948515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/bisnis-modal-dengkul_15.html' title='Bisnis Modal Dengkul'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-3810972412464005777</id><published>2008-12-15T15:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T15:02:33.777+07:00</updated><title type='text'>Bisnis Modal Dengkul</title><content type='html'>Logikanya, bisnis pasti memerlukan modal uang, bukan modal dengkul. Jadi, mana mungkin memulai bisnis dengan modal dengkul? Mungkin saja. Ingin tahu rahasianya? Baca terus yang berikut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MODAL DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata memulai suatu bisnis tidak harus selalu diawali dengan uang. Uang memang penting, tetapi ternyata bukan yang terpenting. Ada tiga modal dasar yang harus kita miliki jika ingin memulai suatu usaha.&lt;br /&gt;Keberanian. Jika ingin memulai usaha baru, modal pertama dan terutama bukanlah uang, tetapi keberanian: keberanian berubah, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk bertindak, keberanian untuk gagal, dan keberanian untuk sukses. Segunung ide dan segudang uang tak ada artinya tanpa keberanian. Henry Nestle, raja bisnis dalam industri makanan bayi dan makanan kering, memulai bisnisnya dari keberanian untuk berubah. Pada masa krisis ekonomi berkepanjangan, sulit bagi rakyat di negaranya untuk mencari makanan untuk bayi. Nestle yang pada saat itu adalah seorang ahli kimia, menggunakan keahliannya untuk menemukan solusi terbaik bagi makanan bayi yang mudah dibuat dan bergizi. Setelah berjuang untuk berusaha, akhirnya Henry berhasil menemukan ramuan yang paling tepat untuk makanan bayi. Temuannya ini kemudian dikembangkan menjadi bisnis yang berhasil dan mendunia. &lt;br /&gt;Keyakinan. Selain keberanian, kita juga perlu memiliki keyakinan sukses. Keyakinan ini hanya bisa kita dapatkan jika kita memiliki mimpi sukses yang jelas. Semakin jelas gambaran kita mengenai mimpi kita, semakin tinggi derajat keyakinan kita untuk sukses. Dengan gambaran yang jelas, akan lebih mudah bagi kita untuk mempersiapkan semua yang diperlukan ataupun dipersyaratkan bagi terwujudnya mimpi tersebut. Kenichi Ohmae, ”Management Guru” dari Jepang, melihat perlunya semua orang, terutama pelaku bisnis untuk memiliki gambaran kesuksesan mereka di masa depan dengan jelas, karena gambaran yang jelas ini dapat menumbuhkan keyakinan untuk mewujudkannya secara proaktif. Keyakinan juga bisa ditumbuhkan dari persiapan yang cukup. Charles Schwab seorang investor yang merupakan pionir dalam mendirikan perusahaan pialang, dengan menuliskan semua yang ingin diraihnya secara rinci. Rincian mimpi sukses ini disusun kembali berdasarkan prioritas yang ingin dicapainya, dan rencana aksi untuk mencapainya. Strategi penyusunan prioritas dan rencana aksi ini, ternyata berhasil menumbuhkan keyakinan Schwab untuk sukses. Dengan strategi ini, Schwab berhasil membangun kerajaan bisnisnya di bidang investasi, sehingga menjadi perusahaan pialang terkemuka di dunia. &lt;br /&gt;Ketekunan. Membangun sebuah bisnis memang tidak mudah. Upaya ini memerlukan perjuangan yang tekun sebelum sukses dapat diwujudkan. Orang yang sukses adalah orang yang tidak menyerah sebelum sukses itu dapat diraih. Mungkin saja ia harus mengalami banyak kegagalan, tetapi ia bangkit kembali dan memiliki keuletan untuk mencoba lagi. Thomas Alva Edison, penemu bola lampu, dan pendiri perusahaan barang-barang elektronik terkemuka di dunia, General Electrics, juga berhasil berkat ketekunannya yang luar biasa. Dalam upaya menemukan bola lampu tersebut, Edison harus mengalami banyak kegagalan. Jika orang lain berhenti berusaha ketika terantuk pada kegagalan yang pertama, kedua, ketiga ataupun keempat, tidak demikian dengan Edison. Ia puluhan kali harus mengalami kegagalan, sebelum akhirnya bola lampu berhasil ditemukannya. Ketekunannya ini membuahkan hasil yang tidak hanya bisa dinikmati oleh Thomas Alva Edison sendiri, melainkan juga oleh seluruh dunia. Ray ”McDonald” Kroc juga memiliki ketekunan yang luar biasa dalam membangun bisnis makanan cepat sajinya ini. Sebelum meraih keberhasilan, berbagai profesi pernah ditekuninya, dari supir truk sampai salesman, dari posisi terendah sampai tertinggi. Semua dijalaninya dengan tekun tanpa putus asa, walaupun berbagai penolakan, kegagalan harus dijalaninya. Hasilnya? Luar biasa. Ketekunan Ray Kroc telah mempersembahkan kerajaan bisnis makanan cepat saji yang telah menggurita di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODAL DENGKUL&lt;br /&gt;”Saya tidak punya uang untuk memulai usaha. Saya belum memiliki cukup modal untuk berbisnis.” Ini yang sering dijadikan alasan oleh banyak orang yang menunda memulai usaha sendiri. Ternyata kita tidak perlu menunggu sampai modal besar datang. Usaha bisa dimulai dengan modal ”dengkul”. Caranya?&lt;br /&gt;Ide. Semua usaha berawal dari sebuah ide yang kemudian dijual. Jadi, asal kita sudah punya ide bisnis yang baik, walaupun belum punya modal, kita bisa menjual ide bisnis kita tersebut untuk kemudian dijadikan uang. Bill Gates, kaisar kerajaan Microsoft, juga memulai usahanya dengan modal ide. Setelah drop out dari Harvard, Bill Gates berani bermimpi untuk memiliki bisnis yang dapat menjadi saingan IBM. Mimpi ini ia pupuk terus sehingga membuahkan keberanian untuk bertindak. Dengan keberanian ini, Bill Gates menjual ide briliannya yang menawarkan solusi bisnis di bidang teknologi informasi ke berbagai investor, sampai akhirnya ia mampu menggalang dana yang cukup untuk memulai usahanya. &lt;br /&gt;Kemitraan ala Restoran Padang. Jika kita punya keterampilan tapi tidak punya uang, mengapa kita tidak bermitra dengan orang yang punya uang, tetapi tidak mempunyai keberanian dan keterampilan yang kita miliki. Strategi bisnis dengan prinsip kerja sama win-win ini ternyata sudah lama diterapkan oleh para pelaku bisnis yang menekuni usaha restoran Padang. Tim manajemen dan pemilik modal bermitra untuk menjalankan bisnis ini. Tim manajemen tidak digaji melainkan diberikan bagian keuntungan (sesuai dengan prosentasi yang disepakati bersama) yang diperoleh dari menjalankan bisnis restoran tersebut. Strategi kemitraan seperti ini tentunya bisa juga diterapkan di industri yang berbeda. &lt;br /&gt;Bayar di Muka. Dasar dari sebuah bisnis adalah kepercayaan. Jika orang lain telah menaruh kepercayaan kepada kita, tentunya akan lebih mudah bagi kita untuk melakukan bisnis dengan modal dengkul. Misalnya saja, jika kita mendapat pesanan untuk mengekspor barang ke luar negeri, tetapi kita tidak punya cukup uang untuk memproduksi barang yang akan diekspor tersebut, kita bisa mencoba untuk meminta pembeli untuk membayar di muka sebagian. Uang yang kita dapatkan ini bisa kita gunakan untuk memproduksi barang yang telah dipesan. Untuk mendapatkan uang muka tersebut, kita juga bisa mencoba mengajukan aplikasi kredit ekspor ke bagian Trade Services di Bank, dengan menunjukkan sales contract yang sudah ditandatangani untuk mengekspor sejumlah barang serta dokumen lain yang diperlukan. Dengan menunjukkan kepastian pembelian barang dari mitra di luar negeri, akan lebih mudah bagi kita untuk memperoleh fasilitas kredit dari bank. Cara ini banyak dilakukan oleh pelaku bisnis yang mengekspor barang ke luar negeri ataupun yang mengimpor barang dari luar negeri. &lt;br /&gt;Perantara. Tidak ada modal bukan merupakan alasan bagi kita untuk tidak memulai usaha. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memulai bisnis dengan modal dengkul. Salah satunya adalah dengan bertindak sebagai perantara. Di sini kita bertindak seperti perantara antara produsen (pemilik barang) dan konsumen (pembeli barang). Kita bisa membantu orang yang memiliki barang untuk menjualkan barangnya kepada konsumen. Lalu kita bisa menjualkan barang tersebut di tempat usaha kita (dengan cara konsinyasi). Setelah barang terjual, kita bisa mendapatkan komisi dari hasil yang terjual. Uang yang berhasil kita kumpulkan, bisa kita gunakan untuk mengembangkan bisnis kita lebih lanjut. Cara ini digunakan oleh Charles Scwab dengan bisnis pialangnya yang menjadi perantara dalam penjualan saham dan surat-surat berharga lainnya. &lt;br /&gt;Jual Keahlian. Jika kita memiliki keahlian ataupun pengalaman berharga di suatu bidang yang jarang dimiliki orang lain, kita bisa mencoba menjual keahlian dan pengalaman kita tersebut untuk membantu orang lain dalam melakukan bisnis mereka. Jika kita memiliki pengalaman dan keahlian di bidang IT, kita bisa menawarkan pengalaman dan keahlian kita sebagai solusi bagi bisnis orang lain. Jika kita memiliki keahlian dalam bidang bahasa Inggris, kita bisa menawarkan jasa terjemahan dokumen, interpreting dalam seminar ataupun pertemuan bisnis, maupun pelatihan bahasa Inggris bagi pelaku bisnis. Jika kita memiliki keahlian dalam musik, kita bisa menawarkan keahlian kita untuk menghibur orang lain di berbagai acara, ataupun melatih orang lain untuk memainkan alat musik yang bisa kita mainkan. Para konsultan bisnis, konsultan pendidikan, artis, dan olahragawan profesional menggunakan strategi ini untuk meraih sukses.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, jika kita sudah bertekad untuk memulai sebuah bisnis, uang bukanlah modal utama. Yang perlu dimiliki adalah keberanian, keyakinan, dan ketekunan. Setelah itu, untuk memulai usaha, kita tidak perlu menunggu sampai modal besar terkumpul. Kita bisa mendapatkan modal dari berbagai sumber, antara lain dengan menjual ide, menerapkan manajemen ala restoran padang, memenangkan kepercayaan mitra bisnis sehingga mereka bersedia bayar di muka untuk jasa yang kita tawarkan, menjadi perantara ataupun menjual keahlian kita sebagai solusi bagi orang lain. Jadi, siapa bilang kita tidak bisa memulai usaha dengan ”modal dengkul”?n&lt;br /&gt;Sumber: Sinar Harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-3810972412464005777?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/3810972412464005777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/bisnis-modal-dengkul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/3810972412464005777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/3810972412464005777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/bisnis-modal-dengkul.html' title='Bisnis Modal Dengkul'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-4003435309475735867</id><published>2008-12-15T15:00:00.001+07:00</published><updated>2008-12-15T15:01:31.061+07:00</updated><title type='text'>Kiat-kiat Memulai Usaha dan Bisnis</title><content type='html'>bebrapa masukan dibawah ini mungkin akan membantu anda bagaimana memulai usaha yang nantinya akan anda jalankan...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. START WITH A DREAM&lt;br /&gt;Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started : Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”. 2. LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES&lt;br /&gt;Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Enthusiastism and Persistence : Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. LEARN THE BASICS OF BUSINESS&lt;br /&gt;Pelajarilah fundamental business. BEYOND THE “BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY”: Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah Guru yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. WILLING TO TAKE CALCULATED RISKS&lt;br /&gt;Ambillah resiko. The Gaint that u will be able to achieve is directly proportional to the risk taken : Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan “entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. SEEK ADVICE, BUT FOLLOW YOUR BELIEF&lt;br /&gt;Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. WORK HARD, 7 DAY A WEEK, 18 HOURS A DAY&lt;br /&gt;Kerja keras. Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Melamunkan dan memimpikan kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. MAKE FRIENDS AS MUCH AS POSSIBLE&lt;br /&gt;Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. DEAL WITH FAILURES&lt;br /&gt;Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. JUST DO IT, NOW!&lt;br /&gt;Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: indonesianegeriku.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-4003435309475735867?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/4003435309475735867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/kiat-kiat-memulai-usaha-dan-bisnis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4003435309475735867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4003435309475735867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/kiat-kiat-memulai-usaha-dan-bisnis.html' title='Kiat-kiat Memulai Usaha dan Bisnis'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-3388567002391099182</id><published>2008-12-15T14:56:00.001+07:00</published><updated>2008-12-15T14:59:16.915+07:00</updated><title type='text'>3 langkah awal memulai usaha</title><content type='html'>Anda berpikir: "Kira-kira menarik juga ya ide untuk membuka usaha. Oke, kalau sekarang saya memutuskan untuk membuka usaha, kira-kira apa saja hal-hal penting yang harus saya perhatikan? Saya kan Enggak MAU gagal dalam usaha saya....". &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat ketika sekitar dua minggu yang lalu saya membaca sebuah tulisan dari seorang pengusaha terkenal di Indonesia. Dia mengatakan, "Kalau Anda membuka usaha, maka apa yang harus Anda lakukan adalah... lakukan saja." Saya pikir betul juga. Banyak diantara kita yang ketika akan membuka usaha, seringkali terbentur pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya hitung menghitung seperti, "Apa kira-kira usaha saya ini bisa untung ya... Coba saya hitung dulu...". &lt;br /&gt;Sebetulnya, menghitungnya sih enggak apa-apa. Tindakan survei yang Anda lakukan sebelum membuka usaha juga tidak apa-apa. Tapi sayangnya, seringkali banyak dari kita yang terlalu lama berkutat di masalah survei kelayakan usaha dan hitung menghitung sehingga kita jadi kehilangan emosi yang dibutuhkan dalam membuka usaha. &lt;br /&gt;Saran saya, Ibu - Bapak, ketika Anda sudah berniat membuka usaha, tidak apa-apa bila Anda ingin mengadakan survei atau acara hitung-menghitung terlebih dahulu. Tapi, jangan sampai tindakan yang Anda lakukan tersebut membuat Anda jadi menunda-nunda tindakan untuk membuka usaha. &lt;br /&gt;Nah, sebelum Anda membuka usaha, ada 3 hal penting yang harus Anda ketahui dalam menjalankan usaha. Kalau ke-3 hal ini Anda jalankan, mudah-mudahan risiko kegagalan dalam usaha Anda lebih bisa ditekan. Bukankah itu yang kita semua inginkan? &lt;br /&gt;1. Kreatif Mencari Sumber Modal&lt;br /&gt;Apakah Anda kesulitan mencari modal usaha? Apakah Anda terlalu berat untuk membayar bunga kredit usaha di bank? Bila kedua jawabannya tersebut adalah ya, maka mungkin Anda perlu mencari alternatif sumber modal yang lebih murah. Caranya? Antara lain mungkin dengan mengajak sahabat atau saudara Anda untuk menanamkan modalnya pada usaha Anda, atau malah Anda berdua atau bertiga malah bisa membuka usaha tersebut secara patungan dan menjalankannya bersama-sama. &lt;br /&gt;Alternatif lainnya, cobalah meminjamkan uang dari kerabat dekat atau sahabat terdekat. Karena umumnya mereka telah mengenal Anda dan memahami tujuan Anda untuk membuka usaha. Maka bisa jadi mereka rela memberikan pinjaman uang dengan bunga di bawah bunga bank atau malah tanpa bunga. &lt;br /&gt;Tapi ingat, meski saudara, yang namanya meminjam sesuatu tetap harus dikembalikan, termasuk meminjam uang. Jangan sampai malah hubungan Anda dengan kerabat atau sahabat jadi rusak nantinya gara-gara masalah uang. &lt;br /&gt;2. Lokasi dan SDM&lt;br /&gt;Lokasi adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membuka usaha. Ada usaha yang cocok didirikan di suatu lokasi, tapi enggak cocok di tempat lain. Usaha warnet dan fotokopi mungkin sesuai untuk lingkungan di sekitar kampus, tapi membuka toko kelontong mungkin akan lebih cocok untuk daerah pemukiman. Karenanya, lakukan survei untuk mencari tempat yang sesuai bagi usaha Anda. Amati kondisi pasarnya, potensi permintaannya, dan jangan lupa cari juga informasi tentang bagaimana prospek perkembangan daerah itu ke depannya, karena hal ini bisa sangat mempengaruhi usaha Anda. &lt;br /&gt;Faktor lain adalah sumber daya manusia (SDM). SDM menjadi sangat penting karena hal inilah yang akan menggerakkan usaha Anda sehari-hari nantinya. Bila Anda memulai usaha ini sendirian mungkin enggak akan terlalu jadi masalah. Tapi, kalau Anda merekrut pegawai dalam usaha Anda, maka Anda harus memperhatikan masalah kepribadian dan kemampuannya. Kalau pegawai Anda akan berhadapan langsung dengan pelanggan Anda, pilihlah orang yang sopan dan ramah. Seorang klien saya misalnya, mempunyai sebuah usaha toko kelontong. Ketika dia menjaga sendiri tokonya, pelanggannya sangat banyak. Tapi, ketika pegawainya yang disuruh menjaga toko, pelanggannya mulai berkurang. Usut punya usut, setelah ditanyakan pada para pelanggan, rata-rata dari mereka menjawab bahwa pegawai tersebut tidak ramah dalam melayani sehingga para pelanggan menjadi enggan untuk datang ke toko itu. Tentunya Anda tidak mau hal ini terjadi pada usaha Anda kan? &lt;br /&gt;3. Promosi&lt;br /&gt;Segi promosi seringkali dilupakan oleh mereka yang sedang membuka usaha, atau tak jarang, kegiatan promosi dihilangkan ketika kegiatan usaha sedang lesu. Alasannya, tidak ada dana. Padahal, promosi usaha apa pun bentuknya hendaknya jangan sampai berhenti dalam waktu lama. &lt;br /&gt;Bila promosi berhenti untuk waktu yang lama, orang bisa lupa pada usaha Anda. Tapi kalau Anda selalu melakukan promosi secara rutin, orang akan selalu teringat pada usaha Anda. Promosi yang kontinyu akan selalu berdampak baik pada usaha Anda. Bila kelesuan usaha menimpa secara keseluruhan pada Anda dan pesaing Anda, tetaplah berpromosi. Mungkin Anda memang harus sedikit berkorban dulu, karena pemasukan minim sedangkan pengeluaran promosi terus ada. Tetapi, saya percaya bahwa bila kelesuan usaha ditentukan atas faktor kondisi ekonomi, maka suatu saat kondisinya akan pulih kembali. &lt;br /&gt;Nah, saat kondisi mulai pulih, orang mulai membutuhkan kembali barang dan jasa Anda, saat itulah Anda akan menuai hasilnya. Orang akan membeli dari Anda, karena Andalah yang diingat karena Anda yang paling rajin berpromosi. Bayangkan bila Anda tidak berpromosi disaat kondisi buruk, bisa-bisa Anda malah dikira sudah bangkrut. Nah, bagaimana? Mudah-mudahan 3 hal tersebut di atas bisa membantu Anda dalam menyukseskan usaha Anda. Salam. &lt;br /&gt;Memulai Usaha dari Rumah&lt;br /&gt;Bila Anda tertarik membuka usaha, kenapa Anda tidak mencoba untuk menjalankannya dari rumah? Ya, memulai usaha dari rumah bisa sangat bermanfaat, tapi tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan kondisi rumah Anda dan sifat dari usaha Anda. Tentu saja penilaian terbaik untuk dua hal ini adalah di tangan Anda sebagai sang calon wirausahawan. Bila keduanya tidak memungkinkan untuk memulai usaha dari rumah, jangan dipaksakan. Namun, bila usaha Anda memungkinkan untuk dijalankan dari rumah akan sangat bagus karena Anda akan mendapat berbagai manfaat. &lt;br /&gt;Membuka usaha di rumah memungkinkan kita untuk meluangkan waktu untuk keluarga. Dengan memulai usaha dari rumah, kita bisa mempunyai waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, kalau Anda wanita, memulai usaha dari rumah sangat sesuai untuk Anda yang ingin tetap menunaikan kodrat kewanitaan Anda sebagai ratu rumah tangga sekaligus bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Memulai usaha dari rumah juga merupakan suatu penghematan yang cukup berarti, karena dengan memulai usaha di rumah, berarti Anda mengurangi kebutuhan biaya untuk menyewa atau membeli tempat usaha. Nah, kalau Anda ingin menjalankan usaha dari rumah, jangan lupa beritahukan dan jalin hubungan baik dengan tetangga dan aparat setempat. Ini penting untuk keamanan tempat usaha Anda, dan juga supaya warga sekitar tahu usaha Anda, siapa tahu mereka malah bisa jadi pelanggan Anda. &lt;br /&gt;Dari Tabloid Nova&lt;br /&gt;Sumber: perencanakeuangan.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-3388567002391099182?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/3388567002391099182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/memulai-usaha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/3388567002391099182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/3388567002391099182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/memulai-usaha.html' title='3 langkah awal memulai usaha'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-7695824975201000308</id><published>2008-12-07T07:08:00.001+07:00</published><updated>2008-12-07T07:11:11.377+07:00</updated><title type='text'>PERKIRAAN  PLAFOND  KREDIT USAHA TANI  (KUT)</title><content type='html'>Rekomendasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil kajian terhadap; (i) kebutuhan likuiditas petani dalam menjalankan usahatani padi, jagung &amp; kedele, (ii) angka perkiraan luas lahan tanaman pangan yang berlebih / over estimated  sekitar 18 – 20 persen, dan (iii) jenis usahatani tanaman yang mendesak mendapat alokasi KUT (hanya untuk padi, jangung &amp; kedele) maka disampaikan usulan sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Angka plafond KUT untuk musim tanam 1999/2000 dan MT 2000 sebesar Rp 4,502,- triliun.  Angka ini hanya sekitar 42 persen dari angka plafond yang disampaikan oleh Departemen Koperasi &amp; PKM.&lt;br /&gt;2. Nilai paket KUT untuk masing – masing jenis usahatani;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Jenis Usahatani Rekomendasi&lt;br /&gt;Nilai paket KUT  (Rp/ Ha) Perbandingan dg nilai paket KUT yg diusulkan BIMAS Deptan&lt;br /&gt;   ( % ) Rp / Ha&lt;br /&gt;1 Padi sawah 1.685.000,- 61,0 2.762.500,-&lt;br /&gt;2 Padi bukan sawah 1.315.000,- 56,1 2.342.600,-&lt;br /&gt;3 Jagung 1.365.000,- 61,7 2.265.250,-&lt;br /&gt;4 Kedelai 1.030.000,- 45,4 2.265.250,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Departemen Koperasi &amp; PKM mengajukan anggaran untuk program KUT sebesar Rp 10,65,- triliun pada tahun anggaran 1999/2000.  Angka tersebut lebih tinggi 20 persen dibandingkan dengan dana tahun anggaran 1998/1999. Jumlah tersebut sulit dipenuhi oleh APBN yang sedang menanggung banyak beban akibat krisis dan untuk mendorong pemulihan ekonomi.  Seperti;  restrukturisasi &amp; rekapitalisasi sektor perbankan, program Jaring Pengaman Sosial (JPS) / pengentasan kemiskinan (poverty reduction),  pemenuhan kewajiban pembayaran hutang luar negeri yang mengalami pembengkakan sebagai akibat krisis nilai tukar, dan pengamanan ketersediaan bahan pangan pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, sejak bulan Oktober 1999 Bank Indonesia (BI) tidak lagi dapat menyalurkan kredit likuiditas bagi program KUT dan program – program lainnya.  Kemampuan keuangan pemerintah (APBN) untuk menggantikan fungsi KLBI sangat terbatas mengingat berbagai beban yang saat ini menghimpitnya.  Kondisi perbankan  untuk memobilisasi dana dan menyalurkannya bagi kepentingan program KUT juga belum dapat diharapkan mengingat pembenahan dan pemulihan kesehatan sektor perbankan baru dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Studi ini dimaksudkan untuk melakukan verifikasi terhadap angka kebutuhan dana untuk program KUT tahun anggaran 1999/2000 yang diajukan oleh Departemen Koperasi dan PKM.  Sekaligus memberikan masukan pada jajaran pimpinan Departemen Keuangan tentang alokasi dana yang dibutuhkan untuk mendukung ketersediaan bahan pangan pokok melalui program KUT.  Terkait dengan hal ini maka studi diarahkan untuk;&lt;br /&gt;1. Menentukan jenis usahatani tanaman pangan yang prioritas dalam konteks ketahanan pangan nasional dan oleh karenanya perlu mendapat dukungan melalui program KUT.&lt;br /&gt;2. Mengidentifikasi besarnya kebutuhan kredit untuk usahatani tanaman pangan yang dimaksud pada butir ‘1’ dengan berpedoman pada pola pembiayaan usahatani yang selama ini telah dijalankan oleh petani.&lt;br /&gt;3. Melakukan verifikasi data luas lahan yang dapat ditanami  untuk usahatani tanaman pangan sebagaimana dimaksud paba butir ‘1’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan lokasi studi.  Dalam rangka penghitungan plafond KUT untuk tanaman pangan pada musim tanam mendatang (MT 1999/2000, &amp; MT 2000) dilakukan verifikasi data luas program intensifikasi tanaman pangan dua musim lalu (MT 1998/1999 &amp; MT 1999) dan verifikasi kebutuhan kreditnya.  Lokasi kegiatan verifikasi akan dikonsentrasikan pada daerah (propinsi) dengan plafond dan realisasi KUT terbesar.   Data posisi per 30 Maret 1999 menunjukkan 10 propinsi penerima KUT terbesar, adalah;  Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kegiatan pengumpulan data. Lingkup kegiatan ini mencakup;&lt;br /&gt;(i) Pengumpulan data sekunder sebagai basis penyusunan model penghitungan plafond KUT dan beban APBN.  Data dimaksud adalah luas lahan sawah, luas tanam padi dan paket KUT untuk padi.  Data ini akan dikumpulkan dari BPS, Dept. Pekerjaan Umum, Dept. Pertanian.&lt;br /&gt;(ii)  Kegiatan verifikasi data dasar yang digunakan untuk penghitungan plafond KUT bagi tanaman padi.  Dalam kegiatan ini akan dilakukan pengumpulan data primer untuk mengukur akurasi data luas lahan sawah, luas tanam dan kebutuhan kredit petani padi.  &lt;br /&gt;(iii) Melakukan survai dengan metoda wawancara pada petani untuk memperkirakan besarnya kebutuhan kredit pada usahatani tanaman pangan utama (padi, jagung &amp; kedelai) dengan mempertimbangkan kemampuan modal sendiri yang dimiliki oleh rumah tangga petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis usahatani tanaman pangan prioritas .  Penentuan tiga komoditas prioritas utama, yaitu; Padi, Jagung &amp; Kedelai, dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa penyaluran KUT pada TP 1999/2000 dimasudkan untuk mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan dari sisi ketersediaan (suplai) melalui pengamanan produksi domestik.  Oleh karena itu prioritas utama penyaluran KUT diberikan pada usahatani tanaman pangan yang menghasilkan bahan pangan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia, yakni; usahatani padi, usahatani jagung dan usahatani kedelai.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan paket KUT lebih kecil bila mempertimbangkan pola pembiayaan &amp; pengelolaan usahatani yang dijalankan oleh petani.  Perbedaan angka paket kredit per hektar untuk ketiga jenis komoditas diatas disebabkan oleh beda pendekatan yang digunakan dalam melihat kebutuhan kredit ditingkat usahatani.  Dept. Pertanian / Badan Pengendali Bimas lebih berorientasi pada total kebutuhan biaya usahatani daripada modal tunai yang dibutuhkan dalam usahatani.  Dengan pendekatan semacam itu maka secara implisit Badan Pengendali Bimas (Dept. Pertanian) mengasumsikan bahwa petani sama sekali tidak memiliki kemampuan modal untuk menjalankan usahatani. Padahal dalam kenyataannya petani memiliki kemampuan untuk membiayai sebagian biaya usahataninya baik dengan modal dalam bentuk uang tunai maupun natura (seperti; menggunakan benih milik sendiri, tenaga kerja dalam keluarga, tenaga kerja luar keluarga yang dibayar dengan hasil panen sesuai dengan kebiasaaan setempat / bawon / ceblokan, tenaga kerja luar keluarga yang dibayar dengan tenaga kerja sendiri dengan sistem sambatan dll).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan petani terhadap uang tunai (modal) untuk membiayai usahataninya sangat menonjol dalam kegiatan pembelian benih berlabel, pupuk dan pestisida (obat – obatan pemberantas hama &amp; penyakit).  Mengingat kualitas benih sangat menentukan produktivitas usahatani maka diusulkan agar alokasi dana KUT untuk benih tetap seperti usulan BIMAS Deptan.  Hasil verifikasi dilapang menunjukkan bahwa hingga saat ini sekitar  40  persen petani padi masih menggunakan benih dari tanaman sendiri.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koreksi terhadap data angka luas tanam.  Penggunaan angka koreksi luas tanam dilatarbelakangi oleh fakta bahwa selama masa pemerintahan Orde Baru angka tersebut senantiasa meningkat dari tahun ke tahun.  Pelaporan semacam ini juga terjadi untuk daerah Jawa (khususnya) selama sepuluh tahun terakhir padahal di wilayah tersebut telah banyak terjadi alih fungsi lahan sawah ke peruntukan lain (terutama pemukiman dan industri serta jalan).  Faktor lain yang mendukung penggunaan angka koreksi terhadap luas tanam tanaman padi &amp; palawija adalah pernyataan Bapak Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian pada pertemuan di Departemen Keuangan sekitar satu tahun yang lalu bahwa angka – angka produksi padi &amp; palawija over estimated sekitar 18 – 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : agrina-online&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-7695824975201000308?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/7695824975201000308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/perkiraan-plafond-kredit-usaha-tani-kut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/7695824975201000308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/7695824975201000308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/perkiraan-plafond-kredit-usaha-tani-kut.html' title='PERKIRAAN  PLAFOND  KREDIT USAHA TANI  (KUT)'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-7376233958236081794</id><published>2008-12-06T22:34:00.001+07:00</published><updated>2008-12-06T22:37:23.684+07:00</updated><title type='text'>PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI</title><content type='html'>PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI SKALA RUMAH TANGGA SIRUP ...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-7376233958236081794?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ntb.litbang.deptan.go.id/2004/SP/prospekpengembangan.doc' title='PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/7376233958236081794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/prospek-pengembangan-usaha-agroindustri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/7376233958236081794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/7376233958236081794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/prospek-pengembangan-usaha-agroindustri.html' title='PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-6877179780038422973</id><published>2008-12-06T22:17:00.000+07:00</published><updated>2008-12-06T22:18:18.461+07:00</updated><title type='text'>Jangan Remehkan Usaha Rumahan</title><content type='html'>Sikap yang negatif terhadap usaha rumahan merupakan salah satu sifat yang menghambat entrepreneurship atau kewirausahaan. Kenyataannya banyak bisnis besar dimulai dari dapur atau garasi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Reynald Khasali melalui makalahnya dalam seminar nasional entrepreneurship bertema "How To Be A Success Entrepreneur" yang diselenggarakan Dewan Eksekutif Mahasiswa Psikologi (Demapsi) Universitas Diponegoro, Minggu (7/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Reynald, beberapa bisnis rumahan yang tetap eksis bahkan terkenal misalnya seperti Mustika Ratu, Femina Group, Lapis Legit Happy di Jakarta, Legita Cake di Pontianak, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat penghambat kedua yaitu yang disebut sindroma formalitas. Untuk merintis jalan sebagai entrepreneurship tidak perlu menunggu punya uang dulu atau bankable baru berbisnis, juga tidak perlu menunggu jadi PT. Belum memiliki kantor, konsultan, sekretaris, dan sebagainya bukan penghambat untuk memulai bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sifat penghambat ketiga adalah sindroma tidak akan berhasil. Sindroma yaitu anggapan sudah ada orang yang melakukannya, sudah ada produk serupa di pasaran, dan merasa sayang terhadap penghasilan tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reynald mengatakan, kenyataannya para entrepreneur berhasil karena visi yang sulit dimengerti oleh kebanyakan orang. Menurut Reynald, sifat-sifat yang mendukung kesuksesan seorang entrepreneur adalah berpikir sederhana tetapi penuh perhitungan. Seorang wirausahawan adalah seorang yang selalu mencari peluang dan panjang akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan sebagai wirausahawan juga didukung keaktifan menemukan hal-hal atau cara-cara baru. Rasa antusias perlu terus didorong tapi jangan ngawur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, menjadi wirausahawan dapat dimulai dengan langkah kecil yang terencana, cepat, dan fleksibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Hasan Abdullah selaku pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, jiwa kewirausahaan adalah jiwa kemandirian seseorang untuk memenangkan kompetisi global. Etos kerja sangat dibutuhkan dan tentu didukung kejujuran dalam berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewirausahaan adalah seni memainkan dalam berbisnis, seni mengembangkan pola kerja, seni bertahan, seni melakukan usaha, serta seni kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wirausaha yang sukses adalah yang bisa menyelesaikan semua masalahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Kompas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-6877179780038422973?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/6877179780038422973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/jangan-remehkan-usaha-rumahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6877179780038422973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6877179780038422973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/jangan-remehkan-usaha-rumahan.html' title='Jangan Remehkan Usaha Rumahan'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-472576633529749791</id><published>2008-12-06T22:03:00.001+07:00</published><updated>2008-12-06T22:05:48.715+07:00</updated><title type='text'>MEMBUKA USAHA SAMPINGAN</title><content type='html'>Pada beberapa edisi lalu saya mengatakan ke-pada Anda bahwa untuk mendapatkan penghasilan tambahan ada empat cara yang bisa Anda lakukan. Yakni bekerja pada orang lain, bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, membuka usaha sampingan, atau melakukan investasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat hal tersebut, membuka usaha sampingan biasanya merupakan cara yang cukup baik untuk mendapatkan peng-hasilan tambahan. Dengan membuka usaha sampingan, pertama-tama Anda mungkin harus terlibat penuh didalamnya. Tapi lama kelamaan, bila usaha itu besar, Anda bisa menyerahkan pengelolaannya pada orang lain, sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu. Sementara pemasukan terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan apabila Anda bekerja pada orang lain atau bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian. Bekerja pada orang lain jelas Anda harus mengikuti jam kerja yang disyaratkan. Sedangkan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, biasanya Anda bisa menentukan waktu kerja Anda sendiri, tapi tetap saja Anda akan sibuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGHASILAN BISA BESAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah kira, usaha sampingan, apabila Anda jalankan dengan sungguh-sungguh bisa memberikan hasil yang sama ­ bahkan lebih besar ­ dibanding bila Anda bekerja dan mendapatkan gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah memperhatikan tukang sate yang berjualan di dekat rumah saya. Setiap hari, dari jam 17.00 - 24.00 (7 jam kerja), ia bisa menjual sekitar 250 tusuk sate ayam. Kalau satu tusuk dihargai Rp 400, maka ini berarti ia mendapatkan Rp 100 ribu sehari. Dalam sebulan, ia bisa bekerja sekitar 25 hari. Ini berarti pemasukannya sebulan mencapai Rp 2,5 juta. Saya pernah tanya berapa sih keuntungannya dari Rp 2,5 juta itu? Dia bilang sekitar 60 persen. Ini berarti keuntungannya adalah Rp 1,5 juta setiap bulan. Itu belum termasuk keuntungan dari penjualan lontongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Anda tidak harus jadi penjual sate bila Anda memang tidak mau. Anda bisa membuka usaha lain yang mungkin lebih Anda kuasai seluk-beluknya. Prinsipnya di sini adalah apa pun usahanya, kalau Anda jalankan dengan serius, hasilnya bisa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya yang namanya usaha mungkin tidak akan selalu berjalan lancar. Penghasilannya mungkin belum seberapa. Tapi itu karena usaha Anda mungkin belum dikenal orang banyak. Namanya juga masih baru. Lama kelamaan, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda pasti akan mulai berkembang, sehingga hasil yang Anda dapatkan makin besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang sate tadi misalnya. Saya yakin, pertama kali ia membawa dagangannya, orang mungkin masih ragu-ragu untuk mencoba satenya, karena orang baru pertama kali melihat tukang sate ini. Tapi lama kelamaan, orang mulai memesan satenya, dan akhirnya orang ini identik dengan sate. Setiap kali ia lewat di depan rumah saya, saya langsung teringat akan satenya. Itu bukti bahwa usaha apa pun membutuhkan pengenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang harus kenal lebih dulu dengan usaha Anda, apa pun usaha itu. Entah toko, entah restoran kecil, entah usaha jahitan. Mungkin pengenalannya makan waktu satu tahun, dua tahun, atau mungkin hanya beberapa bulan, tergantung bagaimana promosi Anda. Setelah kenal, barulah selebihnya tergantung pada kualitas produk Anda. Bila sekali saja konsumen tak suka, seterusnya mereka kapok membeli produk Anda. Apa pun jenisnya. Karena itu, Anda juga harus menjaga kualitas produk agar sesuai keinginan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK HARUS MENINGGALKAN PEKERJAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang bahwa Anda harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda sekarang bila Anda menjalankan usaha Anda? Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda. Anda bisa menjalankan usaha Anda sambil Anda tetap bekerja di pekerjaan Anda sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung-hitung, Anda nantinya akan punya pendapatan yang dobel kan? Pertama-tama, mungkin pendapatan usaha Anda masih jauh lebih kecil dibanding gaji dari pekerjaan Anda. Tetapi lama-lama, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda akan makin maju, dan pendapatan usaha Anda siapa tahu akan meningkat dan bisa menyamai gaji Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, siapa tahu juga pendapatan usaha Anda bisa meningkat lagi dan melebihi gaji Anda? Saya banyak melihat contoh orang yang merintis usaha sambil tetap mempertahankan pekerjaannya. Lama-lama ketika usahanya makin sukses, pendapatan dari usahanya meningkat, dan jumlahnya jauh melebihi gajinya. Sehingga ia memiliki pilihan apakah ia akan mempertahankan kedua pendapatannya, atau meninggalkan pekerjaannya dan terjun total 100 persen ke dalam usahanya dengan harapan agar penghasilan dari usahanya bisa makin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang menjadi ibu rumah tangga dan hanya suami yang bekerja, mungkin bisa lebih enak lagi. Anda merintis usaha Anda, sementara suami Anda tetap mendapatkan gaji dari pekerjaannya. Masing-masing dari Anda sekarang menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIAP MELUANGKAN WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda menjalankan usaha Anda sambil masih tetap bekerja, maka Anda harus siap meluangkan waktu. Bagi Anda yang menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, Anda harus siap menyisihkan sekitar ­ mungkin ­ 4 jam setiap hari untuk mengurus usaha baru Anda. Bagi Anda yang juga bekerja di kantor, mungkin Anda harus siap menjalankan usaha Anda pada malam hari. Terserah Anda. Yang jelas, Anda harus memiliki komitmen untuk mau menjalankan usaha Anda, dan jangan kaget kalau nanti Anda akan lebih capek dari biasanya. Ini wajar, karena Anda menjalankan dua pekerjaan sekaligus kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang membuat Anda mau lebih capek dari biasanya? Apa yang membuat Anda mau repot-repot menjalankan usaha Anda? Ini karena Anda ingin agar usaha Anda bisa berkembang kelak dan pengelolaannya bisa Anda serahkan ke anak buah Anda sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk keluarga Anda kelak sementara tetap men-dapatkan penghasilan. Jadi, Anda investasi waktu (mau lebih sibuk) sekarang, dengan harapan agar Anda mendapatkan waktu yang lebih banyak kelak. Jadi, sesibuk apa pun sekarang, kenapa Anda tidak luangkan waktu untuk merintis sebuah usaha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERLU DUKUNGAN KELUARGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta dukungan dari keluarga Anda. Kalau perlu, ajak suami Anda untuk ikut membantu Anda. Libatkan suami Anda dari awal. Dengan demikian, suami Anda bisa ikut berperan dalam usaha Anda. Dukungan suami itu penting lo. Banyak usaha rumahan yang gagal karena tidak adanya dukungan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti Anda tidak akan berhasil dalam usaha Anda bila tidak didukung suami, tapi memang akan sangat membantu kalau suami Anda ikut mendukung usaha Anda kan? Kalau perlu, jangan katakan pada suami bahwa ini adalah usaha Anda. Katakan padanya bahwa ini adalah usaha keluarga, bukan usaha Anda. Kelak kalau usaha ini besar, suami Anda bisa ikut terlibat di dalamnya. Bukankah akan mengasyikkan bila suami-istri bekerja bersama membangun usaha keluarga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK HARUS SEKOLAH TINGGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda adalah salah satu dari mereka yang tidak mengenyam sekolah tinggi? Apakah Anda cuma lulusan SMP? Apakah Anda cuma lulusan SMEA? Atau apakah Anda sama sekali tidak pernah sekolah dan hanya punya pengalaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca ini: Anda tidak harus mengenyam sekolah tinggi lebih dulu untuk bisa membuka usaha dan berhasil dalam usaha Anda. Kita sudah sering mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada banyak orang berhasil dalam membangun usahanya dari nol, meski tidak memiliki pendidikan tinggi. Liputan di NOVA, baik rubrik Profil maupun Peristiwa, sering menampilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa resepnya sehingga mereka bisa berhasil? Ketekunan dan motivasi untuk bisa berhasil. Yang lebih penting, ia ­ walaupun tidak sekolah tinggi ­mau belajar. Belajar tidak harus ditempuh dengan sekolah. Anda bisa belajar dari pengalaman Anda, dari buku, dan dari pengalaman orang lain (baik keberhasilan maupun kegagalannya). Satu lagi, mereka mau memulai usahanya dari kecil lebih dulu, sebelum lama-lama usaha itu menjadi besar. Percayalah, Anda punya kesempatan yang sama dengan saya, dan dengan orang yang lain untuk bisa berhasil, walaupun Anda tidak memiliki pendidikan tinggi sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tunggu apa lagi? Tetapkan tekad untuk membuka usaha sampingan. Sekarang juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : tabloid Nova&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-472576633529749791?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/472576633529749791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/membuka-usaha-sampingan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/472576633529749791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/472576633529749791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/membuka-usaha-sampingan.html' title='MEMBUKA USAHA SAMPINGAN'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-2543207303579698941</id><published>2008-12-06T21:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-06T21:33:07.169+07:00</updated><title type='text'>Meraup Uang Jutaan dari Laundry Bulanan</title><content type='html'>Laundry dengan hitungan per potong sudah sangat jamak. Sistem kiloan sudah mulai banyak ditemui, tetapi sangat jarang yang menetapkan harga atas dasar ukuran bulanan, seperti bisnis yang dijalankan Widyawati Irda. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah ada satu manusia pun di muka bumi ini, yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Karena, itu, setiap manusia wajib membekali diri dengan cara apa pun, untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga, sekali pun hal ini tidak menjamin manusia tersebut terbebas dari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti sering dikatakan, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, tapi manusia tetap wajib berusaha. &lt;br /&gt;Berbekal pandangan ini, Widyawati Irada, mantan engineer pada sebuah perusahaan elektronik di Muka Kuning, Batam, membuka usaha laundry bersama dengan partnernya, Endrayani. “Tujuanku membuka usaha ini selain untuk menambah penghasilan, juga agar tetap terus eksis dan berkarya meski ‘cuma’ ibu rumah tangga. Aku juga nggak mau 100% bergantung sama suami, karena kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Jadi, kita wajib membekali diri. Di samping itu, dengan membuka usaha, muncul suatu keharusan untuk terus mengasah diri. Aku yakin banget hal ini berdampak positif pada kualitas pengasuhan anak-anakku, khususnya,” kata Adhe, begitu orang-orang menyapanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, saat laundry ini dibangun (Februari 2003), bisnis laundry masih sangat jarang ditemui, terutama di perumahan-perumahan. Dengan demikian, pasarnya masih sangat luas, mengingat Batam dihuni ribuan pekerja pabrik yang hampir setiap hari kerja lembur, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk urusan cuci mencuci. Belum lagi cuaca Batam yang sukar diramalkan. Sedangkan pembantu rumah tangga selain susah dicari, standar gajinya juga sangat tinggi. “Padahal pekerjaan ibu rumah tangga itu tiada habisnya. Jadi, daripada direpotkan oleh masalah cucian ya dilaundry saja atau setidaknya mempercayakan urusan menyeterika baju-baju mereka ke laundry,” ujarnya. Di sisi lain, mencuci dan menyeterika merupakan pekerjaan yang paling gampang dan dapat disambi mengurus anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal awal sekitar Rp200 ribu yang hanya digunakan untuk membeli gantungan baju, keranjang baju, kantung plastik, dan jemuran mengingat mesin cuci, setrikaan, dan tempat menjemur pakaian sudah tersedia, kedua nyonya rumah ini membuka usahanya yang diberi nama Familia Laundry. Dalam perjalanannya, ada penambahan alat-alat lain seperti steamer, tag gun, dan tag pin untuk identifikasi baju masing-masing pelanggan. Selain itu, mencuci dan menyeterika yang semula dikerjakan sendiri, setahun kemudian dibantu dua karyawan. “Ketika tersadar rumah kami sudah sesak dengan baju-baju, kami membeli satu unit rumah untuk ruang produksi dan mess karyawan, serta satu unit mobil untuk operasional, beberapa mesin cuci dan alat pengering dengan pinjam ke bank sebesar Rp200 juta. Kami juga memperlebar pelayanan kami yang pada awalnya cuma di Batu Aji ke Tiban, Nagoya, Sungai Panas, dan Batam Centre,” katanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Familia Laundry menyediakan pelayanan laundry bulanan dengan tarif Rp80 ribu/bulan, laundry kiloan (Rp6 ribu/kg), dry cleaning (mulai dari Rp15 ribu/piece), laundry bed cover (mulai dari Rp15 ribu/piece), laundry karpet/permadani (Rp7.500/m²), laundry linen untuk spa, dan laundry seragam karyawan perusahaan. Dengan jumlah pelanggan tetap sekitar 150 baik keluarga maupun perorangan, setiap bulan dibukukan omset sebesar Rp25 juta. “Kami memperlakukan setiap pelanggan dengan cara khusus. Hampir semua permintaan mereka yang spesifik tapi masuk akal, kami penuhi. Yang pasti, masing-masing baju pelanggan kami cuci sendiri-sendiri. Ini yang tidak selalu dapat dijumpai di semua laundry, sekali pun kapasitasnya laundry besar,” ucap Adhe yang sering kebanjiran order saat menjelang lebaran, natal, dan imlek. &lt;br /&gt;Untuk menambah pemasukan, di samping berpromosi dengan menyebarkan brosur dan beriklan secara kontinyu, Familia Laundry menjalin kerja sama dengan pengusaha busana muslim di mana member atau non member mereka yang berbelanja dengan nominal tertentu akan mendapat diskon 10% di Familia Laundry, sedangkan pelanggan laundry ini berpeluang mendapat voucher diskon untuk menjadi member mereka. “Kami juga berencana bekerja sama dengan beberapa teman di bidang-bidang usaha yang lain, seperti pengusaha gorden/vitrage,” kata ibu dua anak yang bermimpi menciptakan gaya hidup mencucikan pakaian di mal, sambil cuci mata ini. “Kelar jalan-jalan, mampir lagi ke laundry, cucian sudah kering, bersih, rapi, dan wangi,” imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waralaba? “Belum ada rencana. Kami juga belum membuka cabang. Yang ada hanya agen yang tersebar di Tiban, Sagulung, Batam Centre, dan Muka Kuning. Agen-agen ini bertugas mengumpulkan baju kotor milik pelanggan, lalu baju-baju itu kami jemput, diproses, dan akhirnya dikembalikan lagi dalam kondisi bersih ke agen. Saat ini, aku lebih tertarik memotivasi para ibu rumah tangga untuk mengikuti jejakku. Untuk itu, aku membuat website tentang usahaku ini serta memberi kesempatan kepada mereka, dengan membuat dan menjual CD (compact disc) yang berisi panduan praktis dari A–Z tentang cara membuka usaha laundry, memilih baju pelanggan, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Dengan cara ini, aku ingin memperkenalkan laundry keluarga secara lebih luas. Harapanku, semakin banyak ibu rumah tangga yang membuka usaha laundry, selain tingkat ketergantungan terhadap suami berkurang, juga masyarakat dengan sendirinya akan semakin terdidik menggunakan jasa laundry sebagai bagian dari gaya hidup mereka,” ucapnya. Bagaimana ibu-ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : majalahpengusaha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-2543207303579698941?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/2543207303579698941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/meraup-uang-jutaan-dari-laundry-bulanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/2543207303579698941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/2543207303579698941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/meraup-uang-jutaan-dari-laundry-bulanan.html' title='Meraup Uang Jutaan dari Laundry Bulanan'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-1214015634154281819</id><published>2008-12-06T21:08:00.000+07:00</published><updated>2008-12-06T21:09:18.085+07:00</updated><title type='text'>WIRAUSAHA</title><content type='html'>Menjadi wira usaha bisa dikatakan gampang-gampang susah, tetapi niat dan keinginan anda menjadi wira usaha haruslah diasah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-1214015634154281819?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sme-center.com/sme/doc/file/20050128041042.pdf' title='WIRAUSAHA'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/1214015634154281819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/wirausaha_06.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1214015634154281819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1214015634154281819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/wirausaha_06.html' title='WIRAUSAHA'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-1205278242045433331</id><published>2008-12-06T20:49:00.001+07:00</published><updated>2008-12-06T20:51:26.528+07:00</updated><title type='text'>Intelektualisasi Sampah</title><content type='html'>Telah banyak orang mendulang sukses dari sampah, namun tidak banyak yang memandang sampah secara komprehensif seperti yang dilakukan Wisnu Wardhana (49).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Sanggar” ini berada tepat di pinggir jalan raya, di bekas lahan tak bertuan yang dikenal angker, bernama Bulak Gremeng. Tidak seangker namanya—yang kurang lebih berarti “padang bersuara gumaman”, saat SH memasuki lokasi Sanggar ini, justru kesan keramahan dan kenyamanan yang segera terasa. &lt;br /&gt;Semuanya tampak sederhana, serba-tertata rapi, seolah mencerminkan pribadi Wisnu, sang pemilik yang saat “menjemput” SH pun tampil apa adanya. Gaya bahasanya yang “ceplas-ceplos” namun “berisi” pun membuat suasana di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah ini berbeda. Walau semuanya terkesan bersahaja, berada di tempat ini, SH seolah sedang berada di “kampus mini”. &lt;br /&gt;Pun tak ada impresi kumuh “tercium” di sanggar ini, walaupun hampir semua aktivitas di area seluas 6.000 m2 ini berurusan dengan sampah. Gerobak hilir mudik pada pagi dan sore hari mengangkut sampah menuju tempat ini dari Perumahan Minomartani. Berbagai jenis sampah rumah tangga pun ditumpahkan dari gerobak-gerobak itu, diikuti kegiatan penyortiran sepanjang pagi hingga siang hari. Bau sampah memang tercium dalam tahap ini, namun begitu berakhir, aroma itu segera pergi, karena lokasi penyortiran langsung dibersihkan. Yang tersisa adalah sejumlah gundukan sampah berukuran sekitar 2x2x2 meter, yang akan menjalani proses berikutnya, sampai benar-benar menjadi kompos yang siap dijual. &lt;br /&gt;“Bakal kompos ini tidak mengeluarkan bau, karena yang terjadi pada proses komposting bukan pembusukan melainkan penguraian,” tutur I Dewa Putu Eska Sasnanda (Nanda), Manajer Divisi Pendidikan di sanggar ini. &lt;br /&gt;“Bakal kompos ini harus sering diaduk untuk menjaga suhunya. Suhunya mesti cukup untuk mematikan bakteri yang tidak bermanfaat, rata-rata hingga 80 derajad Celcius,” tambah Nanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang Sampah “Intelek”&lt;br /&gt;Berbicara dengan Wisnu tidak seperti sedang berbicara dengan tukang sampah betulan. Padahal, lelaki yang punya hobi bermain game dan “berpikir” ini selama bertahun-tahun benar-benar menjalani profesi tukang sampah. Setiap hari, ia mendorong gerobak dan mengambil sampah dari rumah ke rumah di kompleks perumahan tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;Setelah lebih dari lima tahun menarik gerobak sampah, tepatnya tahun 1996, Wisnu pun mendirikan “sanggar” untuk para tukang sampah. Wisnu yang dalam perbincangan dengan SH terdengar fasih berbahasa Inggris ini pun menamakan sanggarnya “Karya Penarik Sampah” (KPS). &lt;br /&gt;“Perkumpulan itu saya namakan ‘sanggar’ karena di dalamnya ada makna ‘perkumpulan’, ada aktivitas yang dilakukan, ada kehendak berbagi, di samping adanya unsur komunikasi dan produksi,” papar Wisnu berfilosofi. &lt;br /&gt;Sejak didirikan di tahun 1996, sanggar yang berada di tepi Sungai Klanduan itu pun “hidup” oleh aktivitas penanganan sampah. Pada tahun 2003, lebih dari 40 pekerja terlibat dalam proses pengelolaan di KPS. Pada saat itu, dua bedeng produksi KPS bahkan mampu mengolah hingga 18 ton sampah per bulan. “Dua per tiga timbulan sampah se-Sleman per hari masuk ke TPA ini,” kenang Wisnu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;Upayanya memberdayakan masyarakat setempat untuk mengelola sampah kala itu membuatnya menuai berbagai penghargaan, di antaranya penghargaan dari Ashoka Indonesia pada tahun 1999. Kala itu, Wisnu dianggap sebagai pembaharu sosial di bidang lingkungan dan pendidikan. Sejak tahun 1997, profilnya pun sering muncul di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik.&lt;br /&gt;Banyak pihak lantas berdatangan ke TPA-nya untuk menimba ilmu. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) misalnya, pernah melakukan studi banding selama tiga bulan di TPA-nya. Bahkan, Direktur IMF Hubert Neiss pada masa itu konon menyempatkan diri berkunjung ke KPS ini dan mengatakan bahwa usaha pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Wisnu patut diberi bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipalak&lt;br /&gt;Seiring berkembangnya produktivitas KPS-nya, ternyata banyak tantangan yang harus dihadapi Wisnu. Penghargaan menjadi tidak berarti lagi saat pihaknya justru dipalak oleh oknum dari pemerintah daerah. “Saya heran, saya mengurus sampah kan membantu masyarakat dan pemerintah, kok masih diriwuki (diganggu-red),” ungkapnya. &lt;br /&gt;Kekecewaan Wisnu bertambah saat para pegawainya direkrutnya dari kalangan pekerja seks komersial (PSK), pada waktu itu mulai tidak bangga lagi dengan profesi mereka sebagai pekerja di KPS, padahal taraf hidup mereka secara ekonomi dan sosial meningkat.&lt;br /&gt;“Mereka mendapatkan penghasilan lumayan, taraf hidup mereka meningkat, tapi mereka sering tidak mau mengaku bekerja di KPS,” tutur Wisnu. Penghasilan berlebih konon justru mereka gunakan untuk berlaku urakan, seperti nongkrong dan minum-minuman keras. &lt;br /&gt;Kenyataan ini membuat Wisnu sempat “ngambek”. Ia pun menarik diri dan menghentikan aktivitas di KPS-nya, dan memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk “menemukan makna” aktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit Lagi&lt;br /&gt;Bulan September lalu, saat SH berkunjung ke TPA-nya, lokasi pengoplosan sampah ini baru saja dibuka lagi setelah selama hampir lima tahun berhenti beroperasi. &lt;br /&gt;Sanggar Kegiatan yang belakangan dinamai “Citizen Based Initiative-Karya Penggayuh Sentosa (CBI-KPS) ini pun mulai berdenyut lagi. Wisnu, yang mengaku bangga menjadi “tukang sampah” ini berharap sanggarnya benar-benar menjadi ajang pembelajaran bagi masyarakat untuk mengelola sampah. Ia kini bahkan bercita-cita mendirikan “Institut Sampah” yang kelak mampu menghasilkan profesor-profesor di bidang persampahan. &lt;br /&gt;Cita-cita ayah dari dua anak perempuan dan dua anak laki-laki ini tentu tak berlebihan, mengingat sejak dibuka lagi, sanggar yang didirikannya itu tak henti didatangi para suster biara, para pelajar, mahasiswa, bahkan dosen-dosen dari universitas terkemuka di Yogyakarta, untuk menimba ilmu soal persampahan. &lt;br /&gt;“Seluruh biara susteran dan sejumlah perumahan di Sleman dan Yogyakarta telah menerapkan sistem pengelolaan sampah kami,” ungkap Nanda, “murid” Wisnu yang kini telah menjadi rekan kerjanya di CBI-KPS. &lt;br /&gt;“Prinsip yang diterapkan CBI-KPS ini adalah zero waste, artinya sampah dikelola semaksimal mungkin sehingga menyisakan sesedikit mungkin residu (sampah yang tidak bisa digunakan lagi-red),” papar Wisnu lugas. &lt;br /&gt;Menurut Wisnu, sampah nonorganik juga dapat diupayakan menjadi produk baru atau bahan daur ulang demi meningkatkan pendapatan masyarakat, misalnya dengan membuatnya menjadi barang kerajinan. Penanganan sampah menurutnya harus komprehensif, antara lain mencakup aspek sosial, politik, budaya, dan ekonomi masyarakat.&lt;br /&gt;Wisnu juga memasyarakatkan motto “Sampah Selesai di Rumah”. Artinya, masalah sampah harus diatasi dari rumah-rumah, karena bila tidak dikelola dengan tepat, sampah akan mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan. “Walau berat tantangannya, mari kita mulai membiasakan memilah sampah sejak dari rumah,” imbaunya.&lt;br /&gt;Sumber : sinar harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-1205278242045433331?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/1205278242045433331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/intelektualisasi-sampah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1205278242045433331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1205278242045433331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/intelektualisasi-sampah.html' title='Intelektualisasi Sampah'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-1477262152577509211</id><published>2008-12-06T20:43:00.001+07:00</published><updated>2008-12-06T20:45:40.082+07:00</updated><title type='text'>Tips Memulai Usaha Sendiri</title><content type='html'>Peluang usaha seringkali dilihat sebagai peluang yang sesaat. Tak heran jika wirausahawan model begini tak langgeng dalam menjalankan bisnisnya. Padahal peluang tersebut jika dipelihara dengan manajemen standar, pasti sukses. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan pebisnis pemula jika melihat peluang tersebut dan bagaimana mengelola kesempatan tersebut agar bisa membawa kesejahteraan yang langgeng? Berikut ini ada baiknya mencermati tips tentang memulai usaha sendiri.&lt;br /&gt;Langkah awal mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpinlah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk. Begitu juga dengan cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata tidak bisa ataupun tidak mungkin.&lt;br /&gt;Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa sulit. Enthusiaatism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.&lt;br /&gt;Ambillah risiko. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap risiko yang akan diambil. Sebuah risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan seorang entrepreneur (wirausaha) dengan manajer. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manajer dibutuhkan dalam mengatur perusahaan yang telah maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Terpenting&lt;br /&gt;Carilah nasihat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Entrepreneur selalu mencari nasihat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera keenamnya. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu. &lt;br /&gt;Langkah terpenting adalah menumbuhkan ethos kerja keras. Langkah ini sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard work and smart work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua kesuksesan butuh workaholics di langkah awalnya. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya. Pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya. &lt;br /&gt;Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang membeli dari temannya. Pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasihat, membantu dan menolong pada masa sulit.&lt;br /&gt;Jika mengalami kegagalan, hadapi kegagalan itu. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk memperkuat dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko kegagalan dan bila itu, bersiaplah dan hadapilah! Jika Anda sudah siap memulai usaha, lakukanlah sekarang juga. Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita&lt;br /&gt;Sumber : sinar harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-1477262152577509211?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/1477262152577509211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/tips-memulai-usaha-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1477262152577509211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1477262152577509211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/tips-memulai-usaha-sendiri.html' title='Tips Memulai Usaha Sendiri'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-601634373227274088</id><published>2008-12-05T21:25:00.001+07:00</published><updated>2008-12-05T21:27:45.820+07:00</updated><title type='text'>Pilih Ikan Atau Kail?</title><content type='html'>“Duh, kok kemaraunya gak berhenti-berhenti yah”, keluh Kaka si kancil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya nih”, jawab Kuri si kura-kura lirih, “kalau begini terus dua tiga hari lagi persediaan makanan kita bakal habis.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kaka dan Kuri memang tinggal bersama. Mereka membuat rumah yang cukup nyaman di dalam sebuah gua kecil. Di sekitar gua sejatinya banyak ditumbuhi tanaman-tanaman yang menjadi pengisi perut mereka sehari-hari. Namun sayangnya, sejak beberapa minggu terakhir ini, panas yang berkepanjangan melanda, sehingga sedikit demi sedikit tanaman yang ada mati kekeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba kita bisa memancing seperti pak Beri Beruang”, lanjut Kuri, “pastinya kita tidak perlu pusing seperti ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRAKKKK!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaka tiba-tiba meloncat dari kursinya hingga tidak sengaja menjatuhkan kursi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ada ide!”, teriak Kaka dengan semangat ‘45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada ide ya ada ide”, gerutu Kuri yang sempat jantungan gara-gara ulah Kaka tadi, “tapi jangan bikin aku mati muda dong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengar dulu”, potong Kaka sebelum Kuri melanjutkan omelannya. “Bagaimana kalau kita minta ikan ke pak Beri? Kan seringkali dia dapat ikan banyak, yang lebih dari jatah makan perut gendutnya. Pasti bakal diberi deh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memangnya kita akan minta-minta ikan terus ke dia? Lama-lama juga pasti pak Beri gak akan mau memberi ikan ke kita.”, jawab Kuri sambil membetulkan kursi yang tadi terjatuh. Lanjutnya, “Lebih baik kita minta diajari cara memancing ikan saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, tahu sendiri kan pak Beri seperti apa sifatnya”, tukas Kaka. “Galak. Bicaranya keras, tapi susah dicerna maksudnya. Mendingan minta langsung aja. Lagipula aku malas kalau harus belajar segala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaka melangkah mendekati jendela. Matanya berbinar-binar nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti aku akan cari alasan yang berbeda setiap harinya agar pak Beri mau memberikan ikan kepadaku.”, katanya. “Gimana Kur, setuju tidak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuri termenung. Di satu sisi, ia membayangkan nikmatnya duduk santai di tepi jalan setapak ke sungai sambil menunggu pak Beri lewat membawa hasil pancingannya. Ia kenal Kaka sejak lama. Kawannya yang cerdas ini pasti dapat menemukan cara untuk membuat satu dua ikan pak Beri berpindah tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ia tidak ingin hanya berpangku tangan dan bergantung kepada binatang lain. Ia juga ingin dapat memancing ikan sendiri sehingga tidak kebingungan apabila suatu saat kemarau datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, kok malah melamun”, ujar Kaka sambil mendorong pelan tempurung Kuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak ikutan deh”, jawab Kuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh kok…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, aku ingin coba memancing saja. Pasti terasa lebih lezat kalau ikannya hasil pancinganku sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Kaka tercenung. Ia menatap tajam ke arah Kuri. Beberapa detik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HAHAHAHAH!!! Kamu bercanda kan? Memangnya kamu mau belajar darimana? Pak Beri? Bisa tambah lapar kalau kamu kelamaan ngobrol dengan dia!”, kata Kaka lantang. “Lagipula”, lanjutnya, “semua binatang di hutan ini kan tahu kalau kamu itu lambat berpikirnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuri tersenyum mendengar sindiran Kaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biar saja”, jawabnya. Pede. “Aku yakin kalau aku berusaha pasti aku akan bisa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Keesokan harinya, Kuri mulai mengikuti dan mengamati pak Beri yang sedang memancing. Ia kemudian mencoba untuk membuat tongkat pancingnya sendiri dan menanyakan kepada pak Beri, apakah kailnya sudah benar atau belum. Dengan tekun ia berusaha memahami apa maksud perkataan pak Beri hingga akhirnya ia berhasil membuat tongkat pancing yang kuat dan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kancil? Sesuai rencananya, Kaka menunggu di ujung jalan hingga pak Beri lewat dan mengiba-iba kepadanya untuk meminta seekor ikan hasil tangkapannya. Dasar cerdik, pak Beri pun tidak kuasa menolak permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat nih,” ujar Kaka pada Kuri sesampainya di rumah, “ikan pemberian pak Beri. Besar bukan? Pasti lezat jika dibumbu rujak dan dimakan dengan sambal mangga. Mana ikanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuri menunjukkan kail buatannya dengan bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nih”, katanya sambil tersenyum. “Hari ini aku memang belum bisa membawa ikan, tapi aku sudah bisa membuat tongkat pancingku sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terserahlah,” tukas Kaka. “Kok mau-maunya sih repot begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu. Kuri terus berusaha untuk belajar tehnik memancing ikan dari pak Beri. Mulai dari memilih umpan, mencari tempat yang banyak ikannya, hingga cara menarik ikan agar tidak terlepas dari kaitannya. Kaka pun melalui hari-harinya dengan seribu satu alasan untuk dapat menaklukkan hati pak Beri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan, pak Beri pun jenuh. Ia tidak mau lagi memberikan ikannya kepada Kaka meskipun Kaka sudah memohon sambil berguling-guling di tanah. Sebaliknya, Kuri semakin ahli dalam memancing dan sudah dapat menangkap ikan sendiri. Melihat Kaka yang menangis tersedu-sedu karena tidak mendapatkan makanan hari itu, Kuri pun membagikan ikan hasil tangkapannya pada Kaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuh kan, benar yang aku bilang”, kata Kuri bijak. “Lebih baik kita berusaha sendiri daripada selalu bergantung kepada orang lain. Meskipun kelihatannya susah, jika terus mencoba, pasti kita akan bisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaka mengangguk perlahan. Kali ini dia setuju dengan pendapat Kuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral Cerita / Bahan Renungan: "Daripada terus-menerus bergantung kepada orang lain, lebih baik jika kita berusaha untuk belajar dan meningkatkan kemampuan kita agar bisa seterusnya berdiri dan berusaha sendiri." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disadur dari fabel dongeng&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-601634373227274088?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/601634373227274088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/pilih-ikan-atau-kail.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/601634373227274088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/601634373227274088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/pilih-ikan-atau-kail.html' title='Pilih Ikan Atau Kail?'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-4700476667301755262</id><published>2008-12-05T19:36:00.004+07:00</published><updated>2008-12-05T19:51:14.651+07:00</updated><title type='text'>Membangun bisnis paling halal dan paling menjanjikan</title><content type='html'>Kedengarannya memang seperti bahasa iklan. Terus terang saya sendiri awam soal dunia iklan atau trik  dalam beriklan, tapi apa yang saya sampaikan diatas tidaklah berlebihan. Artikel ini saya tulis untuk sekedar berbagi pengalaman kepada calon pebisnis muda berdasarkan apa-apa yang saya dapat dari teman dan kawan-kawan yang dah jadi milyuner  ceu ilah kelihatannya makin berlebihan aja…tapi ini betul bro…!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Biar lebih jelasnya saya akan cerita sedikit dengan salah satu kawan saat kami bincang-bincang usai meeting di salah satu café  Taman Anggrek.&lt;br /&gt;Saat  itu saya sampaikan kepada rekan pemilik salah satu tabloid ibu kota akan keinginan saya membuka usaha waralaba, atau francise …ya semacam usaha nebeng merek terkenal gitu,…kaya KFC, MacDonald, Alpamart atau yang lain…yang menyediakan paket waralaba dan sekarang merek lokal juga mulai menjamur…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya usaha ini saya pilih karena melihat kawan-kawan lain yang lumayan berhasil, tetapi mendengar penjelasan dari sang pakar waralaba ini, saya malah berpikir dua kali..&lt;br /&gt;Sang pakar waralaba (sebut saja begitu) mengatakan, “saya walau dikenal sebagai ahlinya dibidang ini…tetapi saya sendiri tidak merekomendasikan usaha ini kepada orang-orang yang memiliki ide dan pemikiran bisnis yang cemerlang untuk berbisnis disektor ini.&lt;br /&gt;Jika kita bisa, kenapa tidak meng-create bisnis kita sendiri…malah membesarkan punya orang lain”. &lt;br /&gt;“Menurut bapak bisnis apa yang bakal booming dimasa depan?” Kawan saya balik bertanya. Saya jawab, “berdasarkan beberapa pendapat rekan-rekan dan beberapa artikel bisnis dimedia, saya mengambil kesimpulan bahwa, ada tiga kelompok besar yang akan merajai bisnis masa depan. Yang pertama adalah sektor jasa kesehatan dan perawatan tubuh-kecantikan….turunannya yang paling terlihat adalah perawatan dan pengobatan herbal. Yang kedua adalah sektor perkebunan-peternakan…yang geliatnya sudah terlihat adalah peternakan dan yang terakhir adalah jasa teknologi komputer, untuk saat ini terlihat sekali tetapi kedepan kompetitor di sektor ini akan banyak sekali.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kawan saya setuju dengan pendapat saya dengan mengangguk, “Dan bisnis berikut yang akan dan sedang saya bangun adalah peternakan ikan pak”. Jawabnya datar. Tidak tanggung-tanggung dana yang akan ia gulirkan untuk bermain disektor ini, akan bikin kita makin ciut dengarnya…he..he... Sekedar gambaran…ia akan membangun kolam ikan aneka macam dan ternak itik diatas lahan seluas 160 Hektar….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus paling halalnya dimana dong?&lt;br /&gt;ya, saya sarankan anda ikut main dipeternakan lah...kan ga ada yang bisa anda korupsi...kalau pakan ternak anda dikorupsi paling klepek-klepek tuh hewan...ya kan..&lt;br /&gt;dan menjanjikan karena anda jangan pikirin jualnya kemana...ternak aja terus..apa iya ga ada yang beli. Kalau ga laku hari ini, besok atau lusa dia beranak-pinak kan makin banyak. masak sudah banyak nanti masih ga ada yang nanya mo dijual apa nggak piaraan kita tho. percayalah, pasti ada yang beli kalau tidak, silahkan hubungi saya di blog ini.....he..he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kawan saya saja yang sudah milyuner mau bermain disektor ini, kenapa kita tidak….&lt;br /&gt;Ayo pulang ke desa manfaatkan lahanmu yang kosong….kwek..kwek…mbek..mbek!! kuk kruuyuuuuuk!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-4700476667301755262?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/4700476667301755262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/membangun-bisnis-paling-halal-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4700476667301755262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4700476667301755262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/membangun-bisnis-paling-halal-dan.html' title='Membangun bisnis paling halal dan paling menjanjikan'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-4153377542755975837</id><published>2008-12-05T18:46:00.001+07:00</published><updated>2008-12-05T18:48:57.371+07:00</updated><title type='text'>Gratis Biaya Pendirian UKM</title><content type='html'>Pemda DKI Jakarta akan menggratiskan biaya pendirian usaha kecil dan menengah. Langkah ini sedang diusulkan ke DPRD, sementara anggota Dewan mengisyaratkan akan menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika penggratisan untuk usaha kecil dimaksudkan untuk menggairahkan ekonomi kerakyatan dan menekan angka pengangguran, penggratisan usaha menengah diharapkan mendorong investor dalam negeri dan luar negeri untuk mendirikan usaha di Jakarta.&lt;br /&gt;Gratis Biaya Pendirian&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Untuk menggairahkan ekonomi kerakyatan dan menekan angka pengangguran, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta menggratiskan biaya pendirian usaha kecil. Penggratisan biaya pendirian usaha menengah juga sedang disiapkan agar meningkatkan investasi.&lt;br /&gt;Kepala Dinas KUKM DKI Jakarta Ade Suharsono, Kamis (20/11) di Jakarta Pusat, mengatakan, penggratisan biaya pendirian sedang diusulkan ke DPRD DKI Jakarta. Apabila disetujui, biaya pendirian usaha menengah ini akan diterapkan pada 2009.&lt;br /&gt;”Penggratisan biaya pendirian usaha menengah bakal mendorong investor dalam dan luar negeri untuk mendirikan usaha di Jakarta. Proses pendirian yang mudah, modal yang relatif kecil, dan risiko yang kecil akan menjadi daya tarik bagi pemodal mana pun,” kata Ade.&lt;br /&gt;Penggratisan biaya itu memang tidak mendatangkan pemasukan di awal pendirian. Namun, kebijakan itu membuat banyak usaha kecil yang hidup karena roda ekonomi berputar dan pajak yang dapat ditarik. Pemerintah dan masyarakat justru diuntungkan jika kebijakan penggratisan biaya pendirian usaha menengah disetujui.&lt;br /&gt;Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Achmad Husein Alaydrus memberi isyarat persetujuan atas usul tersebut. Penggratisan biaya pendirian usaha kecil dan menengah diperlukan untuk menggairahkan ekonomi, terutama saat krisis keuangan global.&lt;br /&gt;Pasar rakyat&lt;br /&gt;Untuk membantu warga miskin mendapatkan bahan pokok dengan harga murah dan pameran hasil UMKM, Dinas KUKM akan menggelar Pasar Rakyat pada Jumat (21/11) di Lapangan Wijaya Kusuma Slipi.&lt;br /&gt;Bahan pokok dengan potongan harga sampai 50 persen dijual dengan sistem kupon. Kupon sebelumnya telah dibagikan kepada 5.000 orang di 12 kelurahan.&lt;br /&gt;Berbagai hasil kerajinan dan produk UKM juga akan dipamerkan untuk mempermudah pemasaran. Krisis keuangan seperti saat ini justru dimanfaatkan Dinas UMKM untuk menggencarkan promosi hasil UKM Jakarta. (ECA)&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-4153377542755975837?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/4153377542755975837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/gratis-biaya-pendirian-ukm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4153377542755975837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4153377542755975837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/12/gratis-biaya-pendirian-ukm.html' title='Gratis Biaya Pendirian UKM'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-1470405261908309938</id><published>2008-11-27T16:27:00.003+07:00</published><updated>2008-12-06T20:53:07.893+07:00</updated><title type='text'>Pembenihan bawal air tawar ( Colossoma macropomum )</title><content type='html'>Bawal ( Colossoma macropomum ) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis cukup tinggi. Ikan ini berasal dari Brazil. Pada mulanya ikan bawal diperdagangkan sebagai ikan hias, namun karena pertumbuhannya cepat, dagingnya enak dan dapat mencapai ukuran besar, maka masyarakat menjadikan ikan tersebut sebagai ikan konsumsi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebutan lain ikan bawal adalah Gamitama (Peru), Cachama (Venezuela), Red Bally Pacu (Amerika Serikat dan Inggris). Sedangkan di negara asalnya disebut Tambaqui.&lt;br /&gt;Walaupun ketenaran ikan bawal belum dapat disejajarkan dengan komoditas perikanan lainnya, namun permintaan konsumen setiap tahunnya terus meningkat, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Maka tak heran, bila dimasa yang akan datang akan menjadi komoditas unggulan seperti jenis-jenis ikan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sistematika ikan bawal termasuk kedalam Genus Chacacoid dan species Colossoma macropomum.&lt;br /&gt;Badan agak bulat, bentuk tubuh pipih, sisik kecil, kepala hampir bulat, lubang hidung agak besar, sirip dada di bawah tutup insang, sirip perut dan sirip dubur terpisah, punggung berwarna abu-abu tua, perut putih abu-abu dan merah.&lt;br /&gt;Ikan bawal banyak ditemukan di sungai sungai besar seperti Amazon (Brazil), Orinoco (Venezuela). Hidup secara bergerombol di daerah yang airnya tenang.&lt;br /&gt;Bawal termasuk ikan karnivora, Giginya tajam namun tidak ganas seperti piranha. Makanan yg disukai pada fase larva adalah Brachionus sp., Artemia sp., dan Moina sp.&lt;br /&gt;Induk bawal sudah mulai dapat dipijahkan pada umur 4 tahun bila pertumbuhannya normal dapat mencapai berat 4 kg.&lt;br /&gt;Pemijahannya terjadi pada musim penghujan.&lt;br /&gt;Kami juga melayani kegiatan magang atau pelatihan tentang teknik perikanan air tawar....silakan menghubungi kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBENIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pemeliharaan Induk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,5 kg/m2. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet sebanyak 3 prosen dari berat tubuh ikan dan diberikan 3-4 kali sehari. Menjelang musim hujan jumlah pakannya ditambah menjadi 4 prosen. Induk betina yang beratnya 4 kg dapat menghasilkan telur sebanyak +400.000 butir.&lt;br /&gt;Tanda Induk yang matang Gonad.&lt;br /&gt;Betina: perut buncit, lembek dan lubang kelamin berwarna kemerahanJantan: perut langsing, warna merah dalam ditubuhnya lebih jelas dan bila diurut dari perut kearah kelamin keluar cairan berwarna putih/sperma.&lt;br /&gt;B. Pemijahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemijahan ikan bawal air tawar bisa dilakukan secara Induced Spawning, caranya induk betina disuntik hormon LHRH-a sebanyak 3 ?g/kg atau ovaprim 0,75 ml / kg . Induk jantan menggunakan LHRH-a sebanyak 2 ?g/kg atau ovaprim 0,5 ml/kg. LHRH-a dilarutkan dalam larutan 0,7 % NaCl.&lt;br /&gt;Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu 8-12 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan penyuntikan kedua 2/3 nya.&lt;br /&gt;Induk yang sudah disuntik dimasukkan kedalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa. Selama pemijahan air harus tetap mengalir. Pemijahan biasanya terjadi 3 sampai 6 jam setelah penyuntikan kedua.&lt;br /&gt;C. Penetasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memijah telur-telur diambil menggunakan scope net halus, kemudian telur tersebut ditetaskan didalam akuarium yang telah dilengkapi dengan aerasi dan water heater dengan suhu 27 - 29oC. Kepadatan telur antara 100 - 150 butir/liter, biasanya Telur-telur akan menetas dalam waktu 16 - 24 jam.&lt;br /&gt;D. Pemeliharaan Larva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larva dipelihara dalam akuarium yang sama, namun sebelumnya 3/4 bagian airnya dibuang. Padat penebaran larva 50 - 100 ekor/liter larva yang berumur 4 hari diberi pakan berupa naupli Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva ini berlangsung selama 14 hari. Selama pemeliharaan larva, air harus diganti setiap hari sebanyak 2/3 bagiannya. Setelah berumur 14 hari larva siap ditebar ke kolam pendederan.&lt;br /&gt;E. Pendederan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendederan ikan bawal dilakukan di kolam yang luasnya antara 500 -1.000 m2. Namun kolam tersebut harus disiapkan seminggu sebelum penebaran benih. Persiapan meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.&lt;br /&gt;Setelah itu kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 50 - 100 gram/m2 dan dipupuk dengan pupuk organik dengan dosis 500 gram/m2. Kemudian diisi air.&lt;br /&gt;Bila kolam sudah siap, larva diebar pada pagi hari dengan kepadatan 50 - 100 ekor/m2.&lt;br /&gt;Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet halus sebanyak 750 gram/10 ribu ekor larva dengan frekuensi tiga kali sehari.&lt;br /&gt;Pemeliharaan di kolam pendederan selama 21 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang pernah ditemukan pada ikan bawal air tawar yang berumur satu bulan antara lain disebabkan oleh parasit, bakteri dan Kapang (Jamur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parasit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ich " Atau " White spot ", biasanya menyerang ikan apabila suhu media pemeliharaan dingin, cara mengatasinya yaitu dengan menaikkan suhu (dengan water heater) sampai kurang lebih 29 derajat Celcius dan pemberian formalin 25 ppm. Pada media pemeliharaannya.&lt;br /&gt;Bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Streptococus sp. dan Kurthia sp. cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan antibiotik tetrasiklin dengan dosis 10 ppm.&lt;br /&gt;Kapang (Jamur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamur ini merupakan akibat dari adanya luka yang disebabkan penanganan ( Handling ) yang kurang hati-hati. Cara mengatasinya dengan menggunakan Kalium Permanganat ( PK ) dengan dosis 2-3 ppm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBESARAN IKAN BAWAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal air tawar saat ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan di Kabupaten Magelang. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSIAPAN KOLAM&lt;br /&gt;Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 - 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan. Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.&lt;br /&gt;Pemilihan benih. Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN&lt;br /&gt;Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMUNGUTAN HASIL&lt;br /&gt;Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2 . Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : uplixs-fish.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-1470405261908309938?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/1470405261908309938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/11/pembenihan-ikan-bawal-air-tawar.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1470405261908309938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1470405261908309938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/11/pembenihan-ikan-bawal-air-tawar.html' title='Pembenihan bawal air tawar ( Colossoma macropomum )'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-8826602300781840027</id><published>2008-11-24T09:15:00.003+07:00</published><updated>2008-12-06T20:54:01.998+07:00</updated><title type='text'>Beternak Lebah</title><content type='html'>Beternak Lebah Hasilnya Melimpah&lt;br /&gt;Sudah lama madu dimanfaatkan sebagai ramuan minuman/makanan kesehatan. Tapi, sedikit sekali yang membudidayakannya. Inilah cerita dari PAP Cibubur.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manisnya madu, siapa yang tak tahu. Namun manisnya bisnis madu belum semua orang mahfum. Salah satu yang telah menikmati rezeki dari beternak madu adalah Pusat Apiari Pramuka (PAP) Cibubur, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Padahal untuk beterbak lebah tidak berbelit. Masalah yang dihadapi juga tidak sulit. Penyakit lebah tidak ada yang mematikan. "Paling hanya kutu", kata Nurrochman, Kepala Bagian umum dan Personalia PAP. Hama lain adalah predator, yaitu burung dan lebah besar. Itupun terjadi kalau lebah terbang terlalu tinggi.&lt;br /&gt;Peralatan&lt;br /&gt;Memahami koloni (keluarga) lebah adalah penting, yang harus diketahui sebelum beternak lebah. Sebuah koloni terdiri dari satu ekor lebah ratu, berpuluh-puluh sampai beratus-ratus lebah jantan dan beribu-ribu lebah pekerja. "Ibarat sebuah kerajaan, dalam satu koloni hanya terdapat satu ekor ratu, kalau lebih akan berkelahi," ujar Wawan Darmawan , sejawat Nurrochman.&lt;br /&gt;Masing-masing mempunyai tugas sendiri. Lebah ratu yang bisa hidup sampai lima tahun bertugas bertelur. Sedangkan lebah jantan yang hidup hanya dalam hitungan bulan bertugas mengawini lebah ratu. Setelah kawin ia langsung mati apes benar nasibnya. Nah yang bertugas menghasilkan madu disebut lebah pekerja. Ketiganya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dari merekalah madu tercipta dan koloni berkembang.&lt;br /&gt;Satu koloni akan menepati sebuah kotak atau istilah kerennya stup. Standar internasional ukuran kotak adalah 20 x 20 x 40 cm3 , kotak dengan ukuran tersebut mempunyai daya tampung lebah sebanyak dua puluh ribu lebah.&lt;br /&gt;Dalam stup terdapat 6-9 frame/bingkai sarang sebagai rumah lebah. Satu frame disiapkan sebagai fider atau tempat menaruh makanan disaat paceklik. Alat lain yang diperlukan adalah extractor yaitu alat untuk memanen madu. Dengan cara memutar, madu akan keluar tanpa merusak sarang lebah. Untuk mengambil bee polen (tepung sari) gunakan alat pollent trap. Sedangkan untuk membuat royal jelly pakailah grafing.&lt;br /&gt;Selain yang disebutkan diatas, diperlukan juga peralatan tambahan seperti pengasap (smoker), masker,hifi tool (pengungkit), pisau madu,kurungan ratu,penyeka ratu, sikat lebah, mangkokak royal jelly dan sarung tangan.&lt;br /&gt;Ikuti Musim&lt;br /&gt;Saat ini ada dua species yang dikembangkan oleh PAP yaitu lebah unggul (Apis mellifera) dan lebah lokal (Apis Cerana), dalam berternak lebah dua hal yang diadapat sekaligus. Pertama, untuk pengembangan dengan cara mengambil tepung sari (bee pollen), royal jelly dan pengembangan koloni. Kedua, diambil madunya.&lt;br /&gt;Lebah tidak produktif setiap bulannya. Masa produktif adalah bulan Juni sampai Nopember, selebihnya masa paceklik. Dalam masa produktif , praktis tidak diperlukan biaya apapun, kecuali lebah terserang hama kutu. Hanya jika paceklik tiba, setiap minggu harus mengeluarkan 1 kg gula pasir untuk setiap stup. Gula tersebut dibuat sirup dengan perbandingan 1 : 1.&lt;br /&gt;Waktu panen yang diperlukan sebauh koloni dalam stuf relatif singkat, yaitu 15 hari. Artinya dalam satu bulan bisa dipanen dua kali. Setiap panen bisa mendapat 3 kg madu, 3 gr royal jelly dan 100 gr bee pollen. Seperti telah disebutkan diatas untuk memanen madu tinggal memutar exstactor. Setelah itu lakukan penyaringan untuk memisahkan madu dengan kotoran. Selanjutnya madu dimasukkan ke dalam botol/kemasan. PAP menggunakan botol ukuran 100 cc, 300 cc dan 600 cc.&lt;br /&gt;Pemasaran&lt;br /&gt;Agar mendapatkan hasil yang maksimal, mengkonsumsi madu sebaiknya tiga kali sehari. Bagi orang dewasa setiap pagi mengkonsumsi 40 gr madu. Siang dan sore cukup 30 gr saja. Sedangkan untuk anak-anak pagi 30 gr , siang dan sore 20 gr saja.&lt;br /&gt;Rata-rata pihaknya menjual madu ukuran 30 cc dengan harga Rp 10.000 perbotol, ukuran 60 cc, Rp 20.000 perbotolnya. Harga tersebut tidak berlaku bagi madu klengkeng yang harga perbotolnya Rp 18.000 (300 cc) dan Rp 35.000 (600cc).&lt;br /&gt;Dari berbagai jenis madu yang paling laku dipasaran adalah madu kapuk. Soalnya madu ini bisa dikonsumsi semua orang dari balita sampai kakek-nenek. Sedangkan madu yang paling mahal adalah madu klengkeng karena hasil panennya relatif lebih kecil dibanding jenis lain.&lt;br /&gt;Guna memenuhi permintaan konsumen yang sudah tersebar dipelosok negeri, PAP membuka perwakilannya di Jalan Raya Kutosari, Gringsing Kabupaten Batang Jawa Tengah. YHD(Kiriman Joko Harismojo, Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISA KEUNTUNGAN USAHA BUDI DAYA LEBAH PERSTUP/ KOTAK &lt;br /&gt;A. Biaya lancar&lt;br /&gt;Bibit satu koloni lebah unggul (apis mellfera) Rp 175.000&lt;br /&gt;Biaya simulasi/makan masa paceklik 1 kg/minggu&lt;br /&gt;(4kg x 6 bulan) x Rp 4000 = Rp 96.000&lt;br /&gt;Biaya obat-obatan Rp 10.000&lt;br /&gt;Total biaya lancar Rp 281.000&lt;br /&gt;B. Pendapatan&lt;br /&gt;Penjualan madu berbagai jenis dengan asumsi harga terendah madu&lt;br /&gt;Curah per kg Rp 20.000 (6kg x 6 bulan x Rp 20.000) Rp 720.000&lt;br /&gt;Penjualan tepung sari/bee polen&lt;br /&gt;(200gr x 6 bulan) x Rp150.000/kg Rp 180.000&lt;br /&gt;Penjualan Royal jelly dengan harga Rp 1200/kg&lt;br /&gt;(6gr x 6 bulan) x Rp 1200 Rp 43.000&lt;br /&gt;Total pendapatan Rp 943.200&lt;br /&gt;C. Keuntungan (B – A)&lt;br /&gt;Rp 943.200 – Rp 281.000 Rp 662.200&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;• Hitungan diatas belum termasuk investasi stup/koak dan alat-alat lainnya&lt;br /&gt;• Belum termasuk biaya migrasi/pemindahan kotak ke daerah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci sukses Budi daya lebah &lt;br /&gt;• Pilih bibit lebah unggul&lt;br /&gt;• Pilih lokasi yang dekat dengan pohon&lt;br /&gt;• Pindah stup/kotak mengikuti musim bunga&lt;br /&gt;• Tempatkan kotak ditempat yang aman dari predator&lt;br /&gt;• Beri makan/stimulasi yang cukup (saat paceklik)&lt;br /&gt;• Jaga kesinambungan koloni hanya ada satu lebah ratu.&lt;br /&gt;• Pengembangan koloni yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : wirausaha.itgo.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-8826602300781840027?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/8826602300781840027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/11/beternak-lebah_24.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/8826602300781840027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/8826602300781840027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/11/beternak-lebah_24.html' title='Beternak Lebah'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-6133809039677718281</id><published>2008-11-07T20:49:00.005+07:00</published><updated>2008-12-06T20:54:40.234+07:00</updated><title type='text'>budidaya ikan lele</title><content type='html'>Di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. &lt;br /&gt;Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan.&lt;br /&gt;2. SENTRA PERIKANAN&lt;br /&gt;Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Dibudidayakan di Thailand, India, Philipina dan Indonesia. Di Thailand produksi ikan lele ± 970 kg/100m2/tahun. Di India (daerah Asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan mencapai 1200 kg/Ha.&lt;br /&gt;3. JENIS&lt;br /&gt;Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika et al (1986)&lt;br /&gt;adalah:&lt;br /&gt;Kingdom : Animalia&lt;br /&gt;Sub-kingdom : Metazoa&lt;br /&gt;Phyllum : Chordata&lt;br /&gt;Sub-phyllum : Vertebrata&lt;br /&gt;Klas : Pisces&lt;br /&gt;Sub-klas : Teleostei&lt;br /&gt;Ordo : Ostariophysi&lt;br /&gt;Sub-ordo : Siluroidea&lt;br /&gt;Familia : Clariidae&lt;br /&gt;Genus : Clarias&lt;br /&gt;Di Indonesia ada 6 (enam) jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:&lt;br /&gt;1. Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).&lt;br /&gt;2. Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih (Padang).&lt;br /&gt;3. Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan), wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).&lt;br /&gt;4. Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).&lt;br /&gt;5. Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan penang (Kalimantan Timur).&lt;br /&gt;6. Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat fish, berasal dari Afrika.&lt;br /&gt;4. MANFAAT&lt;br /&gt;1. Sebagai bahan makanan&lt;br /&gt;2. Ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan pajangan atau ikan hias.&lt;br /&gt;3. Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas hama padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan alami ikan lele.&lt;br /&gt;4. Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati penyakit asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung berdarah, kencing darah dan lain-lain.&lt;br /&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;br /&gt;1. Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat digunakan untuk budidaya lele dapat berupa: sawah, kecomberan, kolam pekarangan, kolamkebun, dan blumbang.&lt;br /&gt;2. Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang tingginya maksimal 700 m dpl.&lt;br /&gt;3. Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10%.&lt;br /&gt;4. Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya.&lt;br /&gt;5. Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi tidak berada di bawah pohon yang daunnya mudah rontok.&lt;br /&gt;6. Ikan lele dapat hidup pada suhu 20°C, dengan suhu optimal antara 25-28°C. Sedangkan untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-&lt;br /&gt;30°C dan untuk pemijahan 24-28 ° C.&lt;br /&gt;7. Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup, sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2.&lt;br /&gt;8. Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan&lt;br /&gt;ikan.&lt;br /&gt;9. Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami. Perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.&lt;br /&gt;10. Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun-daunan hidup, seperti enceng gondok.&lt;br /&gt;11. Mempunyai pH 6,5–9; kesadahan (derajat butiran kasar ) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30–60&lt;br /&gt;cm; kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar, dari 0,3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak; dan kandungan CO2 kurang dari&lt;br /&gt;12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157,56 mg/liter.&lt;br /&gt;12. Persyaratan untuk pemeliharaan ikan lele di keramba :&lt;br /&gt;1. Sungai atau saluran irigasi tidak curam, mudah dikunjungi/dikontrol.&lt;br /&gt;2. Dekat dengan rumah pemeliharaannya.&lt;br /&gt;3. Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3-5 meter.&lt;br /&gt;4. Sungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu, sehingga keramba mudah dipasang.&lt;br /&gt;5. Kedalaman air 30-60 cm.&lt;br /&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;1. Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;Dalam pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidak terlalu luas. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Bentuk&lt;br /&gt;dan ukuran kolam pemeliharaan bervariasi, tergantung selera pemilik dan lokasinya. Tetapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen.&lt;br /&gt;Pada minggu ke 1-6 air harus dalam keadaan jernih kolam, bebas dari pencemaran maupun fitoplankton. Ikan pada usia 7-9 minggu kejernihan airnya harus dipertahankan. Pada minggu 10, air dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan. Kekeruhan menunjukkan kadar bahan padat yang melayang dalam air (plankton). Alat untuk mengukur kekeruhan air disebut secchi. Prakiraan kekeruhan air berdasarkan usia lele (minggu) sesuai angka secchi :&lt;br /&gt;o Usia 10-15 minggu, angka secchi = 30-50&lt;br /&gt;o Usia 16-19 minggu, angka secchi = 30-40&lt;br /&gt;o Usia 20-24 minggu, angka secchi = 30&lt;br /&gt;2. Penyiapan Bibit&lt;br /&gt;1. Menyiapkan Bibit&lt;br /&gt;1. Pemilihan Induk&lt;br /&gt;1. Ciri-ciri induk lele jantan:&lt;br /&gt; Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.&lt;br /&gt; Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.&lt;br /&gt; Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.&lt;br /&gt; Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress).&lt;br /&gt; Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina.&lt;br /&gt; Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani).&lt;br /&gt; Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.&lt;br /&gt;2. Ciri-ciri induk lele betina&lt;br /&gt; Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.&lt;br /&gt; Warna kulit dada agak terang.&lt;br /&gt; Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.&lt;br /&gt; Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.&lt;br /&gt; Perutnya lebih gembung dan lunak.&lt;br /&gt; Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).&lt;br /&gt;3. Syarat induk lele yang baik:&lt;br /&gt; Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.&lt;br /&gt; Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil supaya terbiasa hidup di kolam.&lt;br /&gt; Berat badannya berkisar antara 100-200 gram, tergantung kesuburan badan dengan ukuran panjang 20-5 cm.&lt;br /&gt; Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan lincah.&lt;br /&gt; Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina berumur satu tahun.&lt;br /&gt; Frekuensi pemijahan bisa satu bula sekali, dan sepanjang hidupnya bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya&lt;br /&gt;mengandung cukup protein.&lt;br /&gt;4. Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam tersendiri untuk dipijahkan.&lt;br /&gt;5. Perawatan induk lele:&lt;br /&gt; Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging&lt;br /&gt;bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pellet). Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif&lt;br /&gt;tinggi, yaitu ± 60%. Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra&lt;br /&gt;harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan.&lt;br /&gt; Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari berat total ikan.&lt;br /&gt; Setelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan, sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya. Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah berumur 2 minggu.&lt;br /&gt; Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati.&lt;br /&gt; Mengatur aliran air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran tidak perlu deras, cukup 5-6 liter/menit.&lt;br /&gt;2. Pemijahan Tradisional&lt;br /&gt;1. Pemijahan di Kolam Pemijahan&lt;br /&gt;1. Kolam induk:&lt;br /&gt; Kolam dapat berupa tanah seluruhnya atau tembok sebagian dengan dasar tanah.&lt;br /&gt; Luas bervariasi, minimal 50 m2.&lt;br /&gt; Kolam terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian dangkal (70%) dan bagian dalam (kubangan) 30 % dari luas kolam. Kubangan ada di bagian tengah kolam dengan kedalaman 50-60 cm, berfungsi untuk bersembunyi induk, bila kolam disurutkan airnya.&lt;br /&gt; Pada sisi-sisi kolam ada sarang peneluran dengan ukuran 30x30x25 cm3, dari tembok yang dasarnya dilengkapi saluran pengeluaran dari pipa paralon diamneter 1 inchi untuk keluarnya banih ke kolam pendederan.&lt;br /&gt; Setiap sarang peneluran mempunyai satu lubang yang dibuat dari pipa paralon (PVC) ukuran ± 4 inchi untuk masuknya induk-induk lele.&lt;br /&gt; Jarak antar sarang peneluran ± 1 m.&lt;br /&gt; Kolam dikapur merata, lalu tebarkan pupuk kandang (kotoran ayam) sebanyak 500-750 gram/m2.&lt;br /&gt; Airi kolam sampai batas kubangan, biarkan selama 4 hari. Kolam Rotifera (cacing bersel tunggal):&lt;br /&gt; Letak kolam rotifera di bagian atas dari kolam induk berfungi untuk menumbuhkan makanan alami ikan (rotifera).&lt;br /&gt; Kolam rotifera dihubungkan ke kolam induk dengan pipa paralon untuk mengalirkan rotifera.&lt;br /&gt; Kolam rotifera diberi pupuk organik untuk memenuhi persyaratan tumbuhnya rotifera.&lt;br /&gt; Luas kolam ± 10 m2.&lt;br /&gt;2. Pemijahan:&lt;br /&gt; Siapkan induk lele betina sebanyak 2 x jumlah sarang yang tersedia dan induk jantan sebanyak jumlah sarang; atau satu pasang per sarang; atau satu pasang per 2-4 m2 luas kolam (pilih salah satu).&lt;br /&gt; Masukkan induk yang terpilih ke kubangan, setelah kubangan diairi selama 4 hari.&lt;br /&gt; Beri/masukkan makanan yang berprotein tinggi setiap hari seperti cacing, ikan rucah, pellet dan semacamnya, dengan dosis (jumlah berat makanan) 2-3% dari berat total ikan yang ditebarkan .&lt;br /&gt; Biarkan sampai 10 hari.&lt;br /&gt; Setelah induk dalam kolam selama 10 hari, air dalam kolam dinaikkan sampai 10-15 cm di atas lubang sarang peneluran atau kedalaman air dalam sarang sekitar 20-25 cm. Biarkan sampai 10 hari. Pada saat ini induk tak perlu diberi makan, dan diharapkan selama 10 hari berikutnya induk telah memijah dan bertelur. Setelah 24 jam, telur telah menetas di sarang, terkumpullah benih lele. Induk lele yang baik bertelur 2-3 bulan satu kali bila makanannya baik dan akan bertelur terus sampai umur 5 tahun.&lt;br /&gt; Benih lele dikeluarkan dari sarnag ke kolam pendederan dengan cara: air kolam disurutkan sampai batas kubangan, lalu benih&lt;br /&gt;dialirkan melalui pipa pengeluaran.&lt;br /&gt; Benih-benih lele yang sudah dipindahkan ke kolam pendederan diberi makanan secara intensif, ukuran benih 1-2 cm, dengan&lt;br /&gt;kepadatan 60 -100 ekor/m2.&lt;br /&gt; Dari seekor induk lele dapat menghasilkan ± 2000 ekor benih lele. Pemijahan induk lele biasanya terjadi pada sore hari atau malam hari.&lt;br /&gt;2. Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Berpasangan&lt;br /&gt;0. Penyiapan bak pemijahan secara berpasangan:&lt;br /&gt; Buat bak dari semen atau teraso dengan ukuran 1 x 1 m atau 1 x 2 m dan tinggi 0,6 m.&lt;br /&gt; Di dalam bak dilengkapi kotak dari kayu ukuran 25 x 40x30 cm tanpa dasar sebagai sarang pemijahan. Di bagian atas diberi lubang dan diberi tutup untuk melihat adanya telur dalam sarang. Bagian depan kotak/sarang pemijahan diberi enceng gondok supaya kotak menjadi gelap.&lt;br /&gt; Sarang pemijahan dapat dibuat pula dari tumpukan batu bata atau ember plastik atau barang bekas lain yang memungkinkan.&lt;br /&gt; Sarang bak pembenihan diberi ijuk dan kerikil untuk menempatkan telur hasil pemijahan.&lt;br /&gt; Sebelum bak digunakan, bersihkan/cuci dengan air dan bilas dengan formalin 40 % atau KMnO4 (dapat dibeli di apotik); kemudian bilas lagi dengan air bersih dan keringkan.&lt;br /&gt;1. Pemijahan:&lt;br /&gt; Tebarkan I (satu) pasang induk dalam satu bak setelah bak diisi air setinggi ± 25 cm. Sebaiknya airnya mengalir. Penebaran dilakukan pada jam 14.00–16.00.&lt;br /&gt; Biarkan induk selama 5-10 hari, beri makanan yang intensif. Setelah ± 10 hari, diharapkan sepasang induk ini telah memijah, bertelur dan dalam waktu 24 jam telur-telur telah menetas. Telur-telur yang baik adalah yang berwarna kuning cerah.&lt;br /&gt; Beri makanan anak-anak lele yang masih kecil (stadium larva) tersebut berupa kutu air atau anak nyamuk dan setelah agak besar&lt;br /&gt;dapat diberi cacing dan telur rebus.&lt;br /&gt;3. Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Masal&lt;br /&gt;0. Penyiapan bak pemijahan secara masal:&lt;br /&gt; Buat bak dari semen seluas 20 m2 atau 50 m2, ukuran 2x10 m2 atau 5x10 m2.&lt;br /&gt; Di luar bak, menempel dinding bak dibuat sarang pemijahan ukuran 30x30x30 cm3, yang dilengkapi dengan saluran pengeluaran benih dari paralon (PVC) berdiameter 1 inchi. Setiap sarang dibuatkan satu lubang dari paralon berdiameter 4 inchi.&lt;br /&gt; Dasar sarang pemijahan diberi ijuk dan kerikil untuk tempat menempel telur hasil pemijahan.&lt;br /&gt; Sebelum digunakan, bak dikeringkan dan dibilas dengan larutan desinfektan atau formalin, lalu dibilas dengan air bersih; kemudian keringkan.&lt;br /&gt;1. Pemijahan:&lt;br /&gt; Tebarkan induk lele yang terpilih (matang telur) dalam bak pembenihan sebanyak 2xjumlah sarang , induk jantan sama banyaknya dengan induk betina atau dapat pula ditebarkan 25-50 pasang untuk bak seluas 50 m2 (5x10 m2), setelah bak pembenihan diairi setinggi 1 m.&lt;br /&gt; Setelah 10 hari induk dalam bak, surutkan air sampai ketinggian 50- 60 cm, induk beri makan secara intensif.&lt;br /&gt; Sepuluh hari kemudian, air dalam bak dinaikkan sampai di atas lubang sarang sehingga air dalam sarang mencapai ketinggian 20-25 cm.&lt;br /&gt; Saat air ditinggikan diharapkan induk-induk berpasangan masuk sarang pemijahan, memijah dan bertelur. Biarkan sampai ± 10 hari.&lt;br /&gt; Sepuluh hari kemudian air disurutkan lagi, dan diperkirakan telur-telur dalam sarang pemijahan telah menetas dan menjadi benih lele.&lt;br /&gt; Benih lele dikeluarkan melalui saluran pengeluaran benih untuk didederkan di kolam pendederan.&lt;br /&gt;3. Pemijahan Buatan&lt;br /&gt;Cara ini disebut Induced Breeding atau hypophysasi yakni merangsang ikan lele untuk kawin dengan cara memberikan suntikan berupa cairan hormon ke dalam tubuh ikan. Hormon hipophysa berasal dari kelenjar hipophysa, yaitu hormon gonadotropin. Fungsi hormon gonadotropin:&lt;br /&gt; Gametogenesis: memacu kematangan telur dan sperma, disebut Follicel Stimulating Hormon. Setelah 12 jam penyuntikan, telur mengalami ovulasi (keluarnya telur dari jaringan ikat indung telur). Selama ovulasi, perut ikan betina akan membengkak sedikit demi sedikit karena ovarium menyerap air. Saat itu merupakan saat yang baik untuk melakukan pengurutan perut (stripping).&lt;br /&gt; Mendorong nafsu sex (libido)&lt;br /&gt;2. Perlakuan dan Perawatan Bibit&lt;br /&gt;1. Kolam untuk pendederan:&lt;br /&gt;0. Bentuk kolam pada minggu 1-2, lebar 50 cm, panjang 200 cm, dan tinggi 50 cm. Dinding kolam dibuat tegak lurus, halus, dan licin, sehingga apabila bergesekan dengan tubuh benih lele tidak akan melukai. Permukaan lantai agak miring menuju pembuangan air. Kemiringan dibuat beda 3 cm di antara kedua ujung lantai, di mana yang dekat tempat pemasukan air lebih tinggi. Pada lantai dipasang pralon dengan diameter 3-5 cm dan panjang 10 m.&lt;br /&gt;1. Kira-kira 10 cm dari pengeluaran air dipasang saringan yang dijepit dengan 2 bingkai kayu tepat dengan permukaan dalam dinding kolam. Di antara 2 bingkai dipasang selembar kasa nyamuk dari bahan plastik berukuran mess 0,5-0,7 mm, kemudian dipaku.&lt;br /&gt;2. Setiap kolam pendederan dipasang pipa pemasukan dan pipa air untuk mengeringkan kolam. Pipa pengeluaran dihubungkan dengan pipa&lt;br /&gt;plastik yang dapat berfungsi untuk mengatur ketinggian air kolam. Pipa plastik tersebut dikaitkan dengan suatu pengait sebagai gantungan.&lt;br /&gt;3. Minggu ketiga, benih dipindahkan ke kolam pendederan yang lain. Pengambilannya tidak boleh menggunakan jaring, tetapi dengan mengatur ketinggian pipa plastik.&lt;br /&gt;4. Kolam pendederan yang baru berukuran 100 x 200 x 50 cm, dengan bentuk dan konstruksi sama dengan yang sebelumnya.&lt;br /&gt;2. Penjarangan:&lt;br /&gt;0. Penjarangan adalah mengurangi padat penebaran yang dilakukan karena ikan lele berkembang ke arah lebih besar, sehingga volume&lt;br /&gt;ratio antara lele dengan kolam tidak seimbang.&lt;br /&gt; Apabila tidak dilakukan penjarangan dapat mengakibatkan :&lt;br /&gt; Ikan berdesakan, sehingga tubuhnya akan luka.&lt;br /&gt; Terjadi perebutan ransum makanan dan suatu saat dapat memicu mumculnya kanibalisme (ikan yang lebih kecil dimakan oleh ikan&lt;br /&gt;yang lebih besar).&lt;br /&gt; Suasana kolam tidak sehat oleh menumpuknya CO2 dan NH3, dan O2 kurang sekali sehingga pertumbuhan ikan lele terhambat.&lt;br /&gt;1. Cara penjarangan pada benih ikan lele :&lt;br /&gt; Minggu 1-2, kepadatan tebar 5000 ekor/m2&lt;br /&gt; Minggu 3-4, kepadatan tebar 1125 ekor/m2&lt;br /&gt; Minggu 5-6, kepadatan tebar 525 ekor/m2&lt;br /&gt;3. Pemberian pakan:&lt;br /&gt;0. Hari pertama sampai ketiga, benih lele mendapat makanan dari kantong kuning telur (yolk sac) yang dibawa sejak menetas.&lt;br /&gt;1. Hari keempat sampai minggu kedua diberi makan zooplankton, yaitu Daphnia dan Artemia yang mempunyai protein 60%. Makanan tersebut diberikan dengan dosis 70% x biomassa setiap hari yang dibagi dalam 4 kali pemberian. Makanan ditebar disekitar tempat pemasukan air. Kira-kira 2-3 hari sebelum pemberian pakan zooplankton berakhir, benih lele harus dikenalkan dengan makanan dalam bentuk tepung yang berkadar protein 50%. Sedikit dari tepung tersebut diberikan kepada benih 10-15 menit sebelum pemberian zooplankton. Makanan yang berupa teoung dapat terbuat dari campuran kuning telur, tepung udang dan sedikit bubur nestum.&lt;br /&gt;2. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.&lt;br /&gt;3. Minggu keempat dan kelima diberi pakan sebanyak 32% x biomassa setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Minggu kelima diberi pakan sebanyak 21% x biomassa setiap hari.&lt;br /&gt;5. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.&lt;br /&gt;6. Minggu keenam sudah bisa dicoba dengan pemberian pelet apung.&lt;br /&gt;4. Pengepakan dan pengangkutan benih&lt;br /&gt;0. Cara tertutup:&lt;br /&gt; Kantong plastik yang kuat diisi air bersih dan benih dimasukkan sedikit demi sedikit. Udara dalam plastik dikeluarkan. O2 dari tabung dimasukkan ke dalam air sampai volume udara dalam plastik 1/3–1/4 bagian. Ujung plastik segera diikat rapat.&lt;br /&gt; Plastik berisi benih lele dimasukkan dalam kardus atau peti supaya tidak mudah pecah.&lt;br /&gt;1. Cara terbuka dilakukan bila jarak tidak terlalu jauh:&lt;br /&gt; Benih lele dilaparkan terlebih dahulu agar selama pengangkutan, air tidak keruh oleh kotoran lele. (Untuk pengangkutan lebih dari 5 jam).&lt;br /&gt; Tempat lele diisi dengan air bersih, kemudian benih dimasukkan sedikit demi sedikit. Jumlahnya tergantung ukurannya. Benih ukuran&lt;br /&gt;10 cm dapat diangkut dengan kepadatan maksimal 10.000/m3 atau 10 ekor/liter. Setiap 4 jam, seluruh air diganti di tempat yang teduh.&lt;br /&gt;3. Pemeliharaan Pembesaran&lt;br /&gt;0. Pemupukan&lt;br /&gt;1. Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu. Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih lele.&lt;br /&gt;2. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gram/m 2 . Dapat pula ditambah urea 15 gram/m2, TSP 20 gram/m 2 , dan amonium nitrat 15 gram/m 2 . Selanjutnya dibiarkan selama 3 hari.&lt;br /&gt;3. Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele.&lt;br /&gt;4. Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.&lt;br /&gt;1. Pemberian Pakan&lt;br /&gt;1. Makanan Alami Ikan Lele&lt;br /&gt;0. Makanan alamiah yang berupa Zooplankton, larva, cacing-cacing, dan serangga air.&lt;br /&gt;1. Makanan berupa fitoplankton adalah Gomphonema spp (gol. Diatome), Anabaena spp (gol. Cyanophyta), Navicula spp (gol. Diatome),&lt;br /&gt;ankistrodesmus spp (gol. Chlorophyta).&lt;br /&gt;2. Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein.&lt;br /&gt;3. Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.&lt;br /&gt;2. Makanan Tambahan&lt;br /&gt;0. Pemeliharaan di kecomberan dapat diberi makanan tambahan berupa sisa-sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang ayam yang dihancurkan, usus ayam, dan bangkai.&lt;br /&gt;1. Campuran dedak dan ikan rucah (9:1) atau campuran bekatul, jagung, dan bekicot (2:1:1).&lt;br /&gt;3. Makanan Buatan (Pellet)&lt;br /&gt;0. Komposisi bahan (% berat): tepung ikan=27,00; bungkil kacang kedele=20,00; tepung terigu=10,50; bungkil kacang tanah=18,00;&lt;br /&gt;tepung kacang hijau=9,00; tepung darah=5,00; dedak=9,00; vitamin=1,00; mineral=0,500;&lt;br /&gt;1. Proses pembuatan:&lt;br /&gt;Dengan cara menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan seperti pasta, dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%.&lt;br /&gt;Penambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk minyak yang dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele. Lumuran minyak&lt;br /&gt;juga dapat memperlambat pellet tenggelam.&lt;br /&gt;2. Cara pemberian pakan:&lt;br /&gt; Pellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan diberikan pada ikan lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan&lt;br /&gt;yang berbentuk tepung.&lt;br /&gt; Pada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi makanan yang berbentuk pellet.&lt;br /&gt; Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.&lt;br /&gt;2. Pemberian Vaksinasi&lt;br /&gt;Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebarkan:&lt;br /&gt;1. Untuk mencegah penyakit karena bakteri, sebelum ditebarkan, lele yang berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan&lt;br /&gt;dosis 200 ppm selama 10-15 menit. Setelah divaksinasi lele tersebut akan kebal selama 6 bulan.&lt;br /&gt;2. Pencegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk.&lt;br /&gt;3. Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit.&lt;br /&gt;3. Pemeliharaan Kolam/Tambak&lt;br /&gt;1. Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk memberantas hama dan bibit penyakit.&lt;br /&gt;2. Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara mengganti semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan 2&lt;br /&gt;malam.&lt;br /&gt;3. Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m 2 selama satu minggu.&lt;br /&gt;Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.&lt;br /&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt;1. Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;1. Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan lele.&lt;br /&gt;2. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan&lt;br /&gt;gabus dan belut.&lt;br /&gt;3. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak&lt;br /&gt;banyak diserang hama. Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.&lt;br /&gt;1. Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla&lt;br /&gt;Bentuk bakteri ini seperti batang dengan polar flage (cambuk yang terletak di ujung batang), dan cambuk ini digunakan untuk bergerak, berukuran 0,7–0,8 x 1–1,5 mikron. Gejala: iwarna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan, bernafas megap-megap di permukaan air. Pengendalian: memelihara lingkungan perairan agar tetap bersih, termasuk kualitas air. Pengobatan melalui makanan antara lain: (1) Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7–10 hari berturut-turut. (2) Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3–4 hari.&lt;br /&gt;2. Penyakit Tuberculosis&lt;br /&gt;Penyebab: bakteri Mycobacterium fortoitum). Gejala: tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip. Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam. Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5–7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5–15 hari.&lt;br /&gt;3. Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.&lt;br /&gt;Jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas. Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1–0,2 ppm selama 1 jam atau 5–10 ppm selama 15 menit.&lt;br /&gt;4. Penyakit Bintik Putih dan Gatal/Trichodiniasis&lt;br /&gt;Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis. Gejala: (1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air; (2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang; (3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam. Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya. Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan Formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12–24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.&lt;br /&gt;5. Penyakit Cacing Trematoda&lt;br /&gt;Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip. Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu. Pengendalian: (1) direndam Formalin 250 cc/m 3 air selama 15 menit; (2) Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam; (3) mencelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium -Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ± 30 menit; (4) memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit; (5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ± 10 menit.&lt;br /&gt;6. Parasit Hirudinae&lt;br /&gt;Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan. Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga&lt;br /&gt;menyebabkan anemia/kurang darah. Pengendalian: selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.&lt;br /&gt;2. Hama Kolam/Tambak&lt;br /&gt;Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :&lt;br /&gt;1. Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti dengan yang suhunya lebih dingin.&lt;br /&gt;2. Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.&lt;br /&gt;3. Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.&lt;br /&gt;4. Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.&lt;br /&gt;8. PANEN&lt;br /&gt;1. Penangkapan&lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan:&lt;br /&gt;1. Lele dipanen pada umur 6-8 bulan, kecuali bila dikehendaki, sewaktu-waktu dapat dipanen. Berat rata-rata pada umur tersebut sekitar 200 gram/ekor.&lt;br /&gt;2. Pada lele Dumbo, pemanenan dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 3-4 bulan dengan berat 200-300 gram per ekornya. Apabila waktu pemeliharaan ditambah 5-6 bulan akan mencapai berat 1-2 kg dengan panjang 60-70 cm.&lt;br /&gt;3. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu kepanasan.&lt;br /&gt;4. Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan seser halus, tangan, lambit, tangguh atau jaring.&lt;br /&gt;5. Bila penangkapan menggunakan pancing, biarkan lele lapar lebih dahulu.&lt;br /&gt;6. Bila penangkapan menggunakan jaring, pemanenan dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan, sehingga lele mudah ditangkap.&lt;br /&gt;7. Setelah dipanen, piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama 1-2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang.&lt;br /&gt;8. Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.&lt;br /&gt;2. Pembersihan&lt;br /&gt;Setelah ikan lele dipanen, kolam harus dibersihkan dengan cara:&lt;br /&gt;1. Kolam dibersihkan dengan cara menyiramkan/memasukkan larutan kapur sebanyak 20-200 gram/m 2 pada dinding kolam sampai rata.&lt;br /&gt;2. Penyiraman dilanjutkan dengan larutan formalin 40% atau larutan permanganat kalikus (PK) dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;3. Kolam dibilas dengan air bersih dan dipanaskan atau dikeringkan dengan sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk membunuh penyakit yang&lt;br /&gt;ada di kolam.&lt;br /&gt;9. PASCAPANEN&lt;br /&gt;1. Setelah dipanen, lele dibersihkan dari lumpur dan isi perutnya. Sebelum dibersihkan sebaiknya lele dimatikan terlebih dulu dengan memukul kepalanya memakai muntu atau kayu.&lt;br /&gt;2. Saat mengeluarkan kotoran, jangan sampai memecahkan empedu, karena dapat menyebabkan daging terasa pahit.&lt;br /&gt;3. Setelah isi perut dikeluarkan, ikan lele dapat dimanfaatkan untuk berbagai ragam masakan.&lt;br /&gt;10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA&lt;br /&gt;1. Analisis Usaha Budidaya&lt;br /&gt;Analisis Usaha Pembenihan Ikan Lele Dumbo di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Biaya produksi&lt;br /&gt;1. Lahan&lt;br /&gt; Tanah 123 m 2 Rp. 123.000,-&lt;br /&gt; Kolam 9 buah Rp. 1.230.000,-&lt;br /&gt; Perawatan kolam Rp. 60.000,-&lt;br /&gt;2. Bibit/benih&lt;br /&gt; betina 40 ekor @ Rp. 12.000,- Rp. 480.000,-&lt;br /&gt; jantan 10 ekor @ Rp. 10.000,- Rp. 100.000,-&lt;br /&gt;3. Pakan&lt;br /&gt; Pakan benih Rp. 14.530.300,-&lt;br /&gt; Pakan induk Rp. 4.818.000,-&lt;br /&gt;4. Obat-obatan Rp. 42.000,-&lt;br /&gt;5. Peralatan&lt;br /&gt; pompa air3 bh @ Rp. 110.000,- Rp. 330.000,-&lt;br /&gt; diesel 1 bh @ Rp. 600.000,- Rp. 600.000,-&lt;br /&gt; sikat 1.bh @.Rp. 25.000,- Rp. 25.000,-&lt;br /&gt; jaring 1 bh @.Rp. 150.000,- Rp. 150.000,-&lt;br /&gt; bak 5 bh @ Rp. 3.000,- Rp. 15.000,-&lt;br /&gt; timba 7 bh @.Rp. 3.000,- Rp. 21.000,-&lt;br /&gt; alat seleksi 6 bh @.Rp. 4.000,- Rp. 24.000,-&lt;br /&gt; ciruk 5 bh @. Rp. 1.500,- Rp. 7.500,-&lt;br /&gt; gayung 5 bh @. Rp.1.000,- Rp. 5.000,-&lt;br /&gt; selang Rp. 90.000,-&lt;br /&gt; paralon Rp. 70.000,-&lt;br /&gt; Perawatan alat Rp. 120.000,-&lt;br /&gt;6. Tenaga kerja Rp. 420.000,-&lt;br /&gt;7. Lain-lain Rp. 492.000,-&lt;br /&gt;8. Biaya tak terduga 10% Rp. 2.522.800,-&lt;br /&gt;Jumlah biaya produksi Rp. 5.045.600,-&lt;br /&gt;2. Pendapatan Rp. 2.220.000,-&lt;br /&gt;3. Keuntungan Rp. 7.174.400,-&lt;br /&gt;4. Parameter kelayakan usaha 25%&lt;br /&gt;5. BEP dalam unit (ekor)&lt;br /&gt; ukuran 1 1.138&lt;br /&gt; ukuran 2 325.049&lt;br /&gt; ukuran 3 65.010&lt;br /&gt; ukuran 4 6.501&lt;br /&gt; ukuran 5 11.377&lt;br /&gt; ukuran 6 260&lt;br /&gt;2. Gambaran Peluang Agribisnis&lt;br /&gt;Budidaya ikan lele, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan&lt;br /&gt;ikan lele semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.&lt;br /&gt;11. DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;1. Arifin, M.Z. 1991. Budidaya lele. Dohara prize. Semarang.&lt;br /&gt;2. Djamiko, H., Rusdi, T. 1986. Lele. Budidaya, Hasil Olah dan Analisa Usaha. C.V. Simplex. Jakarta.&lt;br /&gt;3. Djatmika, D.H., Farlina, Sugiharti, E. 1986. Usaha Budidaya Ikan Lele. C.V. Simplex. Jakarta.&lt;br /&gt;4. Najiyati, S. 1992. Memelihara Lele Dumbo di Kolam Taman. Penerbit Swadaya. Jakarta.&lt;br /&gt;5. Simanjutak, R.H. 1996. Pembudidayaan Ikan Lele Lokal dan Dumbo. Bhratara. Jakarta.&lt;br /&gt;6. Soetomo, M.H.A. 1987. Teknik Budidaya Ikan Lele Dumbo. Sinar Baru. Bandung.&lt;br /&gt;7. Susanto, H. 1987. Budidaya ikan di Pekarangan. Penebar Swadaya. Jakarta.&lt;br /&gt;12. KONTAK HUBUNGAN&lt;br /&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS;&lt;br /&gt;Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829&lt;br /&gt;Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-6133809039677718281?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/6133809039677718281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/11/budidaya-ikan-lele.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6133809039677718281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6133809039677718281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/11/budidaya-ikan-lele.html' title='budidaya ikan lele'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-1404078754105009847</id><published>2008-10-14T21:02:00.002+07:00</published><updated>2008-11-07T21:02:13.698+07:00</updated><title type='text'>beternak bebek</title><content type='html'>Usaha peternakan itik di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;maka perlu diperhatikan bebrapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak itik, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seleksi Bibit&lt;br /&gt;Bibit itik di Indonesia dibagi dalam dua kelomok yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Itik Lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Itik Tegal (Tegal).&lt;br /&gt;Ciri-ciri : warna bulu putih polos sampai coklat hitam, warna paruh dan kaki kuning atau hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Itik Mojosari (Mojosari Jawa Timur).&lt;br /&gt;Ciri-ciri : warna bulu coklat muda sampai coklat tua, warna paruh hitam dan kaki berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Itik Alabio (Amuntai Kalimantan Selatan).&lt;br /&gt;Ciri-ciri : badan lebih besar dibandingkan dengan itik Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Itik Asahan dikembangkan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Itik Persilangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Jenis Pakan : jagung, dedak padi, bungkil kedelai, bungkil kelapa dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pemberian Pakan :&lt;br /&gt;- Umur 1 - 2 minggu 60 gr/ekor/hari.&lt;br /&gt;- Umur 3 - 4 minggu 80 gr/ekor/hari.&lt;br /&gt;- Umur 5 - 9 minggu 100 gr/ekor/hari.&lt;br /&gt;- Umur 10 minggu 150-180gr/ekor/hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perkandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Lokasi Kandang&lt;br /&gt;- Jauh dari keramaian.&lt;br /&gt;- Ada atau dekat dengan sumber air.&lt;br /&gt;- Tidak terlalu dekat dengan rumah.&lt;br /&gt;- Mudah dalam pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bahan kandang bisa terbuat dari kerangka&lt;br /&gt;kayu atau bambu, atap genteng dan&lt;br /&gt;lantainya pasir atau kapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Daya tampung untuk 100 ekor itik :&lt;br /&gt;- Umur 1 hari - 2 minggu 1 -2 m.&lt;br /&gt;- Umur 1 - 2 minggu 2 - 4 m.&lt;br /&gt;- Umur 2 - 4 minggu 4 - 6 m.&lt;br /&gt;- Umur 4 - 6 minggu 6 - 8 m.&lt;br /&gt;- Umur 6 - 8 minggu 8 - 10 m.&lt;br /&gt;Itik dara sampai umur 6 bulan 5 - 10 ekor/m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tatalaksana Pemeliharaan&lt;br /&gt;a. Secara ekstensif yaitu pemeliharaan yang berpindah-pindah.&lt;br /&gt;b. Secara intensif yaitu secara terusmenerus dikandangkan seperti ayam ras.&lt;br /&gt;c. Secara semi intensif yaitu dipelihara di kandang yanga ada halaman berpagar. Perbandungan jantan dan betina (sex ratio) adalah 1 : 10 dan dipilih ternak itik yang berproduksi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penyakit Berak Kapur.&lt;br /&gt;Penyebab : Bakteri Salmonella Pullorum.&lt;br /&gt;Tanda-tanda : Berak putih, lengket seperti pasta.&lt;br /&gt;Pencegahan: Kebersihan kandang, makanan,minuman, vaksinasi, dan itik yang sakit dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Penyakit Cacing.&lt;br /&gt;Penyebab : Berbagai jenis cacing.&lt;br /&gt;Tanda-tanda :Nafsu makan kurang, kadang-kadang mencret, bulu kusam, kurus, dan produksi telur menurun.&lt;br /&gt;Pencegahan :Kandang harus bersih, kering tidak lembab, makanan dan minuman harus bersih dan sanitasi kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lumpuh.&lt;br /&gt;Penyebab : Kekurangan vitamin B.&lt;br /&gt;Tanda-tanda :Kaki bengkak dibagian persendian, jalan pincang dan lumpuh, kelihatan ngantuk, kadang-kadang keluar&lt;br /&gt;air mata berlebihan.&lt;br /&gt;Pencegahan : Pemberian sayuran / hijauan dalam bentuk segar setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pasca Panen&lt;br /&gt;a.Telur itik dapat diolah menjadi telur asin,telur pindang, dll.&lt;br /&gt;b.Bebek dapat diolah menjadi bebek panggang dll&lt;br /&gt;c. Bulu dapat diolah menjadi kerajinan tangan&lt;br /&gt;d. Tinja/kotoran itik dapat menjadi pupuk. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-1404078754105009847?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/1404078754105009847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/beternak-bebek.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1404078754105009847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/1404078754105009847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/beternak-bebek.html' title='beternak bebek'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-4301107055686499429</id><published>2008-10-14T19:54:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T21:26:54.319+07:00</updated><title type='text'>AYAM PETELUR</title><content type='html'>1. SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak. Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para pakar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena ayam hutan tadi dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi mulai spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat. Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup lama hingga menghasilkan ayam petelur seperti yang ada sekarang ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat jelek dibuang dan sifat baik dipertahankan (“terus dimurnikan”). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak awal tahun 1900-an, ayam liar itu tetap pada tempatnya akrab dengan pola kehidupan masyarakat dipedesaan. Memasuki periode 1940-an, orang mulai mengenal ayam lain selain ayam liar itu. Dari sini, orang mulai membedakan antara ayam orang Belanda (Bangsa Belanda saat itu menjajah Indonesia) dengan ayam liar di Indonesia. Ayam liar ini kemudian dinamakan ayam lokal yang kemudian disebut ayam kampung karena keberadaan ayam itu memang di pedesaan. Sementara ayam orang Belanda disebut dengan ayam luar negeri yang kemudian lebih akrab dengan sebutan ayam negeri (kala itu masih merupakan ayam negeri galur murni). Ayam semacam ini masih bisa dijumpai di tahun 1950-an yang dipelihara oleh beberapa orang penggemar ayam. Hingga akhir periode 1980-an, orang Indonesia tidak banyak mengenal klasifikasi ayam. Ketika itu, sifat ayam dianggap seperti ayam kampung saja, bila telurnya enak dimakan maka dagingnya juga enak dimakan. Namun, pendapat itu ternyata tidak benar, ayam negeri/ayam ras ini ternyata bertelur banyak tetapi tidak enak dagingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam yang pertama masuk dan mulai diternakkan pada periode ini adalah ayam ras petelur white leghorn yang kurus dan umumnya setelah habis masa produktifnya. Antipati orang terhadap daging ayam ras cukup lama hingga&lt;br /&gt;menjelang akhir periode 1990-an. Ketika itu mulai merebak peternakan ayam broiler yang memang khusus untuk daging, sementara ayam petelur dwiguna/ayam petelur cokelat mulai menjamur pula. Disinilah masyarakat mulai sadar bahwa ayam ras mempunyai klasifikasi sebagai petelur handal dan pedaging yang enak. Mulai terjadi pula persaingan tajam antara telur dan daging ayam ras dengan telur dan daging ayam kampung. Sementara itu telur ayam ras cokelat mulai diatas angin, sedangkan telur ayam kampung mulai terpuruk pada penggunaan resep makanan tradisional saja. Persaingan inilah menandakan maraknya peternakan ayam petelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam kampung memang bertelur dan dagingnya memang bertelur dan dagingnya dapat dimakan, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai ayam dwiguna secara komersial-unggul. Penyebabnya, dasar genetis antara ayam kampung dan ayam ras petelur dwiguna ini memang berbeda jauh. Ayam kampung dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa baiknya. Sehingga ayam kampung dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan baik dibandingkan ayam ras. Hanya kemampuan genetisnya yang membedakan produksi kedua ayam ini. Walaupun ayam ras itu juga berasal dari ayam liar di Asia dan Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SENTRA PETERNAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam telah dikembangkan sangat pesat di setiapa negara. Sentra peternakan ayam petelur sudah dijumpai di seluruh pelosok Indonesia terutama ada di Pulau Jawa dan Sumatera, tetapi peternakan ayam telah menyebar di Asia dan Afrika serta sebagian Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. J E N I S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis ayam petelur dibagi menjadi dua tipe:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tipe Ayam Petelur Ringan.&lt;br /&gt;Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini mempunyai badan yang ramping/kurus-mungil/kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Setiap pembibit ayam petelur di Indonesia pasti memiliki dan menjual ayam petelur ringan (petelur putih) komersial ini. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house. Sebagai petelur, ayam tipe ini memang khusus untuk bertelur saja sehingga semua kemampuan dirinya diarahkan pada kemampuan bertelur, karena dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan ini sensitif terhadapa cuaca panas dan keributan, dan ayam ini mudah kaget dan bila kaget ayam ini produksinya akan cepat turun, begitu juga bila kepanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tipe Ayam Petelur Medium.&lt;br /&gt;Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada di antara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini tidak kurus, tetapi juga tidak terlihat gemuk. Telurnya cukup banyak dan juga dapat menghasilkan daging yang banyak. Ayam ini disebut juga dengan ayam tipe dwiguna. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat yang umumnya mempunyai warna bulu yang cokelat juga. Dipasaran orang mengatakan telur cokelat lebih disukai daripada telur putih, kalau dilihat dari warna kulitnya memang lebih menarik yang cokelat daripada yang putih, tapi dari segi gizi dan rasa relatif sama. Satu hal yang berbeda adalah harganya dipasaran, harga telur cokelat lebih mahal daripada telur putih. Hal ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa yang enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MANFAAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam-ayam petelur unggul yang ada sangat baik dipakai sebagai plasma nutfah untuk menghasilkan bibit yang bermutu. Hasil kotoran dan limbah dari pemotongan ayam petelur merupakan hasil samping yang dapat diolah menjadi pupuk kandang, kompos atau sumber energi (biogas). Sedangkan seperti usus dan jeroan ayam dapat dijadikan sebagai pakan ternak unggas setelah dikeringkan. Selain itu ayam dimanfaatkan juga dalam upacara keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Lokasi yang jauh dari keramaian/perumahan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Lokasi mudah dijangkau dari pusat-pusat pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Lokasi terpilih bersifat menetap, tidak berpindah-pindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kandang&lt;br /&gt;      Iklim kandang yang cocok untuk beternak ayam petelur meliputi persyaratan temperatur berkisar antara 32,2–35 derajat C, kelembaban berkisar antara 60–70%, penerangan dan atau pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yang baik, jangan membuat kandang dengan permukaan lahan yang berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan membahayakan aliran air permukaan bila turun hujan, sebaiknya kandang dibangun dengan sistem terbuka agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dalam kandang.Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama. Selanjutnya perlengkapan kandang hendaknya disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan dan sistem alat penerangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bentuk-bentuk kandang berdasarkan sistemnya dibagi menjadi dua: a) Sistem kandang koloni, satu kandang untuk banyak ayam yang terdiri dari ribuan ekor ayam petelur; b) Sistem kandang individual, kandang ini lebih dikenal dengan sebutan cage. Ciri dari kandang ini adalah pengaruh individu di dalam kandang tersebut menjadi dominan karena satu kotak kandang untuk satu ekor ayam. Kandang sistem ini banyak digunakan dalam peternakan ayam petelur komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Jenis kandang berdasarkan lantainya dibagi menjadi tiga macam yaitu: 1) kandang dengan lantai liter, kandang ini dibuat dengan lantai yang dilapisi kulit padi, pesak/sekam padi dan kandang ini umumnya diterapkan pada kandang sistem koloni; 2) kandang dengan lantai kolong berlubang, lantai untuk sistem ini terdiri dari bantu atau kayu kaso dengan lubang-lubang diantaranya, yang nantinya untuk membuang tinja ayam dan langsung ke tempat penampungan; 3) kandang dengan lantai campuran liter dengan kolong berlubang, dengan perbandingan 40% luas lantai kandang untuk alas liter dan 60% luas lantai dengan kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan dan 30% di kiri).&lt;br /&gt;   2. Peralatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Litter (alas lantai)&lt;br /&gt;Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tempat bertelur&lt;br /&gt;Penyediaan tempat bertelur agar mudah mengambil telur dan kulit telur tidak kotor, dapat dibuatkan kotak ukuran 30 x 35 x 45 cm yang cukup untuk 4–5 ekor ayam. Kotak diletakkan dididing kandang dengan lebih tinggi dari tempat bertengger, penempatannya agar mudah pengambilan telur dari luar sehingga telur tidak pecah dan terinjak-injak serta dimakan. Dasar tempat bertelur dibuat miring dari kawat hingga telur langsung ke luar sarang setelah bertelur dan dibuat lubah yang lebih besar dari besar telur pada dasar sarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tempat bertengger&lt;br /&gt;Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tempat makan, minum dan tempat grit&lt;br /&gt;Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2. Peyiapan Bibit&lt;br /&gt;Ayam petelur yang akan dipelihara haruslah memenuhi syarat sebagai berikut, antara lain:&lt;br /&gt;a) Ayam petelur harus sehat dan tidak cacat fisiknya.&lt;br /&gt;b) Pertumbuhan dan perkembangan normal.&lt;br /&gt;c) Ayam petelur berasal dari bibit yang diketahui keunggulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken) /ayam umur sehari:&lt;br /&gt;a) Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.&lt;br /&gt;b) Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .&lt;br /&gt;c) Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.&lt;br /&gt;d) Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.&lt;br /&gt;e) Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.&lt;br /&gt;f) Tidak ada letakan tinja diduburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk&lt;br /&gt;      Penyiapan bibit ayam petelur yang berkreteria baik dalam hal ini tergantung sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Konversi Ransum.&lt;br /&gt;Konversi ransum merupakan perabandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dengan ransum per kilogram telur. Ayam yang baik akan makan sejumlah ransum dan menghasilkan telur yang lebih banyak/lebih besar daripada sejumlah ransum yang dimakannya. Bila ayam itu makan terlalu&lt;br /&gt;banyak dan bertelur sedikit maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu. Bila bibit ayam mempunyai konversi yang kecil maka bibit itu dapat dipilih, nilai konversi ini dikemukakan berikut ini pada berbagai bibit ayam dan juga dapat diketahui dari lembaran daging yang sering dibagikan pembibit kepada peternak dalam setiap promosi penjualan bibit&lt;br /&gt;ayamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Produksi Telur.&lt;br /&gt;Produksi telur sudah tentu menjadi perhatian. Dipilih bibit yang dapat memproduksi telur banyak. Tetapi konversi ransum tetap utama sebab ayam yang produksi telurnya tinggi tetapi makannya banyak juga tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Prestasi bibit dilapangan/dipeternakan.&lt;br /&gt;Apabila kedua hal diatas telah baik maka kemampuan ayam untuk bertelur hanya dalam sebatas kemampuan bibit itu. Contoh prestasi beberapa jenis bibit ayam petelur dapat dilihat pada data di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Babcock B-300 v: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 270, ransum 1,82 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dekalb Xl-Link: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 255-280, ransum 1,8-2,0 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hisex white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 288, ransum 1,89 gram/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- H &amp; W nick: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 272, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hubbarb leghorn: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)260, ransum 1,8-1,86 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ross white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 275, ransum 1,9 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Shaver S 288: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)280, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Babcock B 380: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260-275, ransum 1,9 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hisex brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house)272, ransum 1,98 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hubbarb golden cornet: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260, ransum 1,24-1,3 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ross Brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 270, ransum 2,0 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Shaver star cross 579: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 265, ransum 2,0-2,08 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Warren sex sal link: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 280, ransum 2,04 kg/dosin telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3. Pemeliharaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;br /&gt;      Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup.&lt;br /&gt;   2. Pemberian Pakan&lt;br /&gt;      Untuk pemberian pakan ayam petelur ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kwantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor; minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor; minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.&lt;br /&gt;Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kwalitas dan kwantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kwantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor; minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor; minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam, dalam hal ini dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Fase starter (umur 1-29 hari) kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor; minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.&lt;br /&gt;Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor; minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;   2. Pemberian Vaksinasi dan Obat&lt;br /&gt;      Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yang menulardengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting untuk mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu:Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Vaksin inaktif, adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Macam-macam vaksin:&lt;br /&gt;      a) Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna&lt;br /&gt;      b) Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)&lt;br /&gt;      c) Vaksin NCD HB-1/Pestos.&lt;br /&gt;      d) Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.&lt;br /&gt;      e) Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex untuk Marek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Persyaratan dalam vaksinasi adalah:&lt;br /&gt;      a) Ayam yang divaksinasi harus sehat.&lt;br /&gt;      b) Dosis dan kemasan vaksin harus tepat.&lt;br /&gt;      c) Sterilisasi alat-alat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemeliharaan Kandang&lt;br /&gt;Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.1. Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berak putih (pullorum)&lt;br /&gt;Menyerang ayam kampung dengan angka kematian yang tinggi.&lt;br /&gt;Penyebab: Salmonella pullorum.&lt;br /&gt;Pengendalian: diobati dengan antibiotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Foel typhoid&lt;br /&gt;Sasaran yang disering adalah ayam muda/remaja dan dewasa.&lt;br /&gt;Penyebab: Salmonella gallinarum.&lt;br /&gt;Gejala: ayam mengeluarkan tinja yang berwarna hijau kekuningan.&lt;br /&gt;Pengendalian: dengan antibiotika/preparat sulfa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Parathyphoid&lt;br /&gt;Menyerang ayam dibawah umur satu bulan.&lt;br /&gt;Penyebab: bakteri dari genus Salmonella.&lt;br /&gt;Pengendalian: dengan preparat sulfa/obat sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kolera&lt;br /&gt;Penyakit ini jarang menyerang anak ayam atau ayam remaja tetapi selain menyerang ayam menyerang kalkun dan burung merpati.&lt;br /&gt;Penyebab: pasteurella multocida.&lt;br /&gt;Gejala: pada serangan yang serius pial ayam (gelambir dibawah paruh) akan membesar.&lt;br /&gt;Pengendalian: dengan antibiotika (Tetrasiklin/Streptomisin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pilek ayam (Coryza)&lt;br /&gt;Menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam.&lt;br /&gt;Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri dan virus.&lt;br /&gt;Gejala: ayam yang terserang menunjukkan tanda-tanda seperti orang pilek.&lt;br /&gt;Pengendalian: dapat disembuhkan dengan antibiotia/preparat sulfa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. CRD&lt;br /&gt;CRD adalah penyakit pada ayam yang populer di Indonesia. Menyerang anak ayam dan ayam remaja. Pengendalian: dilakukan dengan antibiotika (Spiramisin dan Tilosin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Infeksi synovitis&lt;br /&gt;Penyakit ini sering menyerang ayam muda terutama ayam broiler dan kalkun.&lt;br /&gt;Penyebab: bakteri dari genus Mycoplasma.&lt;br /&gt;Pengendalian: dengan antibiotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.2. Penyakit karena Virus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Newcastle disease (ND)&lt;br /&gt;ND adalah penyakit oleh virus yang populer di peternak ayam Indonesia. Pada awalnya penyakit ditemukan tahun 1926 di daerah Priangan.Tungau (kutuan) Penemuan tersebut tidak tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa, penyakit ini ditemukan lagi dan diberitakan ke seluruh dunia. Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle disease.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Infeksi bronchitis&lt;br /&gt;Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada dewasa penyakit ini menurunkan produksi telur. Penyakit ini merupakan penyakit pernafasan yang serius untuk anak ayam dan ayam remaja. Tingkat kematian ayam dewasa adalah rendah, tapi pada anak ayam mencapai 40%. Bila menyerang ayam petelur menyebabkan telur lembek, kulit telur tidak normal, putih telur encer dan kuning telur mudah berpindah tempat (kuning telur yang normal selalu ada ditengah). Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Infeksi laryngotracheitis&lt;br /&gt;Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yang serius terjadi pada unggas.&lt;br /&gt;Penyebab: virus yang diindetifikasikan dengan Tarpeia avium. Virus ini di luar mudah dibunuh dengan desinfektan, misalnya karbol.&lt;br /&gt;Pengendalian: (1) belum ada obat untuk mengatasi penyakit ini; (2) pencegahan dilakukan dengan vaksinasi dan sanitasi yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cacar ayam (Fowl pox)&lt;br /&gt;Gejala: tubuh ayam bagian jengger yang terserang akan bercak-bercak cacar.&lt;br /&gt;Penyebab: virus Borreliota avium. Pengendalian: dengan vaksinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Marek&lt;br /&gt;Penyakit ini menjadi populer sejak tahun 1980-an hingga kini menyerang bangsa unggas, akibat serangannya menyebabkan kematian ayam hingga 50%. Pengendalian: dengan vaksinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gumboro&lt;br /&gt;Penyakit ini ditemukan tahun 1962 oleh Cosgrove di daerah Delmarva Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang bursa fabrisius, khususnya menyerang anak ayam umur 3–6 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.3. Penyakit karena Jamur dan Toksin&lt;br /&gt;Penyakit ini karena ada jamur atau sejenisnya yang merusak makanan. Hasil perusakan ini mengeluarkan zak racun yang kemudian di makan ayam. Ada pula pengolahan bahan yang menyebabkan asam amino berubah menjadi zat beracun. Beberapa penyakit ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Muntah darah hitam (Gizzerosin)&lt;br /&gt;Ciri kerusakan total pada gizzard ayam. Penyebab: adalah racun dalam&lt;br /&gt;tepung ikan tetapi tidak semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit ini akibat pemanasan bahan makanan yang menguraikan asam amino hingg menjadi racun.&lt;br /&gt;Pengendalian: belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Racun dari bungkil kacang&lt;br /&gt;Minyak yang tinggi dalam bungkil kelapa dan bungkil kacang merangsang pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. Untuk menghindari keracunan bungkil kacang maka dalam rancung tidak digunakan antioksidan atau bungkil kacang dan bungkil kelapa yang mengandung kadar lemak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.4. Penyakit karena Parasit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cacing&lt;br /&gt;Karena penyakit cacing jarang ditemukan di peternakan yang bersih dan terpelihara baik. Tetapi peternakan yang kotor banyak siput air dan minuman kotor maka mungkin ayam terserang cacingan. Ciri serangan cacingan adalah tubuhnya kurus, bulunya kusam, produksi telur merosot dan kurang aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kutu&lt;br /&gt;Banyak menyerang ayam di peternakan Indonesia. Dari luar kutu tidak terlihat tapi bila bulu ayam disibak akan terlihat kutunya. Tanda fisik ayam terserang ayam akan gelisah. Kutu umum terdapat di kandang yang tidak terkena sinar matahari langsung maka sisi samping kandang diarahkan melintang dari Timur ke Barat. Penggunaan semprotan kutu sama dengan cara penyemprotan nyamuk. Penyemprotan ini tidak boleh mengenai tangan dan mata secara langsung dan penyemprotan dilakukan malam hari sehingga pelaksanaannya lebih mudah karena ayam tidak aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.5. Penyakit karena Protoza&lt;br /&gt;Penyakit ini berasal dari protozoa (trichomoniasis, Hexamitiasis dan Blachead), penyakit ini dimasukkan ke golongan parasit tetapi sebenarnya berbeda. Penyakit ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-alang dan genangan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. P A N E N&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.1. Hasil Utama&lt;br /&gt;Hasil utama dari budidaya ayam petelur adalah berupa telur yang diahsilkan oelh ayam. Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi tlur yang disebabkan oleh virus dapat terhindar/terkurangi. Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan ketiga (terakhir)sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.2. Hasil Tambahan&lt;br /&gt;Hasil tambahan yang dapat dinukmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah daging dari ayam yang telah tua (afkir) dan kotoran yang dapat dijual untuk dijadikan pupuk kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.3. Pengumpulan&lt;br /&gt;Telur yang telah dihasilkan diambil dan diletakkan di atas egg tray (nampan telur). Dalam pengambilan dan pengumpulan telur, petugas pengambil harus langsung memisahkan antara telur yang normal dengan yang abnormal. Telur normal adalah telur yang oval, bersih dan kulitnya mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63 cc. Telur yang abnormal misalnya telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak atau keriting, bentuknya lonjong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.4. Pembersihan&lt;br /&gt;Setelah telur dikumpulkan, selanjutnya telur yang kotor karena terkena litter atau tinja ayam dibershkan. Telur yang terkena litter dapat dibersihkan dengan amplas besi yang halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan untuk telur tetas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PASCA PANEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.1. Analisis Usaha Budidaya&lt;br /&gt;Perkiraan analisis budidaya ayam petelur buras (150 ekor) tahun 1998 di Bintaro, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Biaya produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Modal tetap (investasi)&lt;br /&gt;- Kandang dan atap&lt;br /&gt;- Induk 150 ekor @ Rp. 17.500,-&lt;br /&gt;Jumlah biaya modal tetap&lt;br /&gt;Rp. 225.000,-&lt;br /&gt;Rp. 2.626.000,-&lt;br /&gt;Rp. 2.850.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Modal kerja/variabel&lt;br /&gt;- Pakan 90 gr x 150 x Rp. 1.210,-/kg x 30&lt;br /&gt;- Penyusutan kandang (4tahun)&lt;br /&gt;- Penyusutan induk (umur produktif 2 tahun)&lt;br /&gt;- Obat-obatan&lt;br /&gt;- Resiko kematian 3% per tahun&lt;br /&gt;Rp. 490.000,-&lt;br /&gt;Rp. 4.700,-&lt;br /&gt;Rp. 109.375,-&lt;br /&gt;Rp. 1.000,-&lt;br /&gt;Rp. 6.565,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah biaya modal kerja Rp. 611.640,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah biaya prasarana produksi Rp. 611.640,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Telur 60 x Rp. 650,- x 30 Rp. 1.170.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ayam afkir 141 ekor x Rp. 10.000,- Rp. 58.750,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pendapatan Rp. 1.228.750,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Rp. 1228.750,- – Rp. 611.640,- = Rp. 617.110,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Parameter kelayakan usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. B/C ratio = 2,0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;- Perhitungan biaya dan pendapatan dilakukan dalam 1 bulan&lt;br /&gt;- Harga-harga diperhitungkan pada bulan November 1998&lt;br /&gt;- Diperlukan luas tanah 40 m2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.2. Gambaran Peluang Agribisnis&lt;br /&gt;Dewasa ini kebutuhan telur dalam negeri terus meningkat sejalan dengan peningkatan pola hidup manusia dalam meningkatkan kebutuhan akan protein hewani yang berasal dari telur. Selain itu juga adanya program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat terutama anak-anak. Kebutuhan akan telur yang terus meningkat tidak diimbangi dengan produksi telur yang besar sehingga terjadilah kekurangan persediaan telur yang mengakibatkan harga telur mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat kondisi tersebut budidaya ayam petelur dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan bila di kelola secara intensif dan terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; sumber: http://tmtnews.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-4301107055686499429?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/4301107055686499429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/ayam-petelur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4301107055686499429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4301107055686499429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/ayam-petelur.html' title='AYAM PETELUR'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-767101897610309098</id><published>2008-10-14T19:49:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T21:28:42.305+07:00</updated><title type='text'>BETERNAK AYAM ORGANIK</title><content type='html'>Mengatasi krisis moneter saat ini, dimana nilai pendapatan dari&lt;br /&gt;gaji bulanan yang tidak lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari&lt;br /&gt;dikarenakan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, banyak&lt;br /&gt;orang membuat kegiatan sebagai usaha sampingan dalam menambah&lt;br /&gt;penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa usaha yang dilakukan mulai dari bertani,&lt;br /&gt;beternak, dan bahkan usaha bisnis lain.&lt;br /&gt;Untuk usaha keluarga dalam beternak, banyak orang memilih ayam sebagai&lt;br /&gt;usahanya, karena sistem beternak ayam lebih sederhana dan mudah tanpa&lt;br /&gt;menguras waktu dan tenaga yang banyak baik dalam pemeliharaan dan&lt;br /&gt;pemberian pakan.&lt;br /&gt;Syarat pokok dalam mengusahakan ternak ayam :&lt;br /&gt;1. Penguasaan ilmu.&lt;br /&gt;•Breeding, menyangkut pemilihan dan penggunaan bibit unggul&lt;br /&gt;ditingkat final stock serta strain tertentu.&lt;br /&gt;•Feeding, menyangkut penyediaan dan pemberian ransum.&lt;br /&gt;•Management, menyangkut tata laksana perkandangan, perawatan,&lt;br /&gt;pamasaran dll.&lt;br /&gt;•Disease management, menyangkut sanitasi, vaksinasi, dll.&lt;br /&gt;2. Kepemilikan jiwa peternak.&lt;br /&gt;•Ketekunan, menumbuhkan rasa cinta kasih besar terhadap ternak.&lt;br /&gt;•Disiplin, menumbuhkan tanggungjawab terhadap hidup matinya ayam.&lt;br /&gt;•Tidak mudah putus asa, kesabaran dalam menanggulangi kesulitan&lt;br /&gt;ekonomis maupun teknis.&lt;br /&gt;Produksi ternak dipengaruhi oleh dua faktor :&lt;br /&gt;1. Faktor genetis. Ini menyangkut keturunan yang akan mempengaruhi&lt;br /&gt;selanjutnya terhadap tinggi rendahnya produksi.&lt;br /&gt;2. Faktor luar. Adapun faktor luar yang mempengaruhi antara lain : tata&lt;br /&gt;laksana, perkandangan, makanan, lingkungan, dan penyakit.&lt;br /&gt;Ada dua (2) jenis ayam yang biasa diternakkan selain ayam kampung :&lt;br /&gt;1. Ayam pedaging (Broiler).&lt;br /&gt;2. Ayam petelur (layer).&lt;br /&gt;Pemeliharaan ayam :&lt;br /&gt;1. Fase awal&lt;br /&gt;Brooder yang baik&lt;br /&gt;Alat-alat pemanas yang stabil&lt;br /&gt;Konstruksi indukan yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi Brooder yang baik :&lt;br /&gt;Lantai mudah dibersihkan.&lt;br /&gt;Tinggi tempat makan dan minum 2,5 cm diatas punggung ayam.&lt;br /&gt;Ukuran tempat makan, panjang 1,5 cm (ayam umur 1-2 minggu) dan 5&lt;br /&gt;cm (ayam umur 2-8 minggu), lebar 8 cm, dalam 6 cm.&lt;br /&gt;Ukuran tempat minum, separoh dari tempat makan.&lt;br /&gt;Ukuran brooder, 15-20 ekor/m2 (umur 1 hari-8 minggu), 10-15 ekor/m2&lt;br /&gt;(umur 8-22 minggu), 4-6 ekor/m2 (umur lebih dari 22 minggu).&lt;br /&gt;2. Fase pertumbuhan&lt;br /&gt;Populasi hunian 5-10 ekor/m2 .&lt;br /&gt;Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari.&lt;br /&gt;Kadar protein pada ransum 14-16%.&lt;br /&gt;3. Fase Bertelur&lt;br /&gt;Untuk ayam petelur, pada umur 5,5-6 bulan ayam sudah bertelur.&lt;br /&gt;Makanan, protein disarankan kira-kira 17 %.&lt;br /&gt;Pada wal bertelur supaya diberi feed suplement atau extra vitamin.&lt;br /&gt;Kandang dengan popoulasi 4-5 ekor/m2, tebal lantai 25-30 cm,&lt;br /&gt;sarang perteluran 35 x 35 x 40 cm/5 ekor.&lt;br /&gt;Produktifitas telur, perlu pengaturan kadar protein dalam ransum,&lt;br /&gt;pemberantasan cacing dan kutu ayam secra regular, penyediaan air minum&lt;br /&gt;yang bersih dan memadai.&lt;br /&gt;Syarat kandang ayam yang bagus :&lt;br /&gt;a. Mempunyai ventilasi udara.&lt;br /&gt;b. Terkena sinar matahari.&lt;br /&gt;c. Lantai terbuat dari tanah, semen, dengan dialasi dengan serbuk&lt;br /&gt;gergaji atau sekam padi.&lt;br /&gt;d. Mempunyai tempat makanan dan minuman.&lt;br /&gt;e. Mempunyai tempat bertengger.&lt;br /&gt;Makanan, Fungsi :&lt;br /&gt;Memenuhi kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;Membentuk sel dan jaringan hidup.&lt;br /&gt;Menggantikan sel yang rusak.&lt;br /&gt;Bahan untuk berproduksi.&lt;br /&gt;Yang mutlak diperhatikan terutama zat-zat makanan :&lt;br /&gt;1. Karbohidrat, sebagai sumber energi untuk mobilitas tubuh ayam, dan&lt;br /&gt;resistensi terhadap pengaruh lingkungan. Sumber : jagung dan beras.&lt;br /&gt;2. Lemak, sebagai sumber energi dan alat transportasi buat vitamin A,&lt;br /&gt;D, E, dan K. Sumber : Kacang tanah, dedak halus, kedelai, bungkil&lt;br /&gt;kelapa, tepung ikan, tepung daging, dsb.&lt;br /&gt;3. Protein, untuk pertumbuhan tulang, urat, daging, kulit, bulu, dan&lt;br /&gt;menggantikan jaringan-jaringan tubuh yang rusak. Sumber : tepung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daging, tepung darah, tepung ikan, susu, bekicot, siput, cacing dll&lt;br /&gt;(hewani); kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang&lt;br /&gt;panjang, bungkil kelapa dll (nabati).&lt;br /&gt;4. Mineral, untuk alat berproduksi, seperti : kalsium (pembentukan&lt;br /&gt;tulang dan kulit telur), natrium (darah), HCl (getah lambung), Fe&lt;br /&gt;(butir darah merah), yodium (kelenjar gondok) dll. Sumber : tepung&lt;br /&gt;tulang, tepung kerang, kapur dsb.&lt;br /&gt;5. Vitamin, mempertahankan kesehatan tubuh dan kemampuan berproduksi.&lt;br /&gt;Sumber : minyak ikan, susu, hati (vitamin A); jagung, katul, kacangkacangan&lt;br /&gt;(vitamin B1); jagung, beras, daunan hijau (vitamin B2);&lt;br /&gt;padi-padian, ikan ragi, hijauan (vitamin B6), kotoran lembu/kerbau&lt;br /&gt;(vitamin B12), minyak ikan, susu, kacang-kacangan (vitamin D);&lt;br /&gt;touge, hijauan, padi-padian (vitamin E), dll.&lt;br /&gt;Air, fungsinya :&lt;br /&gt;Membantu proses pencernaan.&lt;br /&gt;Membawa zat makanan ke seluruh tubuh.&lt;br /&gt;Mengatur suhu tubuh dan metabolisme.&lt;br /&gt;Pembuangan sisa makanan.&lt;br /&gt;Lebih dari 60 % tubuh ayam terdiri dari kandungan air. Ayam selalu&lt;br /&gt;minum setiap 15-20 menit.&lt;br /&gt;Energy Tambahan&lt;br /&gt;1. Antibiotic, fungsi untuk menstimulir pertumbuhan, mencegah penyakit,&lt;br /&gt;dan efisiensi setiap perubahan ransum. Sumber : penicillin,&lt;br /&gt;terramycin, exythromycin, dll.&lt;br /&gt;2. Feed Suplement, fungsi untuk mencegah penularan penyakit,&lt;br /&gt;mempercepat pertumbuhan, meningkatkan produksi, dll. Sumber : Premix&lt;br /&gt;B, Premix A, TM 10, Egg Formula, Rovimix AD3, Mineral, dll.&lt;br /&gt;3. Concentrate, campuran bahan makanan yang dilengkapi dengan :&lt;br /&gt;protein, carbohydrat, lemak, dan zat kasar lainnya. Concentrate&lt;br /&gt;complit terdiri dari protein, mineral, dan vitamin.&lt;br /&gt;4. Hijauan, fungsi untuk menambah nafsu makan dan tambahan vitamin.&lt;br /&gt;Sumber : daun-daunan berwarna hijau yang segar.&lt;br /&gt;Pakan ayam pedaging (broiler)&lt;br /&gt;Bahan-bahan :&lt;br /&gt;Konsentrat 20 %.&lt;br /&gt;Dedak 35 %.&lt;br /&gt;Jagung giling 25 %.&lt;br /&gt;Bungkil Kelapa 20 %.&lt;br /&gt;Pakan ayam petelur (layer)&lt;br /&gt;Bahan-bahan :&lt;br /&gt;Konsentrat 25 %.&lt;br /&gt;Dedak 35 %.&lt;br /&gt;Jagung giling 40 %.&lt;br /&gt;Mineral 0,1 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-767101897610309098?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/767101897610309098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/beternak-ayam-organik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/767101897610309098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/767101897610309098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/beternak-ayam-organik.html' title='BETERNAK AYAM ORGANIK'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-7175923335828473685</id><published>2008-10-14T19:29:00.000+07:00</published><updated>2008-10-16T15:27:56.568+07:00</updated><title type='text'>Cara Berternak Sapi SAPI POTONG bagian I</title><content type='html'>Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan akan daging yang terus meningkat pula. Sehubungan dengan hal tersebut, ternak sapi khususnya sapi potong merupakn salah satu sumber daya penghasil bahan makanan berupa daging yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan penting artinya di dalam kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebab sektor atau kelompopk ternak sapi bisa menghasilkan berbagai macam kebutuhan, terutama sebagai bahan makanan berupa daging, disamping hasil ikutan lainnya seperti pupuk kandang, kulit, tulang dan lain sebagainya. Daging sangat besar manfaatnya bagi pemenuhan gizi berupa protein hewani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi sebgai salah satu hewan pemakan rumput sangat berperan sebagai pengumpul bahan bergizi rendah yang dirubah menjadi bahan bergizi tinggi, kemudian diteruskan kepada manusia dalam bentuk daging. Daging untuk pemenuhan gizi mulai meningkat dengan adanya istilah ”Balita” dan terangkatnya peranan gizi terhadap kualitas generasi penerus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani dari daging ini kita khhususnya peternak perlu meningkatkan [roduksi daging. Perkembangan usaha penggemukan sapi didorong oleh permintaan daging yang terus menerus meningkat dari tahun ke tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MEMILIH JENIS SAPI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi-sapi lokal yang terdapat di Propinsi Banten kesemuanya dapat digunakan untuk usaha penggemukan. Akan tetapi tidaklah semua jenis sapi itu mempunyai prospek yang sama untuk digemukkan. Ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk menentukan jenis sapi yang lebih prospektif untuk digemukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator-indikator tersebut adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Jumlah populasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Jumlah pertambahan populasi setiap tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Penyebaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Produksi karkas dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Efisiensi penggunaan pakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis sapi potong yang biasa dipelihara adalah : sapi Bali, sapi Madura, sapi Ongole, sapi Peranakan ongole, sapi Charolois, sapi Hereford, sapi Brangus dan lain-lain. &lt;br /&gt;dipelihara masyarakat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. PEMELIHARAAN DAN UKURAN KANDANG &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan kandang sapi milik petani di Eropa, maka kandang sapi petani-petani di Propinsi Banten walaupun hanya terdiri dari tiang bambu, atap rumbia dan lantai yang dipadatkan, tetapi cukup baik. Ini disebabkan karena petani di Propinsi Banten hanya memilik sapi antara 3-4 ekor, dimana sapi-sapi tersebut hanya pada malam hari saja dipelihara dalam kandang, sedang pada siang hari ternak diikat di halaman rumah karena tidak dikerjakan atau digembalakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi bilamana sapi sudah dikeluarkan, maka kotoran dalam kandang dibersihkan bersama-sama sisa makanan diangkut dan dimasukkan ke dalam lubang yang telah disediakan, untuk kemudian dijadikan pupuk, sedang bekas-bekas urine disiram dengan abu dari api unggun. Tentang tempat makanan untuk ternak petani di Propinsi Banten tidak membutuhkan perlengkapan, oleh karena makanan yang diberikan adalah rumput, daun-daunan dan jerami, tidak pernah dan jarang sekali diberikan makanan konsetrat, kecuali sapi-sapi yang digemukkan. Makanan cukup diletakkan di tanah, bila perlu dibatasi dengan palang-palang dari bambu atau kayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandang untuk sapi potong hendaknya dibuat dari bahan-bahan yang murah tapi kuat, keadaannya harus terang dan pertukaran udara bebas. Atap dari genting/rumbia/ilalang. Lantai sebaiknya disemen atau sekurang-kurangnya tanah dipadatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. MAKANAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi-sapi petani di Propinsi Banten diberi makan rumput, daun-daunan atau jerami. Umumnnya secara kualitas maupun kuantitas makanan sapi-sapi itu cukup baik. Ini dapat dilihat dari keadaan sapi-sapinya yang cukup segar, gemuk dan kesehatan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dipandang perli petani di Propinsi Banten menyediakan makanan untuk musim kemarau. Biasanya petani menyimpan jerami, penyimpanan makanan ini tidak perlu banyak karena ternak yang dipelihara hanya sebanyak 3-4 ekor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan untuk sapi potong dapat dikelompokkan menjadi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hijauan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijauan yang berkualitas baik (rumput unggul atau campuran rumput dengan hijauan kacang-kacangan) umumnya sudah dapat memenuhi kebutuhan hidup pokok, pertunbuhan dan reproduksi yang normal sehingga pada pemeliharaan sapi dianjurkan lebih banyak menggunakan hijauan (85-100%), apabila hijauan banyak tersedia, pemberian konsentrat hanya dianjurkan untuk keadaan tertentu saja seperti saat sulit hijauan (di musim kemarau) atau untuk penggemukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh hijauan unggul : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Rumput setaria &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Rumput gajah (Pennisetum purpureum) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Rumput raja (Kinggrass) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Rumput benggala (Panicum maximum) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Rumput bede (Brachiaria decumbens) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Lamtorogun(Leucaena leucocepala) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Turi (Sesbania grandiflora) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Gamal (Gliricidia maculata) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Kaliandra &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh hijauan limbah pertanian : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Jerami kacang panjang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Jerami kedelai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Jerami padi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Jerami jagung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Konsentrat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh konsentrat : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Dedak padi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Onggok (ampas singkong) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Ampas tahu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Dan lain-lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Makanan tambahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : vitamin, mineral dan urea &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum makanan untuk seekor sapi setiap hari sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hijauan :35-47 kg atau bervariasi menurut berat dan besar badan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Konsentrat : 2-5 kg &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Makanan tambahan : 30-50 gram &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. KESEHATAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu unsur perawatan yang juga tidak boleh diabaikan adalaj penjagaan kesehatan termasuk pula pencegahan masuknya penyakit ke peternakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis penyakit pada sapi yang sering berjangkit baik yang menular ataupun yang tidak menular. Penyakit menular yang terjangkit pada umumnya menimbulkan kerugian besar bagi peternak dari tahun ke tahun ribuan ternak sapi menjadi korban penyakit radang limpa (Anthrax), ribuan ternak sapi lainnya kemudian terkena serangan penyakit mulut dan kuku, serta penyakit surra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis penyakit yang sering terjadi pada sapi potong adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Anthrax (radang limpa) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Penyakit mulut dan kuku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Penyakit surra &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Penyakit radang paha &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Penyakit Bruccellosis (keguguran menular) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kuku busuk (foot ror) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Cacing hati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Cacing perut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Dan lain-lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. PERKEMBANGBIAKAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usaha ternak sapi potong yang sistem produksinya untuk menghasilkan anak-anak sapi yang hampir sama umurnya dalam jumlah yang besar untuk dijual sebagai anak sapi (Feeder Cattle), maka perkawinannya dilakukan secara musiman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi potong mulai dewasa kelamin yaitu apabila mulai timbul oestrus (tanda-tanda birahi, bronst). Pada umur 8-12 bulan, tergantung pada bangsa-bangsa, makanan, dan lingkungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara perkawinan pada sapi potong dapat dilakukan dengan pengaturan dan pengawasan sepenuhnya ooleh manusia yang disebut cara ”Hand Mating” yaitu pemeliharaan jantan dan betina dipisah dan bila ada betina yang bronst, diambilkan pejantanya agar mengawininya atau dilakukan perkawinan buatan atau dengan cara perkawinan bebas di padang rumput. Dimana sapi-sapi jantan dan betina yang sudah dewasa pada musim perkawinan dilepas bersama-sama, bila ada sapi-sapi betina yang bronst tanpa campur tangan si pemilik akan terjadi perkawinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara perkawinan inilah yang lazim dilakukan pada usaha sapi potong dimana perkawinan biasabya dilakukan secara musiman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. PENGOLAHAN HASIL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragamnya jenis produk olahan ternak dengan nilai tambah yang tinggi memberikan kesempatan kepada masyarakat di Propinsi Banten untuk memilih berbagai alternatif. Jenis olahan dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan minat masyarakat. Dibandingkan dengan produk olahan memiliki daya tahan yang lebih lama sehingga dapat mengurangi resiko akibat perubahan harga. Selain itu, dalam upaya turut menjaga kelestarian lingkungan, pengolahan produk sampingan seperti kulit, tulang dan darah dapat mengurangi resiko pencemaran lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan yang cermat dan teliti sangat diperlukan dalam proses produksi untuk menghasilkan pruduk olahan sesuia dengan standar yang sngat erat kaitannya dengan mutu dan kesehatan produk yang dihasilkan. Hal ini menjadi kendala utama dalam memperkenalkan teknologi pengolahandi wilayah pedesaan, karena pengembangan agribisnin dan agroindustri peternakan dan hasil ikutannya belum berkembang dengan optimal di Propinsi Banten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari olahan ternak sapi potong diantaranya adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. daging bisa diolah sebagi dendeng, daging asap, sosis, bakso,abon, corned. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kulit bisa diolah sebagi bahan untuk pembuatan tas, sepatu, ikat pinggang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. PEMASARAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam pemasaran hasil sebaiknya dikoordinasikan oleh kelompok tani atau ternak KUD. Agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak karena bisa ditanggung bersama-sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran hasil sapi potong selain dipasarkan sebagai sapi potong berupa produk daging, juga sering dijual dalam keadaan hidup dan sebaiknya memilih standar harga per kilogram berat hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil panen ternak sapi potong dapat berupa daging dan kulit serta hasil sampingnya berupa pupuk tau gas bio. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERNAK SAPI BAGIAN KE II &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG &lt;br /&gt;( Bos sp. ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SEJARAH SINGKAT Sapi yang ada sekarang ini berasal dari Homacodontidae yang &lt;br /&gt;dijumpai pada babak Palaeoceen. Jenis-jenis primitifnya ditemukan pada babak &lt;br /&gt;Plioceen di India. Sapi Bali yang banyak dijadikan komoditi daging/sapi potong &lt;br /&gt;pada awalnya dikembangkan di Bali dan kemudian menyebar ke beberapa wilayah &lt;br /&gt;seperti: Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SENTRA PETERNAKAN Sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan &lt;br /&gt;sapi Madura banyak terdapat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi. &lt;br /&gt;Sapi jenis Aberdeen angus banyak terdapat di Skotlandia. Sapi Simental banyak &lt;br /&gt;terdapat di Swiss. Sapi Brahman berasal dari India dan banyak dikembangkan di &lt;br /&gt;Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. J E N I S Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah &lt;br /&gt;sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong itu, &lt;br /&gt;masing-masing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk &lt;br /&gt;luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi-sapi Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali, sapi Ongole, &lt;br /&gt;sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura. Selain itu juga sapi &lt;br /&gt;Aceh yang banyak diekspor ke Malaysia (Pinang). Dari populasi sapi potong yang &lt;br /&gt;ada, yang penyebarannya dianggap merata masing-masing adalah: sapi Bali, sapi &lt;br /&gt;PO, Madura dan Brahman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi Bali berat badan mencapai 300-400 kg. dan persentase karkasnya 56,9%. Sapi &lt;br /&gt;Aberdeen angus (Skotlandia) bulu berwarna hitam, tidak bertanduk, bentuk tubuh &lt;br /&gt;rata seperti papan dan dagingnya padat, berat badan umur 1,5 tahun dapat &lt;br /&gt;mencapai 650 kg, sehingga lebih cocok untuk dipelihara sebagai sapi potong. &lt;br /&gt;Sapi Simental (Swiss) bertanduk kecil, bulu berwarna coklat muda atau &lt;br /&gt;kekuning-kuningan. Pada bagian muka, lutut kebawah dan jenis gelambir, ujung &lt;br /&gt;ekor berwarna putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi Brahman (dari India), banyak dikembangkan di Amerika. Persentase karkasnya &lt;br /&gt;45%. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang &lt;br /&gt;diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, &lt;br /&gt;termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap &lt;br /&gt;gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MANFAAT Memelihara sapi potong sangat menguntungkan, karena tidak hanya &lt;br /&gt;menghasilkan daging dan susu, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang dan &lt;br /&gt;sebagai tenaga kerja. Sapi juga dapat digunakan meranih gerobak, kotoran sapi &lt;br /&gt;juga mempunyai nilai ekonomis, karena termasuk pupuk organik yang dibutuhkan &lt;br /&gt;oleh semua jenis tumbuhan. Kotoran sapi dapat menjadi sumber hara yang dapat &lt;br /&gt;memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur dan subur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua organ tubuh sapi dapat dimanfaatkan antara lain: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kulit, sebagai bahan industri tas, sepatu, ikat pinggang, topi, jaket. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tulang, dapat diolah menjadi bahan bahan perekat/lem, tepung tulang dan &lt;br /&gt;barang kerajinan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanduk, digunakan sebagai bahan kerajinan seperti: sisir, hiasan dinding dan &lt;br /&gt;masih banyak manfaat sapi bagi kepentingan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PERSYARATAN LOKASI Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah &lt;br /&gt;yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh &lt;br /&gt;kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 &lt;br /&gt;meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat &lt;br /&gt;dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di &lt;br /&gt;tengah sawah atau ladang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan &lt;br /&gt;Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah &lt;br /&gt;sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada &lt;br /&gt;satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda &lt;br /&gt;penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling &lt;br /&gt;bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk &lt;br /&gt;jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal &lt;br /&gt;apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan &lt;br /&gt;penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan &lt;br /&gt;lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai &lt;br /&gt;penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan &lt;br /&gt;dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas &lt;br /&gt;kandang yang hangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan &lt;br /&gt;terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahanbahan &lt;br /&gt;lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5x2 m atau &lt;br /&gt;2,5x2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8x2 m dan untuk anak sapi &lt;br /&gt;cukup 1,5x1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di &lt;br /&gt;sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. &lt;br /&gt;Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga &lt;br /&gt;dataran tinggi (&gt; 500 m). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandang untuk pemeliharaan sapi harus bersih dan tidak lembab. Pembuatan &lt;br /&gt;kandang harus memperhatikan beberapa persyaratan pokok yang meliputi &lt;br /&gt;konstruksi, letak, ukuran dan perlengkapan kandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Konstruksi dan letak kandang &lt;br /&gt;Konstruksi kandang sapi seperti rumah kayu. Atap kandang berbentuk kuncup dan &lt;br /&gt;salah satu/kedua sisinya miring. Lantai kandang dibuat padat, lebih tinggi dari &lt;br /&gt;pada tanah sekelilingnya dan agak miring kearah selokan di luar kandang. &lt;br /&gt;Maksudnya adalah agar air yang tampak, termasuk kencing sapi mudah mengalir ke &lt;br /&gt;luar lantai kandang tetap kering. Bahan konstruksi kandang adalah kayu &lt;br /&gt;gelondongan/papan yang berasal dari kayu yang kuat. Kandang sapi tidak boleh &lt;br /&gt;tertutup rapat, tetapi agak terbuka agar sirkulasi udara didalamnya lancar. &lt;br /&gt;Termasuk dalam rangkaian penyediaan pakan sapi adalah air minum yang bersih. &lt;br /&gt;Air minum diberikan secara ad libitum, artinya harus tersedia dan tidak boleh &lt;br /&gt;kehabisan setiap saat. &lt;br /&gt;Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan &lt;br /&gt;sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang. Pembuatan &lt;br /&gt;kandang sapi dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah/ladang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ukuran Kandang &lt;br /&gt;Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang &lt;br /&gt;akan dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 &lt;br /&gt;m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor &lt;br /&gt;anak sapi cukup 1,5x1 m. 3) Perlengkapan Kandang &lt;br /&gt;Termasuk dalam perlengkapan kandang adalah tempat pakan dan minum, yang &lt;br /&gt;sebaiknya dibuat di luar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan &lt;br /&gt;dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/ &lt;br /&gt;tercampur kotoran. Tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen &lt;br /&gt;dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kotoran dan air kencing tidak tercampur didalamnya. &lt;br /&gt;Perlengkapan lain yang perlu disediakan adalah sapu, sikat, sekop, sabit, dan &lt;br /&gt;tempat untuk memandikan sapi. Semua peralatan tersebut adalah untuk &lt;br /&gt;membersihkan kandang agar sapi terhindar dari gangguan penyakit sekaligus bisa &lt;br /&gt;dipakai untuk memandikan sapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2. Pembibitan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah: &lt;br /&gt;1) Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap &lt;br /&gt;silsilahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Matanya tampak cerah dan bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari &lt;br /&gt;hidung tidak keluar lendir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kukunya tidak terasa panas bila diraba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan &lt;br /&gt;bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan daging, pilihlah tipe sapi yang cocok yaitu jenis sapi Bali, &lt;br /&gt;sapi Brahman, sapi PO, dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah &lt;br /&gt;setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;1) tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola. 2) kualitas dagingnya &lt;br /&gt;maksimum dan mudah dipasarkan. 3) laju pertumbuhannya relatif cepat. 4) &lt;br /&gt;efisiensi bahannya tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3. Pemeliharaan &lt;br /&gt;Pemeliharaan sapi potong mencakup penyediaan pakan (ransum) dan pengelolaan &lt;br /&gt;kandang. Fungsi kandang dalam pemeliharaan sapi adalah : &lt;br /&gt;a) Melindungi sapi dari hujan dan panas matahari. &lt;br /&gt;b) Mempermudah perawatan dan pemantauan. &lt;br /&gt;c) Menjaga keamanan dan kesehatan sapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan merupakan sumber energi utama untuk pertumbuhan dan pembangkit tenaga.. &lt;br /&gt;Makin baik mutu dan jumlah pakan yang diberikan, makin besar tenaga yang &lt;br /&gt;ditimbulkan dan masih besar pula energi yang tersimpan dalam bentuk daging. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif &lt;br /&gt;Pada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkan sehingga peternak &lt;br /&gt;mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasannya sulit &lt;br /&gt;dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian Pakan &lt;br /&gt;Pada umumnya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Sapi dalam masa &lt;br /&gt;pertumbuhan, sedang menyusui, dan supaya tidak jenuh memerlukan pakan yang &lt;br /&gt;memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian pakan dapat dilakukan dengan 3 cara: yaitu penggembalaan (Pasture &lt;br /&gt;fattening), kereman (dry lot faatening) dan kombinasi cara pertama dan kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggembalaan dilakukan dengan melepas sapi-sapi di padang rumput, yang &lt;br /&gt;biasanya dilakukan di daerah yang mempunyai tempat penggembalaan cukup luas, &lt;br /&gt;dan memerlukan waktu sekitar 5-7 jam per hari. Dengan cara ini, maka tidak &lt;br /&gt;memerlukan ransum tambahan pakan penguat karena sapi telah memakan &lt;br /&gt;bermacam-macam jenis rumput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan dapat diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang yang dikenal dengan &lt;br /&gt;istilah kereman. Sapi yang dikandangkan dan pakan diperoleh dari ladang, &lt;br /&gt;sawah/tempat lain. Setiap hari sapi memerlukan pakan kira-kira sebanyak 10% &lt;br /&gt;dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% - 2% dari berat badan. Ransum &lt;br /&gt;tambahan berupa dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu. &lt;br /&gt;yang diberikan dengan cara dicampurkan dalam rumput ditempat pakan. Selain itu, &lt;br /&gt;dapat ditambah mineral sebagai penguat berupa garam dapur, kapus. Pakan sapi &lt;br /&gt;dalam bentuk campuran dengan jumlah dan perbandingan tertentu ini dikenal &lt;br /&gt;dengan istilah ransum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian pakan sapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggembalaan dan &lt;br /&gt;keraman. Menurut keadaannya, jenis hijauan dibagi &lt;br /&gt;menjadi 3 katagori, yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam &lt;br /&gt;hijauan segar adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan (legu minosa) dan tanaman &lt;br /&gt;hijau lainnya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah rumput gajah, rumput &lt;br /&gt;raja (king grass), daun turi, daun lamtoro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan dengan &lt;br /&gt;tujuan agar tahan disimpan lebih lama. Termasuk dalam hijauan kering adalah &lt;br /&gt;jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, dsb. yang biasa digunakan pada &lt;br /&gt;musim kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banyak mengandung serat &lt;br /&gt;kasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijauan segar dapat diawetkan menjadi silase. Secara singkat pembuatan silase &lt;br /&gt;ini dapat dijelaskan sebagai berikut: hijauan yang akan dibuat silase ditutup &lt;br /&gt;rapat, sehingga terjadi proses fermentasi. Hasil dari proses inilah yang &lt;br /&gt;disebut silase. Contoh-contoh silase yang telah memasyarakat antara lain silase &lt;br /&gt;jagung, silase rumput, silase jerami padi, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan Kandang &lt;br /&gt;Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2 minggu) &lt;br /&gt;dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi &lt;br /&gt;tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya &lt;br /&gt;berjalan lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum &lt;br /&gt;sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan &lt;br /&gt;dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau &lt;br /&gt;tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen &lt;br /&gt;berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan &lt;br /&gt;pula peralatan untuk memandikan sapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.1. Penyakit &lt;br /&gt;1. Penyakit antraks &lt;br /&gt;Penyebab: Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, &lt;br /&gt;makanan/minuman atau pernafasan. &lt;br /&gt;Gejala: (1) demam tinggi, badan lemah dan gemetar; (2) gangguan pernafasan; (3) &lt;br /&gt;pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul; (4) &lt;br /&gt;kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, &lt;br /&gt;mulut, anus dan vagina; (5) kotoran ternak cair dan sering bercampur darah; (6) &lt;br /&gt;limpa bengkak dan berwarna kehitaman. &lt;br /&gt;Pengendalian: vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang &lt;br /&gt;terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit Apthae epizootica (AE) &lt;br /&gt;Penyebab: virus ini menular melalui kontak langsung melalui air kencing, air &lt;br /&gt;susu, air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE. &lt;br /&gt;Gejala: (1) rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta &lt;br /&gt;terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening; (2) demam atau panas, suhu &lt;br /&gt;badan menurun drastis; (3) nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama &lt;br /&gt;sekali; (4) air liur keluar berlebihan. &lt;br /&gt;Pengendalian: vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan dan diobati secara &lt;br /&gt;terpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyakit ngorok/mendekur atau penyakit Septichaema epizootica (SE) &lt;br /&gt;Penyebab: bakteri Pasturella multocida. Penularannya melalui makanan dan &lt;br /&gt;minuman yang tercemar bakteri. &lt;br /&gt;Gejala: (1) kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah &lt;br /&gt;dan kebiruan; (2) leher, anus, dan vulva membengkak; (3) paru-paru meradang, &lt;br /&gt;selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua; (4) demam dan sulit &lt;br /&gt;bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi &lt;br /&gt;akan mati dalam waktu antara 12-36 jam. &lt;br /&gt;Pengendalian: vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika atau sulfa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penyakit radang kuku atau kuku busuk (foot rot) &lt;br /&gt;Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor. &lt;br /&gt;Gejala: (1) mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih &lt;br /&gt;keruh; (2) kulit kuku mengelupas; (3) tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa &lt;br /&gt;sakit; (4) sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.2. Pengendalian &lt;br /&gt;Pengendalian penyakit sapi yang paling baik menjaga kesehatan sapi dengan &lt;br /&gt;tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan sapi adalah: &lt;br /&gt;1. Menjaga kebersihan kandang beserta peralatannya, termasuk memandikan sapi. &lt;br /&gt;2. Sapi yang sakit dipisahkan dengan sapi sehat dan segera dilakukan &lt;br /&gt;pengobatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengusakan lantai kandang selalu kering. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memeriksa kesehatan sapi secara teratur dan dilakukan vaksinasi sesuai &lt;br /&gt;petunjuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. P A N E N &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.1. Hasil Utama &lt;br /&gt;Hasil utama dari budidaya sapi potong adalah dagingnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.2. Hasil Tambahan &lt;br /&gt;Selain daging yang menjadi hasil budidaya, kulit dan kotorannya juga sebagai &lt;br /&gt;hasil tambahan dari budidaya sapi potong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PASCA PANEN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.1. Stoving &lt;br /&gt;Ada beberapa prinsip teknis yang harus diperhatikan dalam pemotongan sapi agar &lt;br /&gt;diperoleh hasil pemotongan yang baik, yaitu: &lt;br /&gt;1. Ternak sapi harus diistirahatkan sebelum pemotongan &lt;br /&gt;2. Ternak sapi harus bersih, bebas dari tanah dan kotoran lain yang dapat &lt;br /&gt;mencemari daging. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemotongan ternak harus dilakukan secepat mungkin, dan rasa sakit yang &lt;br /&gt;diderita ternak diusahakan sekecil mungkin dan darah harus keluar secara &lt;br /&gt;tuntas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Semua proses yang digunakan harus dirancang untuk mengurangi jumlah dan &lt;br /&gt;jenis mikroorganisme pencemar seminimal mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.2. Pengulitan &lt;br /&gt;Pengulitan pada sapi yang telah disembelih dapat dilakukan dengan menggunakan &lt;br /&gt;pisau tumpul atau kikir agar kulit tidak rusak. Kulit sapi &lt;br /&gt;dibersihkan dari daging, lemak, noda darah atau kotoran yang menempel. Jika &lt;br /&gt;sudah bersih, dengan alat perentang yang dibuat dari kayu, kulit sapi dijemur &lt;br /&gt;dalam keadaan terbentang. Posisi yang paling baik untuk penjemuran dengan sinar &lt;br /&gt;matahari adalah dalam posisi sudut 45 derajat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.3. Pengeluaran Jeroan &lt;br /&gt;Setelah sapi dikuliti, isi perut (visceral) atau yang sering disebut dengan &lt;br /&gt;jeroan dikeluarkan dengan cara menyayat karkas (daging) pada bagian perut sapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.4. Pemotongan Karkas &lt;br /&gt;Akhir dari suatu peternakan sapi potong adalah menghasilkan karkas berkualitas &lt;br /&gt;dan berkuantitas tinggi sehingga recahan daging yang dapat dikonsumsipun &lt;br /&gt;tinggi. Seekor ternak sapi dianggap baik apabila dapat menghasilkan karkas &lt;br /&gt;sebesar 59% dari bobot tubuh sapi tersebut dan akhirnya akan diperoleh 46,50% &lt;br /&gt;recahan daging yang dapat dikonsumsi. Sehingga dapat dikatakan bahwa dari &lt;br /&gt;seekor sapi yang dipotong tidak akan seluruhnya menjadi karkas dan dari seluruh &lt;br /&gt;karkas tidak akan seluruhnya menghasilkan daging yang dapat dikonsumsi manusia. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk menduga hasil karkas dan daging yang akan diperoleh, &lt;br /&gt;dilakukan penilaian dahulu sebelum ternak sapi potong. Di negara maju terdapat &lt;br /&gt;spesifikasi untuk pengkelasan (grading) terhadap steer, heifer dan cow yang &lt;br /&gt;akan dipotong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karkas dibelah menjadi dua bagian yaitu karkas tubuh bagian kiri dan karkas &lt;br /&gt;tubuh bagian kanan. Karkas dipotong-potong menjadi sub-bagian leher, paha &lt;br /&gt;depan, paha belakang, rusuk dan punggung. Potongan tersebut dipisahkan menjadi &lt;br /&gt;komponen daging, lemak, tulang dan tendon. Pemotongan karkas harus mendapat &lt;br /&gt;penanganan yang baik supaya tidak cepat menjadi rusak, terutama kualitas dan &lt;br /&gt;hygienitasnya. Sebab kondisi karkas dipengaruhi oleh peran mikroorganisme &lt;br /&gt;selama proses pemotongan dan pengeluaran jeroan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging dari karkas mempunyai beberapa golongan kualitas kelas sesuai dengan &lt;br /&gt;lokasinya pada rangka tubuh. Daging kualitas pertama adalah daging di daerah &lt;br /&gt;paha (round) kurang lebih 20%, nomor dua adalah daging daerah pinggang (loin), &lt;br /&gt;lebih kurang 17%, nomor tiga adalah daging daerah punggung dan tulang rusuk &lt;br /&gt;(rib) kurang lebih 9%, nomor empat adalah daging daerah bahu (chuck) lebih &lt;br /&gt;kurang 26%, nomor lima adalah daging daerah dada (brisk) lebih kurang 5%, nomor &lt;br /&gt;enam daging daerah perut (frank) lebih kurang 4%, nomor tujuh adalah daging &lt;br /&gt;daerah rusuk bagian bawah sampai perut bagian bawah (plate &amp; suet) lebih kurang &lt;br /&gt;11%, dan nomor delapan adalah daging bagian kaki depan (foreshank) lebih kurang &lt;br /&gt;2,1%. Persentase bagian-bagian dari karkas tersebut di atas dihitung dari berat &lt;br /&gt;karkas (100%). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persentase recahan karkas dihitung sebagai berikut: &lt;br /&gt;Persentase recahan karkas = Jumlah berat recahan / berat karkas x 100 % &lt;br /&gt;Istilah untuk sisa karkas yang dapat dimakan disebut edible offal, sedangkan &lt;br /&gt;yang tidak dapat dimakan disebut inedible offal (misalnya: tanduk, bulu, &lt;br /&gt;saluran kemih, dan bagian lain yang tidak dapat dimakan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.1. Analisis Usaha Budidaya &lt;br /&gt;Perkiraan analisis budidaya sapi potong kereman setahun di Bangli skala 25 ekor &lt;br /&gt;pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Biaya Produksi &lt;br /&gt;a. Pembelian 25 ekor bakalan : 25 x 250 kg x Rp. 7.800,- Rp. 48.750.000,- b. &lt;br /&gt;Kandang Rp. 1.000.000,- c. Pakan &lt;br /&gt;- Hijauan: 25 x 35 kg x Rp.37,50 x 365 hari &lt;br /&gt;- Konsentrat: 25 x 2kg x Rp. 410,- x 365 hari &lt;br /&gt;Rp. 12.000.000,- &lt;br /&gt;Rp. 7.482.500,- d. Retribusi kesehatan ternak: 25 x Rp. 3.000,- Rp. 75.000,- &lt;br /&gt;Jumlah biaya produksi Rp. 69.307.500,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pendapatan &lt;br /&gt;a. Penjualan sapi kereman &lt;br /&gt;Tambahan &gt;Rp. 75.000,- Jumlah biaya produksi Rp. 69.307.500,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pendapatan &lt;br /&gt;a. Penjualan sapi kereman &lt;br /&gt;Tambahan berat badan: 25 x 365 x 0,8 kg = 7.300 kg &lt;br /&gt;Berat sapi setelah setahun: (25 x 250 kg) + 7.300 kg = 13.550 kg &lt;br /&gt;Harga jual sapi hidup: Rp. 8.200,-/kg x 13.550 kg &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp. 111.110.000,- b. Penjualan kotoran basah: 25 x 365 x 10 kg x Rp. 12,- Rp. &lt;br /&gt;1.095.000,- Jumlah pendapatan Rp. 112.205.000,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Keuntungan &lt;br /&gt;a. Tanpa memperhitungkan biaya tenaga internal keuntungan Penggemukan 25 ekor &lt;br /&gt;sapi selama setahun. Rp. 42.897.500,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Parameter kelayakan usaha &lt;br /&gt;a. B/C ratio = 1,61 10.2. Gambaran Peluang Agribisnis &lt;br /&gt;Sapi potong mempunyai potensi ekonomi yang tinggi baik sebagai ternak potong &lt;br /&gt;maupun ternak bibit. Selama ini sapi potong dapat mempunyai kebutuhan daging &lt;br /&gt;untuk lokal seperti rumah tangga, hotel, restoran, industri pengolahan, &lt;br /&gt;perdagangan antar pulau. Pasaran utamanya adalah kota-kota besar seperti kota &lt;br /&gt;metropolitan Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen untuk daging di Indonesia dapat digolongkan ke dalam beberapa segmen &lt;br /&gt;yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Konsumen Akhir &lt;br /&gt;Konsumen akhir, atau disebut konsumen rumah tangga adalah pembeli-pembeli yang &lt;br /&gt;membeli untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individunya. Golongan ini &lt;br /&gt;mencakup porsi yang paling besar dalam konsumsi daging, diperkirakan mencapai &lt;br /&gt;98% dari konsumsi total. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini dapat dikelompokkan lagi ke dalam ova sub segmen yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Konsumen dalam negeri ( Golongan menengah keatas ) &lt;br /&gt;Segmen ini merupakan segmen terbesar yang kebutuhan dagingnya kebanyakan &lt;br /&gt;dipenuhi dari pasokan dalam negeri yang masih belum memperhatikan kualitas &lt;br /&gt;tertentu sebagai persyaratan kesehatan maupun selera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Konsumen asing &lt;br /&gt;Konsumen asing yang mencakup keluarga-keluarga diplomat, karyawan perusahaan &lt;br /&gt;dan sebagian pelancong ini porsinya relatif kecil dan tidak signifikan. Di &lt;br /&gt;samping itu juga kemungkinan terdapat konsumen manca negara yang selama ini &lt;br /&gt;belum terjangkau oleh pemasok dalam negeri, artinya ekspor belum dilakukan/jika &lt;br /&gt;dilakukan porsinya tidak signifikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Konsumen Industri &lt;br /&gt;Konsumen industri merupakan pembeli-pembeli yang menggunakan daging untuk &lt;br /&gt;diolah kembali menjadi produk lain dan dijual lagi guna mendapatkan laba. &lt;br /&gt;Konsumen ini terutama meliputi: hotel dan restauran dan yang jumlahnya semakin &lt;br /&gt;meningkat &lt;br /&gt;Adapun mengenai tata niaga daging di negara kita diatur dalam inpres nomor 4 &lt;br /&gt;tahun 1985 mengenai kebijakansanakan kelancaran arus barang untuk menunjang &lt;br /&gt;kegiatan ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia terdapat 3 organisasi yang bertindak seperti pemasok daging yaitu : &lt;br /&gt;a) KOPPHI (Koperasi Pemotongan Hewan Indonesia), yang mewakili pemasok produksi &lt;br /&gt;peternakan rakyat. &lt;br /&gt;b) APFINDO (Asosiasi Peternak Feedlot (penggemukan) Indonesia), yang mewakili &lt;br /&gt;peternak penggemukan c) ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. DAFTAR PUSTAKA 1. Abbas Siregar Djarijah. 1996, Usaha Ternak Sapi, &lt;br /&gt;Kanisius, Yogyakarta. 2. Yusni Bandini. 1997, Sapi Bali, Penebar Swadaya, &lt;br /&gt;Jakarta. 3. Teuku Nusyirwan Jacoeb dan Sayid Munandar. 1991, Petunjuk Teknis &lt;br /&gt;Pemeliharaan Sapi Potong, Direktorat Bina Produksi Peternaka 4. Direktorat &lt;br /&gt;Jenderal Peternakan Departemen Pertanian, Jakarta Undang Santosa. 1995, Tata &lt;br /&gt;Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi, Penebar Swadaya, Jakarta. 5. Lokakarya &lt;br /&gt;Nasional Manajemen Industri Peternakan. 24 Januari 1994,Program Magister &lt;br /&gt;Manajemen UGM, Yogyakarta. 6. Kohl, RL. and J.N. Uhl. 1986, Marketing of &lt;br /&gt;Agricultural Products, 5 th ed, Macmillan Publishing Co, New York. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. KONTAK HUBUNGAN 1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan - &lt;br /&gt;BAPPENAS &lt;br /&gt;Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829 2. Kantor &lt;br /&gt;Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan &lt;br /&gt;Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta &lt;br /&gt;10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: &lt;br /&gt;http://www.ristek.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-7175923335828473685?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/7175923335828473685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/cara-berternak-sapi-sapi-potong-bagian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/7175923335828473685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/7175923335828473685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/cara-berternak-sapi-sapi-potong-bagian.html' title='Cara Berternak Sapi SAPI POTONG bagian I'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-5819116487108386780</id><published>2008-10-14T19:25:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T21:36:59.395+07:00</updated><title type='text'>BUDIDAYA AYAM BURAS</title><content type='html'>A. SASARAN&lt;br /&gt;Meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan Ayam Buras sesuai dengan umur ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KELUARAN&lt;br /&gt;Ayam buras yang memiliki produktivitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;C. BAHAN DAN ALAT&lt;br /&gt;Bahan : Anak ayam, pakan, vaksin dan obat-obatan. Alat : Kandang, peralatan kandang dll.&lt;br /&gt;Alat : Kandang, peralatan kandang dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PEDOMAN TEKNIS&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan calon bibit dan pejantan yang baik adalah a), bibit harus sehat dan tidak cacat b). lincah dan gesit, c). penampilan tegap, d). mata bening dan bulat, e). rongga perut elastis, f). bulu halus dan mengkilap, g) produksi dan daya tetas tinggi, h) tidak mempunyai sifat kanibal, i). umur bibit antara 5-12 bulan, untuk pejantan antara umur 8-15 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Konstruksi Kandang&lt;br /&gt;a. Kandang sistem litter&lt;br /&gt;Kandang sistem ini digunakan untuk usaha skala besar (intensif), konstruksinya kokoh dan terbuat dari bahan-bahan yang kuat sehingga diharapkan dapat bertahan lama. Lantai kandang dipadatkan atau disemen dan diberi alas sekam setebal 5-10 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kandang bertingkat&lt;br /&gt;Kandang Sistem ini digunakan untuk pemeliharaan semi intensif. Ukuran kandang disesuaikan dengan kebutuhan, untuk kandang ukuran 2 x 5 m dapat menampung 40 ekor ayam berumur 2 - 3 bulan atau 30 ekor ayam dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Persyaratan Kandang&lt;br /&gt;Tempat kering, tidak mudah tergenang air, jauh dari keramaian, mempunyai ventilasi yang baik, sehat dan bersih, kokoh dan kuat serta cukup mendapat sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tempat Pakan&lt;br /&gt;Tempat kering, tidak mudah tergenang air, jauh dari keramaian, mempunyai ventilasi yang baik, sehat dan bersih, kokoh dan kuat serta cukup mendapat sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cara Pemberian Pakan&lt;br /&gt;a. Untuk anak ayam umur 1 - 6 hari (kutuk), pakan ditabur atau sediakan pada wadah yang mudah terjangkau, jenis pakan yang dipakai adalah ransum ayam ras starter (pakan komersial).&lt;br /&gt;b. Ayam umur 7 hari s/d 1 bulan dapat diberikan pakan campuran yaitu pakan ayam ras starter dicampur dengan katul dan dedak halus, dengan perbandingan 1: 1 atau jagung giling dan katul dengan perbandingan 2 : 1 dan dapat di tambah protein hewani.&lt;br /&gt;c. Ayam umur 2-4 bulan dan seterusnya, diberikan pakan campuran, dedak halus, jagung giling, dan pakan komersil dengan perbandingan 3:1:1 dan dapat di tambahan gabah, gaplek dan tepung ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pencegahan Penyakit&lt;br /&gt;Untuk mencegah penyakit tetelo (ND) dilakukan vaksinasi, pada umur 3-4 hari menggunakan vaksin Bl(melalui tetes mata atau hidung), diulangi setelah 3 minggu dengan vaksin Lasota dan kemudian setiap 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM PENETASAN AYAM BURAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. SASARAN&lt;br /&gt;Meningkatkan daya tetas telur dengan sangkar eraman tradisionil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KELUARAN&lt;br /&gt;Tingkat daya tetas telur 77,37 % dan kematian embriyo 16,64%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. BAHAN DAN ALAT&lt;br /&gt;Bahan : Sangkar bambu, bambu, kawat, paku, rumput kering&lt;br /&gt;Alat : Gergaji, pisau serut, palu, tang dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PEDOMAN TEKNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkar penetasan tradisional yang terbuat dan anyaman bambu berbentuk kerucut mempunyai daya tetas cukup tinggi dibandingkan dengan sistem tradisionil lainnya, demikian juga kematian embriyo lebih rendah dan suhu penetasan dalam sangkar pengeraman cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cara Pembuatan Sangkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potong bambu berdiameter 25 - 50 cm sepanjang 125 cm, 1/3 bagian potongan tersebut untuk dibuat sangkar, oleh karena itu memotongnya harus diatas ruas, sedangkan 2/3 bagian lainnya untuk tiang penyanggga.&lt;br /&gt;Sepertiga potongan bambu bagian atas dibelah-belah kecil kira-kira 1 - 1,5 cm, diraut atau dihaluskan, kemudian dianyam dengan belahan bambu tipis yang dimulai dari bagian ujung bawah belahan bambu tadi hingga berbentuk kerucut. Bagian ujung paling atas diikat dengan kawat tali agar anyamannya tidak terlepas.&lt;br /&gt;Setelah sangkar terbentuk kemudian diletakan di tempat yang aman dan jauh dari keramaian serta terhindar dari gangguan binatang.&lt;br /&gt;Bagian bawah sangkar tersebut diberi alas rumput kering atau jerami kering sebagai tempat diletakannya telur dan sekaligus sebagai tempat penetasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan sistem penetasan dengan menggunakan sangkar kerucut ini adalah daya tetas telur dapat mencapai 77,37%, kematian embriyo 16,64%, suhu maximum 102,27 °F dan suhu minimum 83,50 F. Hasil ini lebih baik bila dibandingkan dengan penetasan dengan meggunakan kotak kayu atau bahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELEKSI CALON INDUK AYAM BURAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. SASARAN&lt;br /&gt;Meningkatkan produktivitas ayam buras melalui pemilihan calon induk yang baik dan berproduksi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KELUARAN&lt;br /&gt;Teknik pemilihan calon induk yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PEDOMAN TEKNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pemilihan Calon Induk dan pejantan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Calon induk betina :&lt;br /&gt;- Ukuran tubuh besar&lt;br /&gt;- Sehat dan tidak cacat&lt;br /&gt;- Lincah dan gesit&lt;br /&gt;- Mata bening dan bulat&lt;br /&gt;- Rongga perut elastis&lt;br /&gt;- Produksi dan daya tetas telur tinggi&lt;br /&gt;- Tidak mempunyai sifat kanibal.&lt;br /&gt;- Bebas dari penyakit&lt;br /&gt;- Umur 5-12 bulan&lt;br /&gt;- Jarak tulang paha cukup lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Calon pejantan :&lt;br /&gt;- Sehat dan tidak cacat&lt;br /&gt;- Penampilan tegap&lt;br /&gt;- Bulu halus dan mengkilap&lt;br /&gt;- Tidak mempunyai sifat kanibal&lt;br /&gt;- Umur 8-24 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan betina dan jantan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan antara induk dan pejantan dapat disesuaikan dengan kondisi. Bila jantan berumur 8-12 bulan, perbandingannya yaitu 8-1 artinya 8 ekor betina dicampurkan dengan 1 ekor pejantan.&lt;br /&gt;Untuk jantan berumur 8-20 bulan, perbandingannya 10 : 1 artinya 10 ekor betina dicampurkan dengan 1 ekor pejantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATALAKSANA PEMELIHARAAN ANAK AYAM BURAS DENGAN KANDANG INDUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. SASARAN&lt;br /&gt;Meningkatkan produktivitas ayam buras melalui pemeliharaan tanpa induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KELUARAN&lt;br /&gt;Konstruksi kotak indukan dan persyaratannya, sebagai wadah pemeliharaan anak ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. BAHAN DAN PERALATAN&lt;br /&gt;Bahan : Bambu, ram kawat diameter 0,5 - 1 cm, paku, kunci, kayu balok, engsel, lampu minyak tanah (listrik) dll.&lt;br /&gt;Alat : Gergaji, palu, golok, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PEDOMAN TEKNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Konstruksi Kandang Indukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka kandang terbuat dari kayu kaso 5x7 dengan ukuruan disesuaikan dengan kebutuhan. Alas kandang terbuat dan ram kawat ukuruan 0,5 cm.&lt;br /&gt;Binding kandang terbuat dari bambu ukuran 1,5-2 cm, dengan jarak kerapatan antara bambu disesuaikan dengan kebutuhan, yang berfungsi juga sebagai ventilasi. Pintu kandang dibuat pada bagian atas kadang untuk memudahkan pada waktu memindahkan anak ayam. Untuk 30 ekor anak ayam, diperlukan ukuran 100x50x30 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cara Pemeliharaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak indukan sebelum dipergunakan dikapur terlebih dahulu, dan biarkan selama 3 hari untuk menghindarkan timbulnya bibit penyakit.&lt;br /&gt;Anak ayam (DOC) yang baru berumur 2-3 hari kemudian dimasukkan ke dalam kotak indukan.&lt;br /&gt;Untuk menghangatkan suhu di dalam kotak indukan diberi lampu listrik 10-15 watt, untuk anak ayam berumur 1-7 hari lampu di nyalakan siang malam, untuk anak ayam berumur 8-15 hari lampu dinyalakan malam hari saja, setelah umur 15 hari tidak diberi lampu pemanas, kecuali untuk penerangan malam hari.&lt;br /&gt;Pada waktu malam, hujan dan angin, kotak indukan ditutup dengan karung goni atau bahan lainnya supaya ayam terhmdar dan kedmginan atau stres.&lt;br /&gt;Tempat pakan dan air minum diletakkan di dalam kotak indukan, dan diletakan pada tempat yang mudah terjangkau..&lt;br /&gt;Kandang diusahakan selalu dalam keadaan bersih, misalnya dengan membersihkannya 2-5 kali dalam seminggu.&lt;br /&gt;Menempatkan kotak indukan harus di tempat bersih dan terang serta terhindar dari sinar matahari langsung, hujan, dan gangunan binatang, seperti ular, tikus dan kucing. Anak ayam dipelihara dalam kotak indukan hingga umur 6 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cara Pemberian Pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam berumur 1-7 hari diberikan makanan ransum ayam ras starter (sama dengan ayam ras). Ayam berumur 2-4 minggu diberikan pakan campuran ransum ras starter ditambah katul, dedak halus, atau jagung giling halus dengan perbandingan 2 : 1 ditambah sumber protein.&lt;br /&gt;Ayam berumur 1 - 2 bulan diberikan pakan dedak, nasi jagung giling, dan lain sebagainya dan diberikan pada pagi hari.&lt;br /&gt;Air minum disediakan setiap saat, untuk anak ayam berumur 2 hari air minumnya ditambah gula pasir dengan perbandmgan 1 liter air dengan 1 sendok gula, sedangkan untuk anak ayam berumur 2-7 hari minumnya dicampur dengan Vitachik (obat anti stres).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pencegahan/Pengobatan Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ND (tetelo), dengan vaksinasi melalui tetes mata atau hidung pada anak ayam umur 3-4 hari, umur 3 minggu dan setiap 3 bulan secara teratur, peralatan dan kandang dijaga supaya tetapbersih..&lt;br /&gt;Vaksinasi pertama ayam umur 3-4 hari dengan vaksin Bl, diulangi setelah 3 minggu dengan vaksin Lasota dan kemudian setiap 3 bulan.&lt;br /&gt;Penyakit cacar ayam, dengan memberikan vaksinasi, mencungkil kutil-kutil dengan gunting dan diolesi dengan yodium tintur, atau obat anti infeksi dan cuci hamakan kandang.&lt;br /&gt;Penyakit kolera ayam, dengan memberikan obat sulfa atau teramisin yang dapat dibeli di Poultry shop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM PERKANDANGAN AYAM BURAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. SASARAN&lt;br /&gt;Menciptakan bentuk kandang yang sesuai dengan kondisi ayam, sehingga produktivitasnya meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KELUARAN&lt;br /&gt;Konstruksi dan persyaratan kandang sebagai sarana perkembang-biakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. BAHAN DAN ALAT&lt;br /&gt;Bahan : Kayu balok, bambu, kawat, paku, atap, pasir, semen, dll.&lt;br /&gt;Alat : Palu, gergaji, golok, kuas, obeng, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PEDOMAN TEKNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bentuk Kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kandang umumnya ada dua yaitu kandang sistem litter dan kandang panggung atau bertingkat. Kandang sistem litter biasanya digunakan untuk usaha skala besar (intensif), lantai kandang dipadatkan atau disemen dan diberi alas sekam padi setebal 5-10 cm. Kandang sistem panggung (semi intensif) banyak dipergunakan terutama di daerah padat penduduk atau karena keterbatasan lahan. Pada sistem kandang mi biasanya disediakan halaman yang dikelilingi pagar (rens) sebagai tempat bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ukuran Kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuran kandang dapat disesuaikan dengan kondisi dan tersedianya bahan serta biaya. Ukuran kandang 2 x 5 m dapat menampung 40 ekor anak ayam buras berumur 2-3 bulan, atau 30 ekor ayam dewasa. Pagar keliling dapat disesuaikan menurut luas kandang atau luas tanah yang tersedia. Luas kandang 2 x 5 m, ukuran pagar keliling cukup 6 x 10m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kolong Kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolong kandang perlu dibuatkan lubang untuk menampung kotoran ayam agar kotoran ayam tidak tercecer. Manfaat kotoran adalah sebagai pupuk kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Persyaratan Kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- tempat kering, sehat, bersih dan tidak mudah tergenang air&lt;br /&gt;- jauh dari keramaian&lt;br /&gt;- mempunyai ventilasi yang baik&lt;br /&gt;- kokoh dan kuat&lt;br /&gt;- cukup mendapat sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Peralatan Kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pakan dan air minum&lt;br /&gt;Tempat pakan dan air minum diusahakan terbuat dari bahan yang tidak berkarat, seperti papan, belahan bambu, plastik atau belahan paralon.&lt;br /&gt;Tempat pakan dibuat berbentuk V akan lebih efisien, karena makanan terkumpul di bagian bawah sehingga ternak sulit untuk mencakarnya.&lt;br /&gt;Penempatan tempat air minum untuk sistem intensif hams di dalam kandang dan berada kira-kira 10 cm di atas permukaan lantai, sedangkan sistem semi intensif penempatan pakan atau air minum dapat diletakan di dalam atau di halaman kandang asalkan tidak terkena air hujan atau sinar matahari langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBERIAN PAKAN CAMPURAN PADA AYAM BURAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. SASARAN&lt;br /&gt;Menciptakan formula pakan yang mengandung zat nutrisi dengan memanfaatkan bahan pakan yang murah dan mudah didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KELUARAN&lt;br /&gt;Formula pakan yang berprotein dan di senangi ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. BAHAN DAN ALAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan : Ayam, ransum, bahan pakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat : Kandang dan Perlengkapan kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Susunan Ransum Ayam Buras Periode Produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ransum campuran yang terdiri dari 3 bagian ransum komersial, 6 bagian dedak halus dan 4 bagian jagung giling ditambah grit dan vitamin B-12 (sistem intensif).&lt;br /&gt;Ransum campuran yang terdiri dari 1 bagian ransum komersial, 4 bagian dedak halus dan 3 bagian jagung giling ditambah grit dan hijauan.&lt;br /&gt;Ransum dengan campuran 3 bagian ransum komersial, 4 bagian dedak halus dan 3 bagian jagung giling terutama sistem pemeliharaan dalam kandang sistem baterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan ransum ayam buras betina dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ransum ayam buras betina dewasa untuk 100 kg adalah sebagai berikut : jagung giling 28,2 kg, dedak halus 58,5 kg, tepung ikan 6,3 kg, tepung kapur 6,5 kg, garam 0,2 kg dan premix A 0,3 kg. Kandungan zat nutrisi tersebut diatas adalah protein kasar 15%; dan energi metabolis 2.312kkal/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Susunan Ransum Ayam Dara Umur 12-20 Minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 4 jenis ransum ayam buras. Salah satunya diantaranya adalah sebagai berikut: jagung giling 41 kg, dedak halus 53 kg, tepung ikan 2 kg, bungkil kedelai 0,9 kg, tepung tulang 0,8 kg, tepung kapur 1,75 kg, premix A 0,25 kg, garam 0,2 kg dan lisin 0,1 kg.&lt;br /&gt;Kandungan zat nutrisi ransum ayam dara adalah sebagai berikut : protein kasar 10-14% , energi metabolis 2.700 kkal/kg ransum, lemak 5-7%, serat kasar 9-10%, Kalsium (Ca) 1-1,2% dan fospor ( P) 0,28 -0,95%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ransum Anak Ayam Umur 1 Hari-12 Minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagung giling 36 kg; dedak halus 45 kg, bungkil kelapa 9 kg, bungkil kedelai 7 kg, tepung kapur 2,5 kg, premix A 0,2 kg, garam 0,2 kg dan lisin 0,03 kg. Kandungan zat nutrisi ransum anak ayam muda adalah : protein kasar 14-15%, energi metabolis 2.300-2.900 kkal/kg ransum, lemak 5-8 %, serat kasar 6,7%, kalsium (Ca) 1-2,5% dan fospor (P) 0,9-1,5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PEDOMAN TEKNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cara Pencampuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencampuran sebaiknya dilakukan secara bertahap. Apabila ayam yang dipelihara jumlahnya sedikit , maka pencampuran ransum sebaiknya dilakukan untuk kebutuhan 1 minggu atau cukup membuat campuran ransum untuk 10 kg. Tujuannya adalah untuk menghindari agar makanan tidak berjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cara Pemberian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian ransum untuk ayam dewasa dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore. Kebutuhan ransumnya berkisar 70-100 gram/ekor/hari. Bila perlu diberikan pakan tambahan berupa hijauan atau sayuran. Untuk anak ayam umur 1 hari sampai 12 minggu ransum dan air minum harus tersedia setiap saat dan tidak terbatas jumlahnya. Pemberian ransum pada anak ayam muda sebaiknya 3-4 kali sehari. Hindari pemberian ransum yang berlebihan agar ransum tidak terbuang dan berjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tempat Pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ayam sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak berkarat seperti bambu atau paralon yang dibelah, belahan bambu ini hanya masuk kepala ayam agar ransum tidak dicakar dan tumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSEMINASI BUATAN PADA AYAM BURAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. SASARAN&lt;br /&gt;Meningkatkan produktivitas ayam buras melalui seleksi pejantan dan induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KELUARAN&lt;br /&gt;Ayam buras yang memiliki kemampuan berproduksi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. BAHAN DAN ALAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan : Ayam buras jantan dan betina dewasa, kandang, bahan pengencer NaCl fisiologis (NaCl 0,0% infuse, dextrose 5% + NaCl 0,9% infuse), laming telur, air kelapa inuda, anti biotik (penisilm/strepmycin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat : Suntikan (tanpa jarum), tabling penyedot, tabling gelas, termos kecil dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PEDOMAN TEKNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penyiapan ayam pejantan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pilih ayam pejantan sehat berumur antara 12-30 bulan tidak cacat tubuh berasal dari keturunan induk yang berproduksi tinggi dan nafsu kawionya baik.&lt;br /&gt;- Dikaridangkan teipisah pada kondisi yang nyaman&lt;br /&gt;Sebelum pengambilan sperma, ayam pejantan sebaiknya dipuasakaii 4-6 jam sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Penyiapan ayam pejantan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ayam pejantan diapit diantara lengan dan badan, kemudian lakukan rangsangan dengan cara mengurut berulangkali pada bagian punggung, yaitu dari pangkal leher sampai bagian pangkal ekor.&lt;br /&gt;- Dengan rangsangan tersebut ayam akan ereksi, ditandai dengan meregangnya bulu ekor ke atas dan mencuatnya alat kelamin (penis) ke permukaan kloaka.&lt;br /&gt;- Pada saat yang bersamaan tekan bagian bawah ekor dan alat kelamin akan mengeluarkan sperma berwarna putih agak kental.&lt;br /&gt;- Cairan sperma segera ditampung dengan alat suntik (tanpa jarum) yang diberi selang plastik kecil, atau dengan tabung penyedot.&lt;br /&gt;- Penampungan sperma bisa dilakukan 2 kali setiap 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengenceran sperma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Setiap ekor pejantan dapat menghasilkan rata-rata 0,30 ml sperma (0,20-0,50 ml).&lt;br /&gt;- Sperma bisa disuntikan langsung ke ayam betina (tanpa diencerkan) dengan dosis 0,02-0,03 ml menggunakan suntikan (sirynge).&lt;br /&gt;- Pengencer sperma dapat digunakan cairan garam fisiologis infuse (NaCl 0,9% dalam aquades, atau ringers infuse, dextrose 5% + NaCl 0,9% infuse).&lt;br /&gt;- Pengencer sperma dapat dibuat pula campuran fisiologis infuse + kuning telur dengan perbandingan 4:1.&lt;br /&gt;- Selain itu pengencer dapat dibuat dari campuran air kelapa muda + kuning telur dengan perbandingan 4:1.&lt;br /&gt;- Pengenceran sperma dilakukan dengan perbandingan 1 : 10 (1 bagian sperma : 10 bagian pengencer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pelaksanaan Inseminasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ayam betina yang akan disuntik (di inseminasi) harus dalam keadaan sedang bertelur atau pada masa bertelur&lt;br /&gt;- Penyuntikan (inseminasi) pada ayam ada 2 metode yaitu metode intra vaginal dan metode intra uterine.&lt;br /&gt;- Metode intra vaginal artinya sperma disuntikkan ke dalam vagina (alat kelamin betina) dengan kedalaman ± 3 cm&lt;br /&gt;- Metode intra uterine, artinya sperma disuntikkan ke bagian uterus dengan kedalaman 7-8 cm.&lt;br /&gt;- Sperma yang sudah diencerkan dimasukkan ke dalam alat suntik (sirynge) kecil, dosis sperma yang disuntikkan 0,02-0,03 ml. (± 300 juta sperma).&lt;br /&gt;- Usahakan agar ayam betina yang sudah disuntik tidak mengalami stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-5819116487108386780?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/5819116487108386780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/budidaya-ayam-buras.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/5819116487108386780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/5819116487108386780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/10/budidaya-ayam-buras.html' title='BUDIDAYA AYAM BURAS'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-2862298618388381538</id><published>2008-09-05T19:18:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T21:42:09.115+07:00</updated><title type='text'>atasi penyakit kambing</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Ternak kambing merupakan ternak yang umum dipelihara di pedesaan. Masalah&lt;br /&gt;yang sering dijumpai adalah serangan penyakit yang sangat merugikan peternak&lt;br /&gt;karena dapat menghambat pertumbuhan, reproduksi bahkan kematian ternak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi peternak di pedesaan untuk mengobati ternak yang sakit wring mengalami&lt;br /&gt;kesulitan, karma jauh dari kota ( toko obat ) dan harga obat yang terlalu mahal&lt;br /&gt;sehingga sulit terjangkau oleh peternak. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicari&lt;br /&gt;alternatif lain yaitu dengan menggunakan obat tradisional yang ada dan dapat&lt;br /&gt;dilakukan peternak serta harganya murah. Namun demikian usaha pencegahan juga&lt;br /&gt;perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan ternak dan lingkungannya, pemberian&lt;br /&gt;pakan yang cukup (kualitas dan kuantitas), bersih dan tidak beracun.&lt;br /&gt;Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing dan dapat diobati secara&lt;br /&gt;tradisional diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. SCABIES (KUDIS)&lt;br /&gt;Penyebab:&lt;br /&gt;Parasit yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan&lt;br /&gt;ternak tidak pernah dimandikan.&lt;br /&gt;Tanda- tanda:&lt;br /&gt;- Kerak - kerak pada permukaan kulit&lt;br /&gt;- Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis&lt;br /&gt;- Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku&lt;br /&gt;Pengobatan :&lt;br /&gt;Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan sabun sampai&lt;br /&gt;bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati dengan&lt;br /&gt;menggunakan:&lt;br /&gt;1. Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian&lt;br /&gt;dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit.&lt;br /&gt;2. Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada&lt;br /&gt;bagian kulit yang sakit.&lt;br /&gt;3. Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan&lt;br /&gt;pada bagian kulit yang sakit.&lt;br /&gt;Pencegahan:&lt;br /&gt;- Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang&lt;br /&gt;sehat.&lt;br /&gt;- Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis&lt;br /&gt;- Mandikan ternak dua minggu sekali.&lt;br /&gt;- Bersihkan kandang seminggu sekali.&lt;br /&gt;2. BELATUNGAN ( MYASIS )&lt;br /&gt;Penyebab:&lt;br /&gt;Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembang&lt;br /&gt;biak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung.&lt;br /&gt;Tanda-tanda:&lt;br /&gt;- Adanya belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka&lt;br /&gt;- Bila belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.&lt;br /&gt;Pengobatan:&lt;br /&gt;- Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan&lt;br /&gt;kamper/kapur barus atau tembakau.&lt;br /&gt;- Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka&lt;br /&gt;baru atau kotoran.&lt;br /&gt;- Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus&lt;br /&gt;kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.&lt;br /&gt;- Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai&lt;br /&gt;untuk mempercepat pertumbuhan.&lt;br /&gt;3. CACINGAN&lt;br /&gt;Penyebab:&lt;br /&gt;Bermacam-macam cacing terjadi karena kandang yang kotor atau padang&lt;br /&gt;pengembalaan yang kotor.&lt;br /&gt;Tanda-tanda:&lt;br /&gt;- Kurus, bulu agak berdiri dan tidak mengkilap&lt;br /&gt;- Sembelit atau mencret&lt;br /&gt;- Lesu dan pucat&lt;br /&gt;- Daerah rahang terlihat membengkak&lt;br /&gt;- Mati mendadak&lt;br /&gt;Pengobatan:&lt;br /&gt;1. Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat dikepal-kepal&lt;br /&gt;kemudian dipaksakan untuk dimakan ternak. Ternak dianjurkan untuk&lt;br /&gt;dipuasakan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;2. Daun kelor yang tua dibakar, kemudian debunya dicampur air dan&lt;br /&gt;diminumkan. Pengobatan diulangi satu minggu kemudian.&lt;br /&gt;Pencegahan:&lt;br /&gt;- Kandang dibuat panggung dan bersih&lt;br /&gt;- Pengaritan rumput setelah panas yaitu pada jam 12.00-15.00 atau&lt;br /&gt;pengembalaan ternak pada siang hari jam 10.00-15.00.&lt;br /&gt;- Jangan menggembalakan ternak pada daerah rawa, sungai dan sawah.&lt;br /&gt;4. KERACUNAN TANAMAN&lt;br /&gt;Penyebab:&lt;br /&gt;- Ternak memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung&lt;br /&gt;zat racun.&lt;br /&gt;Tanda-tanda:&lt;br /&gt;- Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir,&lt;br /&gt;pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan.&lt;br /&gt;Pengobatan:&lt;br /&gt;- Cekoklah ternak dengan air kelapa muda.&lt;br /&gt;Pencegahan:&lt;br /&gt;- Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan ternak di&lt;br /&gt;daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun.&lt;br /&gt;Sumber : Kumpulan peragaan dalam rangka Penelitian Ternak Kambing dan&lt;br /&gt;domba di pedesaan, Balitnak, Ciawi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-2862298618388381538?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/2862298618388381538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/09/atasi-penyakit-kambing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/2862298618388381538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/2862298618388381538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/09/atasi-penyakit-kambing.html' title='atasi penyakit kambing'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-4077479323435349334</id><published>2008-09-05T19:12:00.001+07:00</published><updated>2008-11-29T08:45:37.141+07:00</updated><title type='text'>atasi serangan mereks pada ternak ayam</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebutan penyakit Mareks diberikan sebagai penghargaan kepada seseorang yang pertama kali mengadakan penelitian tentang sesuatu penyakit. Pada tahun 1907 orang yang bernama Marex Polyneuritis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;yakni suatu penyakit yang pada umumnya menyerang syaraf. Pemberian nama suatu penyakit yang berorientasi pada syaraf berubah-ubah tergantung kepada para ahli yang menelitinya, ada yang menyebut : Range paralysis Fowl paralysis atau Neuro Lymphomatasis dan yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan : Avian Reucosis Hasil penelitian Calnek dan Witter (1972), penyakit mareks dikeluarkan dari kelompok Avian Leucosis Complex. Sedangkan di Indonesia penyakit semacam ini dikenal dengan sebutan penyakit mareks atau marex. Dengan semakin majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, khususnya peternak unggas, maka petani peternak unggas di Indonesia tidak ketinggalan dari masalah penyakit mareks ini. Penyakit ini dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar di kalangan petani peternak unggas, baik yang memelihara sambilan maupun berskala besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di Indonesia adanya penyakit mareks baru pertama kali dilaporkan oleh de Boer dan Djaenudin pada tahun 1949 (&lt;b&gt;Sofyan SD&lt;/b&gt;, 1980). Aetiologi atau penyebab penyakit mareks ini adalah virus DNA. Penyakit ini dapat menyerang semua jenis ternak unggas. Pada ayam, penyakit mareks menyerang ayam-ayam umur muda, setelah ayam berumur 3 minggu atau berkisar 1 sampai dengan 4 bulan. Sedangkan pada ayam dewasa jarang sekali dijumpai. Penyakit mareks tersebar di seluruh dunia, baik yang beriklim tropis mupun sub tropis, termasuk di Indonesia. Apabila ayam terinfeksi oleh virus mareks, maka virus ini akan masuk melalui kulit ke dalam tubuh ayam dan biasanya melalui kulit-kulit yang kotor oleh debu atau kotoran lainnya, terutama debu-debu kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah kandang diusahain harus selalu bersih dari debu-debu dan bulu-blulu bekas pada saat molting. Tanda-tanda penyakit mareks adalah : pincang, lumpuh pada sayap atau leher, kadang-kadang matanya menjadi buta dan kelumpuhan pada kaki yang ditandai dengan satu kaki menghadap ke depan dan satunya menghadap ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit mareks mempunyai empat macam  bentuk dan dapat digolongkan berdasarkan organ-organ yang terserang  yaitu :Tanda-tanda dari penyakit tipe ini  adalah jengger pucat, kelumpuhan (paralyse) pada sayap dan kaki yang dapat dilihat pada sayap yang jatuh dan inkordinasi dari kaki-kaki dimana satu terenggang ke depan yang satunya ke belakang atau sebaliknya. Penyakit tipe ini, organ-organ yang terserang adalah hati (hepar), ginjal, testis, ovarium dan lympha (lien). Warna organ-organ tersebut berubah menjadi pucat dan pada hati terjadi pembesaran dua sampai empat kali dari keadaan normal dan banyak dijumpai pula tumor-tumor. Tipe ini ditandai dengan kebutaan pada  mata atau iris (conjunktiva) dan maka akan berwarna kelabu  seperti mutiara. Tipe ini ditandai adanya tumor-tumor  di bawah kulit (sub cutan) dan otot-otot (musculus).  Untuk mendiagnosa apakah benar penyakit yang terjadi pada ayam benar-benar penyakit mareks, kita dasarkan pada gejala klinis dan pemerikasaan laboratoris. Pada kenyataannya sering kita jumpai bahwa penyakit Avian Leucosis Complex dikaburkan dengan penyakit mareks. Pada penyakit ini tanda-tanda klinis hampir sama dengan mareks, akan tetapi biasanya penyakit tersebut sering menyerang pada ayam yang berumur empat sampai lima bulan. Oleh karena itu peternak harus lebih berhati-hati dalam mendiagnosa penyakit mareks ini, dan untuk lebih meyakinkanperlu diadakan pemerikasaan laboratoris. Apakah faktor prediksi atau predisposisi dari penyakit mareks? Faktor yang mendorong berjangkitnya  penyakit mareks pada ayam antara lain :  Perkandangan. Kandang yang  kurang bersih, berdebu dan lembab mendorong berjangkitnya mareks.Pemeliharaan. Pola  pencampuran ayam muda dengan ayam dewasa (tidak seragam umurnya). Ayam yang stress  mudah terserang penyakit   Adanya Penyakit lain. IBD  dan beberapa penyakit lain yang menurunkan kekebalan berpotensi  terserang mareks.  aktor genetis. Kekebalan induk yang diturunkan kepada anaknya berbeda. Kadang ada jenis ayam yang mempunyai kekebalan yang lebih tinggi dibandingkan jenis lain. Untuk mencegah penyebaran mareks tindakan yang harus dilakukan adalah melakukan desinfeksi kandang dan peralatannya, mengontrol penyebaran penyakit dan meminimalisir ternak kontak langsung dengan manusia. Mengingat mareks dapat menimbulkan kematian ayam 30-60%, maka dari sisi ekonomi kerugian yang ditimbulkan cukup tinggi.&lt;br /&gt;Sumber www.poultryindonesia.com  dimodifikasi oleh Abror Yudi Prabowo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-4077479323435349334?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/4077479323435349334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/09/atasi-serangan-mereks-pada-ternak-ayam.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4077479323435349334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/4077479323435349334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/09/atasi-serangan-mereks-pada-ternak-ayam.html' title='atasi serangan mereks pada ternak ayam'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-6279411809751675730</id><published>2008-08-29T17:20:00.006+07:00</published><updated>2009-11-15T00:21:08.533+07:00</updated><title type='text'>pakan ikan</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt;Di Indonesia belum ada jenis-jenis usaha yang menghasilkan bibit pakan ikan alami dari hasil kultur murni. Bibit-bibit pakan ikan alami umumnya merupakan hasil percobaan di laboratorium yang sifatnya sekedar untuk memenuhi kebutuhan penelitian. Dalam bidang produksi pakan ikan alami, masih terdapat kesenjangan yang cukup tajam dalam hal ketersediaan teknologi dengan penggunanya, khususnya petani ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:982127114;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:784385770 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagi masyarakat awam tidak mudah untuk memproduksi pakan ikan alami, tetapi juga bukan merupakan pekerjaan yang sulit. Persoalannya terletak pada sarana dan prasarana yang tergolong cukup mahal untuk ukuran ekonomi pedesaan dan dalam pengoperasiannya memerlukan keahlian khusus.&lt;br /&gt;2. SENTRA PERIKANAN&lt;br /&gt;Selama ini produksi pakan ikan alami dilakukan oleh pengusaha pembenihan ikan/udang dalam satu unit pembenihan, atau oleh Balai Budidaya milik Pemerintah. Sementara ini sentra produksi pakan ikan buatan berada di Jawa.&lt;br /&gt;3. JENIS&lt;br /&gt;1. Pakan Alami&lt;br /&gt;Jenis-jenis makanan alami yang dimakan ikan sangat beragam, tergantung pada jenis ikan dan tingkat umurnya. Beberapa jenis pakan alami yang dibudidayakan adalah : (a) Chlorella; (b) Tetraselmis; (c) Dunaliella; (d) Diatomae; (e) Spirulina; (f) Brachionus; (g) Artemia; (h) Infusoria; (i) Kutu Air; (j) Jentik-jentik Nyamuk; (k) Cacing Tubifex/Cacing Rambut; dan (l) Ulat Hongkong&lt;br /&gt;2. Pakan Buatan&lt;br /&gt;Bentuk pakan buatan ditentukan oleh kebiasaan makan ikan.&lt;br /&gt;1. Larutan, digunakan sebagai pakan burayak ikan dan udang (berumur 2-30 hari). Larutan ada 2 macam, yaitu : (1) Emulsi, bahan yang terlarut menyatu dengan air pelarutnya; (2) Suspensi, bahan yang terlarut tidak menyatu dengan air pelarutnya.&lt;br /&gt;2. Tepung halus, digunakan sebagai pakan benih (berumur 20-40 hari). Tepung halus diperoleh dari remah yang dihancurkan.&lt;br /&gt;3. Tepung kasar, digunakan sebagai pakan benih gelondongan (berumur 40-80 hari). Tepung kasar juga diperoleh dari remah yang dihancurkan.&lt;br /&gt;4. Remah, digunakan sebagai pakan gelondongan besar/ikan tanggung (berumur 80-120 hari). Remah berasal dari pellet yang dihancurkan menjadi butiran kasar.&lt;br /&gt;5. Pellet, digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat &gt; 60-75 gram dan berumur &gt; 120 hari.&lt;br /&gt;6. Waver, berasal dari emulsi yang dihamparkan di atas alas aluminium atau seng dan dkeringkan, kemudian diremas- remas.&lt;br /&gt;4. MANFAAT&lt;br /&gt;1. Sebagai bahan pakan ikan, udang, atau hasil perikanan lainnya, baik dalam bentuk bibit maupun dewasa.&lt;br /&gt;2. Phytoplankton juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami pada budidaya zooplankton.&lt;br /&gt;3. Ulat Hongkong dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan hias, yang dapat mencermelangkan kulitnya.&lt;br /&gt;4. Pakan buatan dapat melengkapi keberadaan pakan alami, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas.&lt;br /&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;br /&gt;1. Chlorella: salinitas 0-35 ppt dan yang optimal pada 10-20 ppt, kisaran suhu optimal 25-30°C dan maksimum pada 40 ° C.&lt;br /&gt;2. Tetraselmis: salinitas 15-36 ppt dan kisaran suhu 15-35 °C.&lt;br /&gt;3. Dunaliella: salinitas optimum 18-22 % NaCl, untuk produksi carotenoid &gt; 27% NaCl, dan masih bertahan pada 31% NaCl; suhu optimal 20-40 ° C, pH optimal 9 dan bertahan pada pH 11.&lt;br /&gt;4. Diatomae: suhu optimal 21-28 ° C dan intensitas cahaya 1000 luks.&lt;br /&gt;5. Spirulina: pH optimal 7,2-9,5 dan maksimal 11; suhu optimal 25-35 ° C; tahan kadar garam tinggi, yaitu sampai dengan 85 gram /liter.&lt;br /&gt;6. Brachionus: suhu optimal untuk pertumbuhan dan reproduksi adalah 22-30 ° C; salinitas optimal 10-35 ppt, yang betina dapat tahan sampai 98 ppt; kisaran pH antara 5-10 dengan pH optimal 7,5-8.&lt;br /&gt;7. Artemia: kisaran suhu 25-30 ° C dan untuk Artemia kering -273-100 ° C; kadar garam optimal 30-50 ppt, untuk menghasilkan kista: 100 permil; kandungan O2 optimal adalah &gt;3 mg/liter dengan kisaran 1 mg/liter sampai tingkat kejenuhannya 100 %; pH optimal adalah 7,5-8,5 dan kadar amonia yang baik &lt;&gt;&lt;br /&gt;8. Kutu Air: suhu optimal 22-31 ° C, dan pH optimal 6,6-7,4.&lt;br /&gt;9. Cacing Tubifex: cacing tubifex menyukai perairan yang berlumpur dan banyak mengandung bahan organik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-6279411809751675730?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/6279411809751675730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/08/pakan-ikan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6279411809751675730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6279411809751675730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/08/pakan-ikan.html' title='pakan ikan'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-6700039355544821742</id><published>2008-08-29T17:13:00.005+07:00</published><updated>2008-11-29T08:51:41.152+07:00</updated><title type='text'>tenak ikan nila</title><content type='html'>&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p  {mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:746805661;  mso-list-template-ids:1601234570;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level3  {mso-level-tab-stop:108.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level4  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:144.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Wingdings;} @list l1  {mso-list-id:928654362;  mso-list-template-ids:-2033792016;} @list l1:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l1:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l1:level3  {mso-level-tab-stop:108.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l1:level4  {mso-level-tab-stop:144.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l1:level5  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:180.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Wingdings;} @list l2  {mso-list-id:996154482;  mso-list-template-ids:-165625892;} @list l2:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l2:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l2:level3  {mso-level-tab-stop:108.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l3  {mso-list-id:1041050281;  mso-list-template-ids:-1122828406;} @list l3:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l4  {mso-list-id:1837526260;  mso-list-template-ids:832050938;} @list l4:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l5  {mso-list-id:1926919849;  mso-list-template-ids:48419582;} @list l5:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6  {mso-list-id:1936817315;  mso-list-template-ids:-2111167194;} @list l6:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6:level3  {mso-level-tab-stop:108.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6:level4  {mso-level-tab-stop:144.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6:level5  {mso-level-tab-stop:180.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6:level6  {mso-level-tab-stop:216.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6:level7  {mso-level-tab-stop:252.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l7  {mso-list-id:2129347379;  mso-list-template-ids:-1687111714;} @list l7:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l6:level5 lfo3  {mso-level-start-at:0;  mso-level-number-format:bullet;  mso-level-numbering:continue;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:180.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Wingdings;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;BUDIDAYA IKAN NILA&lt;br /&gt;( Oreochromis niloticus )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:158.25pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\MASTER\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" href="http://www.iptek.net.id/ind/warintek/GAMBAR/3a6.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SLfL7k1VDbI/AAAAAAAAAIM/F6j7Ks1X0aM/s1600-h/nila.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SLfL7k1VDbI/AAAAAAAAAIM/F6j7Ks1X0aM/s200/nila.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239880915828936114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. SEJARAH SINGKAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih kesamping dan warna putih kehitaman. Ikan nila berasal dari Sungal Nil dan danau-danau sekitarnya. Sekarang ikan ini telah tersebar ke negara-negara di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; benua yang beriklim tropis dan subtropis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan di wilayah yang beriklim dingin, ikan nila tidak dapat hidup baik Ikan nila disukai oleh berbagai bangsa karena dagingnya enak dan tebal seperti daging ikan akap merah. Bibit ikan didatangkan ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;adaptasi, barulah ikan ini disebarluaskan kepada petani di seluruh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Nila adalah nama khas &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt; secara resmi oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. Setelah melalui masa penelitian dan yang diberikan oleh Pemerintah melalui Direktur Jenderal Perikanan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. SENTRA PERIKANAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di Indonesia ikan nila telah dibudidayakan di seluruh propinsi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. JENIS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kelas : Osteichthyes&lt;br /&gt;Sub-kelas : Acanthoptherigii&lt;br /&gt;Crdo : Percomorphi&lt;br /&gt;Sub-ordo : Percoidea&lt;br /&gt;Famili : Cichlidae&lt;br /&gt;Genus : Oreochromis&lt;br /&gt;Spesies : Oreochromis niloticus.&lt;br /&gt;Terdapat 3 jenis nila yang dikenal, yaitu: nila biasa, nila merah (nirah) dan nila albino.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. MANFAAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebagai sumber penyediaan protein hewani. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tanah yang baik untuk kolam      pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah      tersebut dapat menahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;      air yang besar&lt;br /&gt;dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemiringan tanah yang baik      untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan      kolam secara gravitasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikan nila cocok dipelihara      di dataran rendah sampai agak tinggi (500 m dpl). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kualitas air untuk      pemeliharaan ikan nila harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak      tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kekeruhan      air yang disebabkan oleh pelumpuran akan memperlambat pertumbuhan ikan.      Lain halnya bila kekeruhan air disebabkan oleh adanya plankton. Air yang      kaya plankton dapat berwarna hijau kekuningan dan hijau kecokelatan karena      banyak mengandung Diatomae. Sedangkan plankton/alga biru kurang baik untuk      pertumbuhan ikan. Tingkat kecerahan air karena plankton harus dikendalikan      yang dapat diukur dengan alat yang disebut piring secchi (secchi disc).      Untuk di kolam dan tambak, angka kecerahan yang baik antara 20-35 cm. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Debit air untuk kolam air      tenang 8-15 liter/detik/ha. Kondisi perairan tenang dan bersih, karena      ikan nila tidak dapat berkembang biak dengan baik di air&lt;br /&gt;arus deras. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nilai keasaman air (pH)      tempat hidup ikan nila berkisar antara 6-8,5. Sedangkan keasaman air (pH)      yang optimal adalah antara 7-8. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suhu air yang optimal      berkisar antara 25-30 derajat C. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kadar garam air yang      disukai antara 0-35 per mil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyiapan Sarana dan      Peralatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kolam&lt;br /&gt;Sarana berupa kolam yang perlu disediakan dalam usaha budidaya ikan nila       tergantung dari sistim pemeliharaannya (sistim 1 kolam, 2 kolam dlsb).&lt;br /&gt;Adapun jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan nila antara       lain:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kolam pemeliharaan        induk/kolam pemijahan Kolam ini berfungsi sebagai kolam pemijahan, kolam        sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan        kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m 2 . Adapun syarat kolam pemijahan        adalah suhu air berkisar antara 20-22 derajat C; kedalaman air 40-60 cm;        dasar kolam sebaiknya berpasir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kolam pemeliharaan        benih/kolam pendederan&lt;br /&gt; Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam        antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama        pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada        saat benih ikan berukuran 3-5 cm.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kolam pembesaran&lt;br /&gt; Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan        membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya dalam        pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kolam pembesaran         tahap I berfungsi untuk memelihara benih ikan selepas dari kolam         pendederan. Kolam ini sebaiknya berjumlah antara&lt;br /&gt;  2-4 buah dengan luas maksimum 250-500 meter persegi/kolam. Pembesaran         tahap I ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab&lt;br /&gt;  benih ukuran ini memerlukan ruang yang luas. Setelah benih menjadi         gelondongan kecil maka benih memasuki pembesaran tahap kedua&lt;br /&gt;  atau langsung dijual kepada pera petani. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kolam pembesaran         tahap II berfungsi untuk memelihara benih gelondongan besar. Kolam         dapat berupa kolam tanah atau sawah.&lt;br /&gt;  Keramba apung juga dapat digunakan dengan mata jaring 1,25–1,5 cm.         Jumlah penebaran pembesaran tahap II sebaiknya tidak lebih dari 10         ekor/meter persegi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembesaran tahap         III berfungsi untuk membesarkan benih. Diperlukan kolam tanah antara         80-100 cm dengan luas 500-2.000 meter persegi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kolam/tempat        pemberokan&lt;br /&gt; Pembesaran ikan nila dapat pula dilakukan di jaring apung, berupa Hapa        berukuran 1 x 2 m sampai 2 x 3 m dengan kedalaman 75-100 cm. Ukuran hapa        dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain itu sawah yang sedang        diberokan dapat dipergunakan pula untuk pemijahan dan pemeliharaan benih        ikan nila. Sebelum digunakan petak sawah diperdalam dahulu agar dapat        menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1 - 1,5 m dengan        kedalaman 60-75 cm.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peralatan&lt;br /&gt;Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan nila       diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu       untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom       berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg), cangkul,       arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar       kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk       memanen/menangkap ikan nila antara lain adalah warring/scoopnet yang       halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5       cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus       (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan       telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan       telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih,       ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut       benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco       (untuk menangkap&lt;br /&gt;ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet       (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser&lt;br /&gt;(gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk       segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Persiapan Media&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk       pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam       menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah       pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk&lt;br /&gt;memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi,       diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing       dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk       buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10       gram/meter persegi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemilihan Bibit dan       Induk&lt;br /&gt;Ciri-ciri induk bibit nila yang unggul adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mampu memproduksi        benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pertumbuhannya        sangat cepat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sangat responsif        terhadap makanan buatan yang diberikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Resisten terhadap        serangan hama, parasit dan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dapat hidup dan        tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ukuran induk yang        baik untuk dipijahkan yaitu 120-180 gram lebih per ekor dan berumur        sekitar 4-5 bulan.&lt;br /&gt; Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah        sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Betina&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terdapat 3 buah          lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan          lubang urine.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ujung sirip          berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Warna perut lebih          putih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Warna dagu putih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika perut          distriping tidak mengeluarkan cairan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jantan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada alat          urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma          merangkap lubang urine.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ujung sirip          berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Warna perut lebih          gelap/kehitam-hitaman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Warna dagu          kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika perut          distriping mengeluarkan cairan.&lt;br /&gt;   Ikan nila sangat mudah kawin silang dan bertelur secara liar.          Akibatnya, kepadatan kolam meningkat. Disamping itu, ikan nila yang sedang          beranak lambat pertumbuhan sehingga diperlukan waktu yang lebih lama          agar dicapai ukuran untuk dikonsumsi yang diharapkan. Untuk mengatasi          kekurangan ikan nila di atas, maka dikembang metode kultur tunggal          kelamin (monoseks). Dalam metode ini benih jantan saja yang dipelihara          karena ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat dan ikan nila betina.          Ada empat cara untuk memproduksi benih ikan nila jantan yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara manual           (dipilih)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem           hibridisasi antarjenis tertentu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Merangsang           perubahan seks dengan hormon&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Teknik           penggunaan hormon seks jantan ada dua cara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perendaman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlakuan            hormon melalui pakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembenihan dan       Pemeliharaan Benih&lt;br /&gt;Pada usaha pembenihan, kegiatan yang dilakukan adalah :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memelihara dan        memijahkan induk ikan untuk menghasilkan burayak (anak ikan).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memelihara burayak        (mendeder) untuk menghasilkan benih ikan yang lebih besar. Usaha        pembenihan biasanya menghasilkan benih yang berbeda-beda ukurannya. Hal        ini berkaitan dengan lamanya pemeliharaan benih. Benih ikan nila yang        baru lepas dan mulut induknya disebut "benih kebul". Benih        yang berumur 2-3 minggu setelah menetas disebut benih kecil, yang        disebut juga putihan (Jawa Barat). Ukurannya 3-5 cm. Selanjutnya benih        kecil dipelihara di kolam lain atau di sawah. Setelah dipelihara selama        3-1 minggu akan dihasilkan benih berukuran 6 cm dengan berat 8-10        gram/ekor. Benih ini disebut gelondongan kecil. Benih nila merah.        Berumur 2-3 minggu, ukurannya ± 5 cm. Gelondongan kecil dipelihara di        tempat lain lagi selama 1- 1,5 bulan. Pada umur ini panjang benih telah        mencapai 10-12 cm dengan berat 15-20 gram. Benih ini disebut gelondongan        besar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemeliharaan       Pembesaran&lt;br /&gt;Dua minggu sebelum dan dipergunakan kolam harus dipersiapkan. Dasar kolam       dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan dan       dicangkul sambil diratakan. Tanggul dan pintu air diperbaiki jangan       sampai teriadi kebocoran. Saluran air diperbaiki agar jalan air lancar.       Dipasang saringan pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Tanah       dasar dikapur untuk memperbaiki pH tanah dan memberantas hamanya. Untuk       mi dipergunakan kapur tohor sebanyak 100-300 kg/ha (bila dipakai kapur       panas, Ca 0). Kalau dipakai kapur pertanian dosisnya 500-1.000 kg/ha.       Pupuk kandang ditabur dan diaduk dengan tanah dasar kolam. Dapat juga       pupuk kandang dionggokkan di depan pintu air pemasukan agar bila diairi       dapat tersebar merata. Dosis pupuk kandang 1-2 ton/ha. Setelah semuanya       siap, kolam diairi. Mula-mula sedalam 5-10 cm dan dibiarkan 2-3 hari agar       teriadi mineralisasi tanah dasar kolam.Lalu tambahkan air lagi sampai       kedalaman 80-100 cm. Kini kolam siap untuk ditebari induk ikan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemupukan&lt;br /&gt; Pemupukan dengan jenis pupuk organik, anorganik (Urea dan TSP), serta        kapur. Cara pemupukan dan dosis yang diterapkan sesuai dengan standar        yang ditentukan oleh dinas perikanan daerah setempat, sesuai dengan        tingkat kesuburan di tiap daerah. Beberapa hari sebelum penebaran benih        ikan, kolam harus dipersiapkan dahulu. Pematang dan pintu air kolam        diperbaiki, kemudian dasar kolam dicangkul dan diratakan. Setelah itu,        dasar kolam ditaburi kapur sebanyak 100-150 kg/ha. Pengapuran berfungsi        untuk menaikkan nilai pH kolam menjadi 7,0-8,0 dan juga dapat mencegah        serangan penyakit. Selanjutnya kolam diberi pupuk organik sebanyak        300-1.000 kg/ha. Pupuk Urea dan TSP juga diberikan sebanyak 50 kg/ha.        Urea dan TSP diberikan dengan dicampur terlebih dahulu dan ditebarkan        merata di dasar kolam. Selesai pemupukan kalam diairi sedalam 10 cm dan        dibiarkan 3-4 hari agar terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan        kapur dengan tanah. Han kelima air kolam ditambah sampai menjadi sedalam        50 cm. Setelah sehari semalam, air kolam tersebut ditebari benih ikan.        Pada saat itu fitoplankton mulai tumbuh yang ditandai dengan perubahan        warna air kolam menjadi kuning kehijauan. Di dasar kolam juga mulai        banyak terdapat organisme renik yang berupa kutu air, jentik-jentik        serangga, cacing, anak-anak siput dan sebagainya. Selama pemeliharaan        ikan, air kolam diatur sedalam 75- 100 cm. Pemupukan susulan harus        dilakukan 2 minggu sekali, yaitu pada saat makanan alami sudah mulai        habis. Pupuk susulan ini menggunakan pupuk organik sebanyak 500 kglha.        Pupuk itu dibagi menjadi empat dan masing-masing dimasukkan ke dalam        keranjang bambu. Kemudian keranjang diletakkan di dasar kolam, dua bush        di kin dan dua buah di sisi kanan aliran air masuk. Sedangkan yang dua        keranjang lagi diletakkan di sudut-sudut kolam. Urea dan TSP        masing-masing sebanyak 30 kg/ha diletakkan di dalam kantong plastik yang        diberi lubang-lubang kecil agar pupuk sedikit demi sedikit. Kantong pupuk        tersebut digantungkan sebatang bambu yang dipancangkan di dasar kolam.        Posisi ng terendam tetapi tidak sampai ke dasar kolam. Selain pukan        ulang. ikan nila juga harus tetap diberi dedak dan katul. pemupukan di        atas dapat dilakukan untuk kolam air tawar, payau atau sawah yang        diberakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemberian Pakan&lt;br /&gt; Pemupukan kolam telah merangsang tumbuhnya fitoplankton, zooplankton,        maupun binatang yang hidup di dasar, seperti cacing, siput,        jentik-jentik nyamuk dan chironomus (cuk). Semua itu dapat menjadi        makanan ikan nila. Namun, induk ikan nila juga masih perlu pakan        tambahan berupa pelet yang mengandung protein 30-40% dengan kandungan        lemak tidak lebih dan 3%. Pembentukan telur pada ikan memerlukan bahan        protein yang cukup di dalam pakannya. Perlu pula ditambahkan vitamin E        dan C yang berasal dan taoge dan daun-daunan/sayuran yang duris-iris.        Boleh juga diberi makan tumbuhan air seperti ganggeng (Hydrilla).        Banyaknya pelet sebagai pakan induk kira-kira 3% berat biomassa per han.        Agar diketahui berat bio massa maka diambil sampel 10 ekor ikan,        ditimbang, dan dirata-ratakan beratnya. Berat rata-rata yang diperoleh        dikalikan dengan jumlah seluruh ikan di dalam kolam. Misal, berat        rata-rata ikan 220 gram, jumlah ikan 90 ekor maka berat biomassa 220 x        90 = 19.800 g. Jumlah ransum per han 3% x 19.800 gram = 594 gram. Ransum        ini diberikan 2-3 kali sehari. Bahan pakan yang banyak mengandung lemak        seperti bungkil kacang dan bungkil kelapa tidak baik untuk induk ikan.        Apalagi kalau han tersebut sudah berbau tengik. Dedak halus dan bekatul        boleh diberikan sebagai pakan. Bahan pakan seperti itu juga berfungsi        untuk menambah kesuburan kolam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemeliharaan        Kolam/Tambak&lt;br /&gt; Sistem dan intensitas pemeliharaan ikan nila tergantung pada tempat        pemeliharaan dan input yang tersedia.Target produksi harus disesuaikan        dengan permintaan pasar. Biasanya konsumen menghendaki jumlah dan ukuran        ikan yang berbeda-beda. Intensitas usaha dibagi dalam tiga tingkat,        yaitu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem ekstenslf         (teknologi sederhana)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;ol start="3" type="1"&gt;&lt;ol start="3" type="1"&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem ekstensif          merupakan sistem pemeliharaan ikan yang belum berkembang. Input          produksinya sangat sederhana. Biasanya dilakukan di kolam air tawar.          Dapat pula dilakukan di sawah. Pengairan tergantung kepada musim          hujan. Kolam yang digunakan biasanya kolam pekarangan yang sempit.          Hasil ikannya hanya untuk konsumsi keluarga sendiri. Sistem          pemeliharaannya secara polikultur. Sistem ini telah dipopulerkan di          wilayah desa miskin. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemupukan tidak          diterapkan secara khusus. Ikan diberi pakan berupa bahan makanan yang          terbuang, seperti sisa-sisa dapur limbah&lt;br /&gt;   pertanian (dedak, bungkil kelapa dll.). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perkiraan          pemanenan tidak tentu. Ikan yang sudah agak besar dapat dipanen          sewaktu-waktu. Hasil pemeliharaan sistem ekstensif sebenar cukup          lumayan, karena pemanenannya bertahap. Untuk kolam herukuran 2 x 1 x 1          m ditebarkan benih ikan nila sebanyak 20 ruang berukuran 30 ekor.          Setelah 2 bulan diambil 10 ekor, dipelihara 3 bulan kemudian beranak,          demikian seterus. Total produksi sistem ini dapat mencapai 1.000          kg/ha/tahun 2 bln. Penggantian air kolam menggunakan air sumur.          Penggantian dilakukan seminggu sekali. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem         semi-Intensif (teknologi madya)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemeliharaan          semi-intensif dapat dilakukan di kolam, di tambak, di sawah, dan di          jaring apung. Pemeliharaan ini biasanya digunakan untuk pendederan.          Dalam sistem ini sudah dilakukan pemupukan dan pemberian pakan          tambahan yang teratur. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Prasarana berupa          saluran irigasi cukup baik sehingga kolam dapat berproduksi 2-3 kali          per tahun. Selain itu, penggantian air juga dapat&lt;br /&gt;   dilakukan secara rutin. Pemeliharaan ikan di sawah hanya membutuhkan          waktu 2-2,5 bulan karena bersamaan dengan tanaman padi atau sebagai          penyelang. OIeh karena itu, hasil ikan dan sawah ukurannya tak lebih          dari 50 gr. Itu pun kalau benih yang dipelihara sudah berupa benih          gelondongan besar. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Budi daya ikan          nila secara semi-intensif di kolam dapat dilakukan secara monokultur          maupun secara polikultur. Pada monokultur sebaiknya dipakai sistem          tunggal kelamin. Hal mi karena nila jantan lebih cepat tumbuh dan ikan          nila betina. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem          semi-intensif juga dapat dilakukan secara terpadu (intergrated),          artinya kolam ikan dikelola bersama dengan usaha tani lain maupun          dengan industri rumah tangga. Misal usaha ternak kambing, itik dan          sebagainya. Kandang dibuat di atas kolam agar kotoran ternak menjadi          pupuk untuk kolam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usaha tani          kangkung, genjer dan sayuran lainnya juga dapat dipelihara bersama          ikan nila. Limbah sayuran menjadi pupuk dan pakan tambahan bagi ikan.          Sedangkan lumpur yang kotor dan kolam ikan dapat menjadi pupuk bagi          kebun sayuran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usaha          huler/penggilingan padi mempunyai hasil sampingan berupa dedak dan          katul. Oleh karena itu, sebaiknya dibangun kolam ikan di&lt;br /&gt;   dekat penggilingan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hasil penelitian          Balai Penelitian Perikanan sistem integrated dapat menghasilkan ikan          sampai 5 ton atau lebih per 1 ha/tahun. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem intensif         (teknologi maju)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem          pemeliharaan intensif adalah sistem pemeliharaan ikan paling modern.          Produksi ikan tinggi sampai sangat tinggi disesuaikan dengankebutuhan          pasar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemeliharaan          dapat dilakukan di kolam atau tambak air payau dan pengairan yang          baik. Pergantian air dapat dilakukan sesering mungkin sesuai dengan          tingkat kepadatan ikan. Volume air yang diganti setiap hari sebanyak          20% atau bahkan lebih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada usaha          intensif, benih ikan nita yang dipelihara harus tunggal dain jantan          saja. Pakan yang diberikan juga harus bermutu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ransum hariannya          3% dan berat biomassa ikan per hari. makanan sebaiknya berupa pelet          yang berkadar protein 25-26%, lemak 6-8%. Pemberian pakan sebaiknya          dilakukan oleh teknisinya sendiri dapat diamati nafsu makan ikan-ikan          itu. Pakan yang diberikan knya habis dalam waktu 5 menit. Jika pakan          tidak habis dalam waktu 5 menit berarti ikan mendapat gangguan.          Gangguan itu berupa serangan penyakit, perubahan kualitas air, udara          panas, terlalu sering diberi pakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bebeasan (Notonecta)&lt;br /&gt;Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak       tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ucrit (Larva       cybister)&lt;br /&gt;Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit       diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kodok&lt;br /&gt;Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang       mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ular&lt;br /&gt;Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran       kolam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lingsang&lt;br /&gt;Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Burung&lt;br /&gt;Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.&lt;br /&gt;Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi&lt;br /&gt;rumbai-rumbai atau tali penghalang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit pada kulit&lt;br /&gt;Gejala: pada bagian tertentu berwarna merah, berubah warna dan tubuh       berlendir.&lt;br /&gt;Pengendalian: &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;direndam dalam        larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2        gram/10 liter air, pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;direndam dalam        Negovon (kalium permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5 %. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit pada insang&lt;br /&gt;Gejala: tutup insang bengkak, Lembar insang pucat/keputihan.&lt;br /&gt;Pengendalian: sama dengan di atas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit pada organ       dalam&lt;br /&gt;Gejala: perut ikan bengkak, sisik berdiri, ikan tidak gesit.&lt;br /&gt;Pengendalian: sama dengan di atas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan nila:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengeringan dasar kolam      secara teratur setiap selesai panen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemeliharaan ikan yang      benar-benar bebas penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hindari penebaran ikan      secara berlebihan melebihi kapasitas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem pemasukan air yang      ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemberian pakan cukup, baik      kualitas maupun kuantitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penanganan saat panen atau      pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Binatang seperti burung,      siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit      jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8. PANEN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemanenan ikan nila dapat dilakukan dengan cara: panen total dan panen sebagian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Panen total&lt;br /&gt;Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian      air tinggal 10 cm. Petak pemanenan/petak penangkapan dibuat seluas 1 m      persegi di depan pintu pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam      penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas      dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan      secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Panen sebagian atau panen      selektif&lt;br /&gt;Panen selektif dilakukan tanpa pengeringan kolam, ikan yang akan dipanen      dipilih dengan ukuran tertentu. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan      waring yang di atasnya telah ditaburi umpan (dedak). Ikan yang tidak      terpilih (biasanya terluka akibat jaring), sebelum dikembalikan ke kolam      sebaiknya dipisahkan dan diberi obat dengan larutan malachite green      0,5-1,0 ppm selama 1 jam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9. PASCAPANEN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penanganan pascapanen ikan nila dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penanganan ikan hidup&lt;br /&gt;Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam      keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke      konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain: &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam pengangkutan       gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu pengangkutan       hendaknya pada pagi hari atau sore hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jumlah kepadatan ikan       dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penanganan ikan segar&lt;br /&gt;Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang      perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penangkapan harus       dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebelum dikemas, ikan       harus dicuci agar bersih dan lendir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wadah pengangkut       harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam       perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan&lt;br /&gt;daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan       seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak       maksimum 50 cm.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikan diletakkan di       dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C.&lt;br /&gt;Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan       jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian&lt;br /&gt;ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan       es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es,       demikian&lt;br /&gt;juga antara ikan dengan penutup kotak. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan hal-hal yang      perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Benih ikan harus       dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat.       Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong&lt;br /&gt;plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Air yang dipakai       media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta       bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan&lt;br /&gt;air sumur yang telah diaerasi semalam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebelum diangkut       benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat       pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan&lt;br /&gt;dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x       1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan&lt;br /&gt;dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5       cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran       benihnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berdasarkan       lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua       bagian, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem terbuka&lt;br /&gt; Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan        waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat        diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor        benih ukuran 3-5 cm. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sistem tertutup&lt;br /&gt; Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu        lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media&lt;br /&gt; pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer        Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram. Cara pengemasan benih ikan yang diangkut        dengan kantong plastik: &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;masukkan air         bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hilangkan udara         dengan menekan kantong plastik ke permukaan air; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;alirkan oksigen         dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume         keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2); &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kantong plastik         lalu diikat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kantong plastik         dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos         yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat         diisi 2 buah kantong plastik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan         setelah benih sampai di tempat tujuan&lt;br /&gt;  adalah sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siapkan larutan          tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter          air bersih).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buka kantong          plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit          demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi          perlahan-lahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pindahkan benih          ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1- 2 menit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masukan benih          ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi          pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin          25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga          digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin          sebanyak 4% selama 3-5 menit. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah 1 minggu          dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Analisa Usaha Budidaya&lt;br /&gt;Perkiraan analisis usaha budidaya ikan nila selama 1 bulan pada tahun 1999      di daerah Jawa Barat adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biaya produksi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sewa kolam Rp.        120.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Benih ikan nila        4000 ekor, @ Rp.200,- Rp. 800.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dedak 8 karung @         Rp.800,- Rp. 6.400,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Obat dan pupuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kotoran ayam 4         karung, @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Urea dan TSP 10         kg, @ Rp.1.800,- Rp. 18.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kapur 30 kg, @ Rp.         1.200,- Rp. 36.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peralatan Rp.        100.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tenaga kerja 1        orang @ Rp. 7500,- Rp. 225.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biaya tak terduga        10% Rp. 133.340,-&lt;br /&gt; Jumlah biaya produksi Rp.1.466.740,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendapatan benih ikan       85%,4000 ekor @ Rp.700,- Rp.2.380.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keuntungan Rp.       913.260,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Parameter kelayakan       usaha : B/C ratio 1,62&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;br /&gt;Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai,      rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan      potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di      Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang      dilaksanakan oleh&lt;br /&gt;pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal      pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen,&lt;br /&gt;penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import.      Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan nila dan ikan air      tawar&lt;br /&gt;lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil      penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.      Apabila pasaran lokal ikan nila mengalami kelesuan, maka akan sangat      berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat      grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan nila boleh dikatakan      hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi      pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal,      maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang      cerah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11. DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sugiarto Ir, 1988, Teknik      Pembenihan Ikan Mujair dan Nila. Penerbit CV. Simplex (Anggota IKAPI)”.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rahardi, F. 1993.      Kristiawati, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Regina&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.      Nazaruddin. Agribisnis Perikanan, Penerbit Swadaya, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12. KONTAK HUBUNGAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS;&lt;br /&gt;Jl.Sunda Kelapa No. 7 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8627631801305126885-6700039355544821742?l=marwah-peternakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/feeds/6700039355544821742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/08/tenak-ikan-nila.html#comment-form' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6700039355544821742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8627631801305126885/posts/default/6700039355544821742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwah-peternakan.blogspot.com/2008/08/tenak-ikan-nila.html' title='tenak ikan nila'/><author><name>romeo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13122969119906093027</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/TMq-kLbsNCI/AAAAAAAAAWY/mNZiHbS4JDc/S220/Snapshot_20100614_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SLfL7k1VDbI/AAAAAAAAAIM/F6j7Ks1X0aM/s72-c/nila.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8627631801305126885.post-728353508565574393</id><published>2008-08-29T17:06:00.001+07:00</published><updated>2008-11-29T08:54:50.911+07:00</updated><title type='text'>ternak biri-biri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p  {mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:95827642;  mso-list-template-ids:-1721493834;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l1  {mso-list-id:442770723;  mso-list-template-ids:-1089205284;} @list l1:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l1:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l1:level3  {mso-level-tab-stop:108.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l2  {mso-list-id:701243207;  mso-list-template-ids:1009263404;} @list l2:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l3  {mso-list-id:729499309;  mso-list-template-ids:1267127056;} @list l3:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l4  {mso-list-id:835191145;  mso-list-template-ids:-1485914168;} @list l4:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l5  {mso-list-id:964123003;  mso-list-template-ids:-204860850;} @list l5:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l5:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l5:level3  {mso-level-tab-stop:108.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l5:level4  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:144.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Wingdings;} @list l5:level5  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:180.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Wingdings;} @list l6  {mso-list-id:1085952525;  mso-list-template-ids:376059288;} @list l6:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l7  {mso-list-id:1305352079;  mso-list-template-ids:-1317099450;} @list l7:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l8  {mso-list-id:1345589191;  mso-list-template-ids:340059216;} @list l8:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l9  {mso-list-id:1738474196;  mso-list-template-ids:-2139846886;} @list l9:level1  {mso-level-tab-stop:36.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l9:level2  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;BUDIDAYA TERNAK DOMBA&lt;br /&gt;( Bovidae )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:225pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\MASTER\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image001.gif" href="http://www.iptek.net.id/ind/warintek/GAMBAR/4a7.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SLfKq-zDMWI/AAAAAAAAAIE/hzWgpggDYb8/s1600-h/biri-biri.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BQqLpgfN64g/SLfKq-zDMWI/AAAAAAAAAIE/hzWgpggDYb8/s200/biri-biri.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239879531229294946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. SEJARAH SINGKAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Domba yang kita kenal sekarang merupakan hasil dometikasi manusia yang sejarahnya diturunkan dari 3 jenis domba liar, yaitu Mouflon (Ovis musimon) yang berasal dari Eropa Selatan dan Asia Kecil, Argali (Ovis amon) berasal dari Asia Tenggara, Urial (Ovis vignei) yang berasal dari Asia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. SENTRA PERIKANAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di Indonesia sentra peternakan domba berada di daerah Aceh dan Sumatra Utara. Di Aceh pada tahun 1993 tercatat sekitar 106 ribu ekor domba, sementara di Sumatera Utara sekitar 95 ribu ekor domba yang diternakan. Lahan yang digunakan untuk berternak di daerah Aceh berdasarkan data Puslit Tanah dan Agroklimat Deptan tahun 1979, seluas 5,5 juta hektar mulai dari kemampuan kelas I sampai VIII, sedangkan di Sumatera Utara luas lahan yang digunakan sekitar 7 juta hektar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. JENIS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Domba seperti halnya kambing, kerbau dan sapi, tergolong dalam famili Bovidae. Kita mengenal beberapa bangsa domba yang tersebar diseluruh dunia, seperti:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Domba Kampung adalah domba      yang berasal dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Domba Priangan berasal dari      &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;      dan banyak terdapat di daerah Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Domba Ekor Gemuk merupakan      domba yang berasal dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;      bagian Timur seperti Madura, Sulawesi dan &lt;st1:place st="on"&gt;Lombok&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Domba Garut adalah domba      hasil persilangan segi tiga antara domba kampung, merino dan domba ekor      gemuk dari Afrika Selatan.&lt;br /&gt;   Di Indonesia, khususnya di Jawa, ada 2 bangsa domba yang terkenal, yakni      domba ekor gemuk yang banyak terdapat di daerah Jawa Tengah dan Jawa&lt;br /&gt;   Timur dan domba ekor tipis yang banyak terdapat di Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. MANFAAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Daging domba merupakan sumber protein dan lemak hewani. Walaupun belum memasyarakat, susu domba merupakan minuman yang bergizi. Manfaat lain dari berternak domba adalah bulunya dapat digunakan sebagai industri tekstil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lokasi untuk peternakan domba sebaiknya berada di areal yang cukup luas, udaranya segar dan keadaan sekelilingnya tenang, dekat dengan sumber pakan ternak, memiliki sumber air, jauh dari daerah pemukiman dan sumber air penduduk (minimal 10 meter), relatif dekat dari pusat pemasaran dan pakan ternak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyiapan Sarana dan      Peralatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perkandangan&lt;br /&gt;    Kandang harus kuat sehingga dapat dipakai dalam waktu yang lama, ukuran       sesua dengan jumlah ternak, bersih, memperoleh sinar matahari pagi,       ventilasi kandang harus cukup dan terletak lebih tinggi dari lingkungan       sekitarnya agar tidak kebanjiran. Atap kandang diusahakan dari bahan yang       ringan dan memiliki daya serap panas yang relatif kecil, misalnya dari       atap rumbia.Kandang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsinya,       yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kandang        induk/utama, tempat domba digemukkan. Satu ekor domba membutuhkan luas        kandang 1 x 1 m.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kandang induk dan        anaknya, tempat induk yang sedang menyusui anaknya selama 3 bulan.        Seekor induk domba memerlukan luas 1,5 x 1 m dan anak domba memerlukan        luas 0,75 x 1 m. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kandang pejantan,        tempat domba jantan yang akan digunakan sebagai pemacak seluas 2 x 1,5        m/pemancak. Di dalam kandang domba sebaiknya terdapat tempat makan,        palung makanan dan minuman, gudang makanan, tempat umbaran (tempat domba        saat kandang dibersihkan) dan tempat kotoran/kompos. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 72pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tipe dan model kandang pada hakikatnya dapat dibedakan dalam 2 tipe, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;ol start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tipe kandang        Panggung&lt;br /&gt;     Tipe kandang ini memiliki kolong yang bermanfaat sebagai penampung        kotoran. Kolong digali dan dibuat lebih rendah daripada permukaan tanah        sehingga kotoran dan air kencingnya tidak berceceran. Alas kandang        terbuat dari kayu/bambu yang telah diawetkan, Tinggi panggung dari tanah        dibuat minimal 50 cm/2 m untuk peternakan besar. Palung makanan harus        dibuat rapat, agar bahan makanan yang diberikan tidak tercecer keluar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tipe kandang        Lemprak&lt;br /&gt;     Kandang tipe ini pada umumnya digunakan untuk usaha ternak domba        kereman. Kandang lemprak tidak dilengkapi dengan alas kayu, tetapi        ternak beralasan kotoran dan sisa-sisa hijauan pakan. Kandang tidak        dilengkapi dengan palung makanan, tetapi keranjang rumput yang&lt;br /&gt;     diletakkan diatas alas. Pemberian pakan sengaja berlebihan, agar dapat        hasil kotoran yang banyak. Kotoran akan dibongkar setelah sekitar 1-6        bulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyiapan Bibit&lt;br /&gt;   Domba yang unggul adalah domba yang sehat dan tidak terserang oleh hama      penyakit, berasal dari bangsa domba yang persentase kelahiran dan      kesuburan tinggi, serta kecepatan tumbuh dan persentase karkas yang baik.      Dengan demikian keberhasilan usaha ternak domba tidak bisa dipisahkan      dengan pemilihan induk/pejantan yang memiliki sifat-sifat yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemilihan Bibit dan       Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Calon Induk:        berumur 1,5-2 tahun, tidak cacat, bentuk perut normal, telinga kecil        hingga sedang, bulu halus, roman muka baik dan memiliki&lt;br /&gt;     nafsu kawin besar dan ekor normal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Calon Pejantan:        berumur 1,5-2 tahun, sehat dan tidak cacat, badan normal dan keturunan        dari induk yang melahirkan anak 2 ekor/lebih, tonjolan tulang pada kaki        besar dan mempunyai buah zakar yang sama besar serta kelaminnya dapat        bereaksi, mempunyai gerakan yang lincah, roman muka baik dan tingkat pertumbuhan        relatif cepat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Reproduksi dan       Perkawinan&lt;br /&gt;    Hal yang harus di ketahui oleh para peternak dalam pengelolaan reproduksi       adalah pengaturan perkawinan yang terencana dan tepat waktu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dewasa Kelamin,        yaitu saat ternak domba memasuki masa birahi yang pertama kali dan siap        melaksanakan proses reproduksi. Fase ini dicapai pada saat domba berumur        6-8 bulan, baik pada yang jantan maupun yang betina.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dewasa tubuh, yaitu        masa domba jantan dan betina siap untuk dikawinkan. Masa ini dicapai        pada umur 10-12 bulan pada betina dan 12 bulan pada jantan. Perkawinan        akan berhasil apabila domba betina dalam keadaan birahi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Proses Kelahiran&lt;br /&gt;    Lama kebuntingan bagi domba adalah 150 hari (5 bulan). Menjelang       kelahiran anak domba, kandang harus bersih dan diberi alas yang kering.       Bahan untuk alas kandang dapat berupa karung goni/jerami kering. Obat       yang perlu dipersiapkan adalah jodium untuk dioleskan pada bekas potongan       tali pusar. Induk domba yang akan melahirkan dapat diketahui melalui       perubahan fisik dan perilakunya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keadaan perut        menurun dan pinggul mengendur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buah susu membesar        dan puting susu terisi penuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alat kelamin        membengkak, berwarna kemerah-merahan dan lembab.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ternak selalu        gelisah dan nafsu makan berkurang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sering kencing.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 72pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Proses kelahiran berlangsung 15-30 menit, jika 45 menit setelah ketuban pecah, anak domba belum lahir, kelahiran perlu dibantu. Anak domba yang baru lahir dibersihkan dengan menggunakan lap kering agar dapat bernafas. Biasanya induk domba akan menjilati anaknya hingga kering dan bersih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sanitasi dan Tindakan       Preventif&lt;br /&gt;    Sanitasi lingkungan dapat dilakukan dengan membersihkan kandang dan       peralatan dari sarang serangga dan hama. kandang terutama tempat pakan       dan tempat minum dicuci dan dikeringkan setiap hari. Perlu dilakukan       pembersihan rumput liar di sekitar kandang. Kandang ternak dibersihkan       seminggu sekali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengontrolan Penyakit&lt;br /&gt;    Domba yang terserang penyakit dapat segera diobati dan dipisahkan dari       yang sehat. Lakukan pencegahan dengan menyuntikan vaksinasi pada domba-domba       yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perawatan Ternak&lt;br /&gt;    Induk bunting diberi makanan yang baik dan teratur, ruang gerak yang       lapang dan dipisahkan dari domba lainnya. induk yang baru melahirkan       diberi minum dan makanan hijauan yang telah dicampurkan dengan makanan       penguat lainnya. Selain itu, induk domba harus dimandikan. Anak domba       (Cempe) yang baru dilahirkan, dibersihkan dan diberi makanan yang       terseleksi. Cempe yang disapih perlu diperhatikan. pakan yang berkualitas    &lt;br /&gt;    dalam bentuk bubur tidak lebih dari 0,20 kg satu kali sehari.&lt;br /&gt;    Perawatan ternak dewasa meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memandikan ternak        secara rutin minimal seminggu sekali. dengan cara disikat dan disabuni.        pada pagi hari, kemudian dijemur dibawah sinar&lt;br /&gt;     matahari pagi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mencukur Bulu&lt;br /&gt;     Pencukuran bulu domba dengan gunting biasa/cukur ini. dilakukan minimal        6 bulan sekali dan disisakan guntingan bulu setebal kira-kira 0,5 cm.        Sebelumnya domba dimandikan sehingga bulu yang dihasilkan dapat        dijadikan bahan tekstil. Keempat kaki domba diikat agar tidak lari pada        saat dicukur. Pencukuran dimulai dari bagian perut kedepan dan searah        dengan punggung domba.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Merawat dan        Memotong Kuku&lt;br /&gt;     Pemotongan kuku domba dipotong 4 bulan sekali dengan golok, pahat kayu,        pisau rantan, pisau kuku atau gunting.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemberian Pakan&lt;br /&gt;    Zat gizi makanan yang diperlukan oleh ternak domba dan mutlak harus       tersedia dalam jumlah yang cukup adalah karbohidrat, lemak, protein,       vitamin, mineral dan air. Bahan pakan untuk domba pada umumnya       digolongkan dalam 4 golongan sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Golongan        Rumput-rumputan, seperti rumput gajah, benggala, brachiaria, raja,        meksiko dan rumput alam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Golongan        Kacang-kacangan, seperti daun lamtoro, turi, gamal daun kacang tanah,        daun kacang-kacangan, albisia, kaliandra, gliricidia dan&lt;br /&gt;     siratro. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hasil Limbah        Pertanian, seperti daun nangka, daun waru, daun dadap, daun kembang        sepatu, daun pisang, daun jagung, daun ketela pohon,&lt;br /&gt;     daun ketela rambat dan daun beringin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Golongan Makanan        Penguat (Konsentrat), seperti dedak, jagung karing, garam dapur, bungkil        kelapa, tepung ikan, bungkil kedelai, ampas tahu, ampas kecap dan biji        kapas. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 72pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pakan untuk domba berupa campuran dari keempat golongan di atas yang disesuaikan dengan tingkatan umur. Adapun proporsi dari campuran tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;" start="3" type="1"&gt;&lt;ol start="4" type="1"&gt;&lt;ol start="5" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ternak dewasa:        rumput 75%, daun 25% &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Induk bunting:        rumput 60%, daun 40%, konsentrat 2-3 gelas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Induk menyusui:        rumput 50%, daun 50% dan konsentrat2-3 gelas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak sebelum        disapih: rumput 50%, daun 50%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak lepas sapih:        rumput 60%, daun 40% dan konsentrat 0,5–1 gelas &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 72pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dosis pemberian ransum untuk pertumbuhan domba adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;" start="3" type="1"&gt;&lt;ol start="4" type="1"&gt;&lt;ol start="10" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 1,4 kg:        rumput/hijauan=180 kg/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 1,4 kg:        rumput/hijauan=340 kg/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 1,4 kg:        rumput/hijauan=410 kg/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 2,9 kg:        rumput/hijauan=110 kg/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 2,9 kg:        rumput/hijauan=280 kg/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 2,9 kg:        rumput/hijauan=440 kg/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 4,3 kg:        konsentrat=160 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 4,3 kg:        konsentrat=320 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 4,3 kg:        konsentrat=470 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 5,8 kg:        konsentrat=100 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 5,8 kg:        konsentrat=260 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 5,8 kg:        konsentrat=410 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 7,2 kg:        konsentrat=60 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 7,2 kg:        konsentrat=180 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 7,2 kg:        konsentrat=340 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 8,7 kg:        konsentrat=50 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 8,7 kg:        konsentrat=110 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 8,7 kg:        konsentrat=260 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 10,1        kg: konsentrat=40 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 10,1        kg: konsentrat=280 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bobot badan 10,1        kg: konsentrat=440 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemberian Vaksinasi       dan Obat&lt;br /&gt;    Pemberian vaksinasi dapat dilakukan setiap enam bulan sekali vaksinasi       dapat dilakukan dengan menyuntikan obat kedalam tubuh domba. Vaksinasi       mulai dilakukan pada anak domba (cempe) bila telah berusia 1 bulan,       selanjutnya diulangi pada usia 2-3 bulan. Vaksinasi yang biasa diberikan       adalah jenis vaksin Spora (Max Sterne), Serum anti anthrax, vaksin AE, dan       Vaksin SE (Septichaemia Epizootica).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemeliharaan Kandang&lt;br /&gt;    Pemeliharaan kandang meliputi pembersihan kotoran domba menimal satu       minggu sekali, membuang kotoran ke tempat penampungan limbah,       membersihkan lantai atau alas, penyemprotan dan pengapuran kandang untuk       disinfektan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Mencret&lt;br /&gt;   Penyebab: bakteri Escherichia coli yang menyerang anak domba berusia 3      bulan. Pengobatan: antibiotika dan sulfa yang diberikan lewat mulut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Radang Pusar&lt;br /&gt;   Penyebab: alat pemotongan pusar yang tidak steril atau tali pusar tercemar      oleh bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Escherichia coli dan Actinomyces      necrophorus. Usia domba yang terserang biasanya cempe usia 2-7 hari.      Gejala: terjadi pembengkakan di sekitar pusar dan apabila disentuh domba akan      kesakitan. Pengendalian: dengan antibiotika, sulfa dan pusar dikompres      dengan larutan rivanol (Desinfektan).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Cacar Mulut&lt;br /&gt;   Penyakit ini menyerang domba usia sampai 3 bulan. Gejala: cempe yang      terserang tidak dapat mengisap susu induknya karena tenggorokannya terasa      sakit sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pengendalian: dengan sulfa      seperti Sulfapyridine, Sulfamerozine, atau pinicillin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Titani&lt;br /&gt;   Penyebab: kekurangan Defisiensi Kalsium (Ca) dan Mangan (Mn). Domba yang      diserang biasanya berusia 3-4 bulan. Gejala: domba selalu gelisah, timbul      kejang pada beberapa ototnya bahkan sampai keseluruh badan. Penyakit ini      dapat diobati dengan menyuntikan larutan Genconos calcicus dan Magnesium.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Radang Limoah&lt;br /&gt;   Penyakit ini menyerang domba pada semua usia, sangat berbahaya,      penularannya cepat dan dapat menular ke manusia. Penyebab: bakteri      Bacillus anthracis.. Gejala: suhu tubuh meninggi, dari lubang hidung dan      dubur keluar cairan yang bercampur dengan darah, nadi berjalan cepat,      tubuh gemetar dan nafsu makan hilang. Pengendalian: dengan menyuntikan      antibiotika Pracain penncillin G, dengan dosis 6.000-10.000 untuk /kg      berat tubuh domba tertular.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Mulut dan kuku&lt;br /&gt;   Penyakit menular ini dapat menyebabkan kematian pada ternak domba, dan      yang diserang adalah pada bagian mulut dan kuku. Penyebab: virus dan      menyerang semua usia pada domba Gejala: mulut melepuh diselaputi lendir.      Pengendalian: membersihkan bagian yang melepuh pada mulut dengan      menggunakan larutan Aluminium Sulfat 5%, sedangkan pada kuku dilakukan      dengan merendam kuku dalam larutan formalin atau Natrium karbonat 4%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Ngorok&lt;br /&gt;   Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: nafsu makan domba      berkurang, dapat menimbulkan bengkak pada bagian leher dan dada. Semua      usia domba dapat terserang penyakit ini, domba yang terserang terlihat      lidahnya bengkak dan menjulur keluar, mulut menganga, keluar lendir      berbuih dan sulit tidur. Pengendalian: menggunakan antibiotika lewat air      minum atau suntikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit perut Kembung&lt;br /&gt;   Penyebab: pemberian makanan yang tidak teratur atau makan rumput yang      masih diselimuti embun. Gejala: lambung domba membesar dan dapat      menyebabkan kematian. Untuk itu diusahakan pemberian makan yang teratur      jadwal dan jumlahnya jangan digembalakan terlalu pagi Pengendalian:      memberikan gula yang diseduh dengan asam, selanjutnya kaki domba bagian      depan diangkat keatas sampai gas keluar. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Parasit Cacing&lt;br /&gt;   Semua usia domba dapat terserang penyakit ini. Penyebab: cacing Fasciola      gigantica (Cacing hati), cacing Neoascaris vitulorum (Cacing gelang),      cacing Haemonchus contortus (Cacing lambung), cacing Thelazia rhodesii      (Cacing mata). Pengendalian: diberikan Zanil atau Valbazen yang diberikan      lewat minuman, dapat juga diberi obat cacing seperti Piperazin dengan      dosis 220 mg/kg berat tubuh domba.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Kudis&lt;br /&gt;   Merupakan penyakit menular yang menyerang kulit domba pada semua usia.      Akibat dari penyakit ini produksi domba merosot, kulit menjadi jelek dan      mengurangi nilai jual ternak domba. Penyebab: parasit berupa kutu yang bernama      Psoroptes ovis, Psoroptes ciniculi dan Chorioptes bovis. Gejala: tubuh      domba lemah, kurus, nafsu makan menurun dan senang menggaruk tubuhnya.      Kudis dapat menyerang muka, telinga, perut punggung, kaki dan pangkal      ekor. Pengendalian: dengan mengoleskan Benzoas bensilikus 10% pada luka,      menyemprot domba dengan Coumaphos 0,05-0,1%. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakit Dermatitis&lt;br /&gt;   Adalah penyakit kulit menular pada ternak domba, menyerang kulit bibit      domba. Penyebab: virus dari sub-group Pox virus dan menyerang semua usia      domba. Gejala: terjadi peradangan kulit di sekitar mulut, kelopak mata,      dan alat genital. Pada induk yang menyusui terlihat radang kelenjar susu.      Pengendalian: menggunakan salep atau Jodium tinctur pada luka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li cl
